Home » , , » Tawuran Antardesa Di Demak

Tawuran Antardesa Di Demak

Written By Harian Semarang on Jumat, 20 Januari 2012 | 14.49

Kasubag Humas Polres Demak meminta keterangan kronologi kejadian
Kapolres Upayakan Damai

Tawuran antarremaja desa akibat kesalahpahaman kembali terulang di Demak. Kali ini terjadi antara warga Desa Bandungrejo dengan warga Desa Jatirejo. Beruntung dalam tawuran yang melibatkan puluhan remaja itu tak menimbulkan korban jiwa.

Desa Bandungrejo dan Desa Jatirejo bersebelahan. Keduanya masih satu kecamatan, yaitu Karanganyar. Untuk meredam amuk massa paskatawuran polisi berupaya mendamaikan kedua pihak melalui kedua kadesnya.

Peristiwa tersebut berawal dari sebuah teguran kecil. Pukul 16.30, Rabu (18/1), Amin Mustajib bin Sutirno warga Desa Bandungrejo RT 05/RW 03 bersama Abdul Raub (17), juga warga Bandungrejo, melintas di jalan umum Desa Jatirejo. Amin yang membonceng motor yang dikendarai Raub menghidupkan lagu di HP-nya dengan keras. Mereka pun diadang oleh dua warga Desa Jairejo, Ahmad Mukfifin bin Slamet (18) dan Huril Mukajali bin Suparno (20).

Tidak terima di adang dan ditegur oleh warga Desa Jatirejo, akhirnya mereka terlibat perkelahiaan, bahkan delapan warga Jatirejo ikut menghajar Amin cs. "Karena kami kalah jumlah, saya telepon pamannya Raub," aku Amin, kemarin di Mapolres Demak

Tidak lama, paman Raub, M Asimuji (24) bersama 17 orang warga Desa Bandungrejo langsung datang. Mereka berupaya menolong Amin cs. Sebagian bahkan menghajar pengeroyok. Karena kalah jumlah, sebagian kelompok Ahmad lari tunggang langgang.

Namun apes bagi Amin, Huril, Ahmad Saefulloh bin Suratno (18) dan M Taksiyudin (19) yang asyik mengeroyok dan menghajar Raub, harus merasakan gobem mentah belasan remaja dari warga Desa Bandungrejo.

Akibat perkelahian itu, Saifulloh mengalami luka robek di kepala, dan pipi serta perut memar, sedangkan Taksiyudin luka robek di bagian atas kepala. Mereka segera di Rawat di Puskesmas Mijen, namun Saifudin menderita luka cukup parah, dia harus di rujuk ke RSI Kudus.

"Kami datang hanya ingin membela keponakan saya. Saya sendiri melihat bagaimana warga Jatirejo menghajar Raub yang sudah terjatuh tetap diinjak-injak di sawah," tegas M Asimuji. Beruntung saat itu pihaknya sedang berada di warung wilayah Desa Bakung, Mijen, sehingga mereka segera bisa membantu Amin cs.

Setelah kejadian tersebut, pihaknya berinisiatif melapor ke Polsek Karaganyar, dari 21 remaja yang melakukan pengeroyokan, 11 diantaranya masih menjalani pemeriksaan.

Kapolres Demak AKBP Sigit Widodo melalui Kasubag Humas AKP Sutomo mengatakan, Polisi sengaja membawa 11 remaja ini ke Polres sebagai upaya mengamankan dari amuk warga paskapengroyokan. Kendati dalam laporan korban, dua warga Desa Bandungrejo yang ditegur dalam kondisi mabuk dan ada yang membawa gir motor saat tawuran.

"Namun kami tetap mengupayakan perdamaian dari kedua pihak warga desa tersebut. Rencananya kami akan undang kedua Kades bersangkutan untuk memfasilitasi kedamaian kedua kubu ini," jelas AKP Sutomo. (swi/rif)


Share this article :

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Semarang Banget - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger