Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Makanan Berformalin Dijual di Mal

MASYARAKAT harus lebih waspada terhadap berbagai makanan maupun bahan makanan yang akan diolah. Saat ini, bahan makanan yang mengandung zat berbahaya pun sudah merambah dan terangterangan dijual di mal.

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, dan Badan Ketahanan Pangan Kota Semarang, kemarin secara serentak melakukan razia ke beberapa pusat perbelanjaan, yakni di Swalayan Ada dan Giant di Jalan Majapahit, Gelael Mal Ciputra, Paragon, Robinson, serta di Duta Pertiwi (DP) Mal Semarang.

Pada razia yang dilakukan di Carefour yang terletak di pusat perbelanjaan DP Mall, pertugas sempat mencurigai beberapa produk makanan, antara lain ikan teri kering dan basah yang diduga mengandung bahan berbahaya formalin.

Selain itu juga terdapat kerupuk mentah yang diduga mengandung zat pewarna tekstil atau Rhodamin B. Petugas kemudian melakukan pengujian secara langsung terhadap produk-produk tersebut. Hasilnya, produk tersebut memang terindikasi mengandung bahan berbahaya.

Kepala BBPOM Semarang, Supriyanto Utomo mengatakan, razia tersebut bertujuan untuk mengantisipasi peredaran produk makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya, serta makanan yang sudah kadaluwarsa yang berbahaya jika dikonsumsi. “Selain karena sebentar lagi menjelang puasa, razia ini juga merupakan bentuk pengawasan rutin terdahap produk-produk bahan makanan ilegal,” katanya.

Beberapa produk makanan yang diketahui mengandung bahan kimia berbahaya tersebut, kemudian dibawa ke laboratorium BBPOM untuk dipastikan kandungannya zat berbahayanya. Pada razia tersebut petugas gabungan juga menemukan produk bahan makanan yang tencantumkan logo halal, namun tidak sesuai dengan ketentuan yang ada di Indonesia.

“Terkait logo halal itu, saya sudah minta agar pengelola pusat perbelanjaan tidak memasang produknya sampai ada sertifikat keterangan halal dari pihak yang berwenang dan sesuai ketentuan yang ada,” ujarnya.

Sanksi yang diberikan bagi pengelola pusat perbelanjaan yang menjual produk bahan makanan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat, BBPOM meminta yang bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi dan menyita produk-produk tersebut. ”Kepada masyarakat, saya berpesan agar menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih produk-produk yang dibeli,” tuturnya.

Salah seorang pengunjung, Adriana (45), mengaku menyambut baik razia tersebut sebagai bentuk jaminan kesehatan bagi masyarakat. “Kalau bisa razia dilakukan tidak hanya saat menjelang hari-hari besar saja, tapi dijadwalkan rutin agar konsumen merasa lebih aman mengkonsumsi makanan tersebut,” katanya. (puji-harian semarang)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]
Create gif animations. Loogix.com. Animated avatars. Animated avatar. Motley Animated avatar. Gif animator. Animated avatar. Gif animator. Zoom Gif animator. Motley Create gif animations. Zoom Animated avatar. Movie Create gif animations. Gif animator. Zoom Animated avatar. Loogix.com. Animated avatars. Negative Animated avatar. Zoom Rumah Zakat Animated avatar. Negative Babyface, Harian Semarang liquid executive club, tonitok rendezvous