Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Beri Angpao Sudah Mulai Ditinggal Meriahkan Imlek Dengan Coklat

Dalam perayaan imlek, memberikan bingkisan bagi keluarga dan sanak saudara sudah menjadi tradisi.  Biasanya berupa  angpao atau parsel  berisi makanan dan tidak salah jika memeriahkan imlek dengan coklat.
     Kreasi coklat inilah yang dihasilkan oleh Leni  Arjani pemilik Coneta Chocolate. Dirinya mengaku, menjelang perayaan imlek ini pesanan coklat meningkat tajam hingga dua kali lipat. Hal ini disebabkan mulai bergesernya tradisi pemberian angpao beralih dengan menggunakan coklat.
     “Sejak tiga tahun yang lalu, trend ini sudah mulai dirasakan. Apalagi tradisi dalam perayaan imlek tidak memperbolehkan memberi angpao berupa uang bagi yang belum menikah. Hadiah harus berupa barang. Kemudian banyak yang memilih coklat sebagai hadiahnya,” katanya.
     Di showroomnya di Jalan Pekunden Dalam No 47 ini, beragam bentuk coklat pun ditawarkan sesuai dengan tema imlek. Di antaranya coklat praline dalam kotak yang bertuliskan huruf yang merangkai kata Happy Chinese maupun Gong Xi Fa Cai. Ada pula coklat praline yang berbentuk pernak pernik khas imlek, seperti lampion, ikan koi, dan koin uang Cina.
     Chocoballs dikemas dalam kaleng yang sudah dihias dengan khas imlek pun disediakan. Mulai dari kemasan kaleng berdiamater 7,5 cm dengan tinggi 10 sampai 15 cm. “Untuk yang kemasan kaleng harga dipatok mulai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu,” jelasnya.
     Leni mengatakan, coklat praline dalam bok kecil maupun besar harga yang ditawarkan pun terjangkau. Tergantung dari besar kecilnya bok. Selain itu, Leni pun menawarkan parsel coklat imlek, yang terdiri dari coklat praline dalam bok dan coklat kaleng, serta coklat praline  berukuran sedang.
     “Biasanya yang pesan dalam bentuk parsel perusahaan yang memberikan untuk pelanggannya. Kalau perorangan kebanyakan membeli, angpao coklat, yakni coklat bok yang dikemas seperti angpao,” katanya.
     Tidak hanya orang Semarang saja yang memesan coklat buatannya, tetapi dari luar kota bahkan luar pulau pun banyak yang memesan. Sebab dia juga menawarkan produknya tersebut melalui jejaring sosial facebook, twitter maupun website. “Ada yang dari Jakarta, Surabaya, Bali, Magelang, Solo,” imbuhnya.
      Coklat yang banyak diminati oleh anak-anak maupun orang dewada ini bisa bertahan lama hingga 3 bulan, asalkan tidak terkena panas atau pun air. Kemasan yang memikat memang membuat orang terkesan.
     Selain menyambut imlek, Leni juga telah menyiapkan beragam coklat untuk menyambut hari kasih sayang atau yang dikenal dengan Vals day. “Karena imlek dengan valentine waktunya berdekatan, sehingga saya pun juga sudah menyiapkan untuk valentine,” ungkap perempuan yang telah menggeluti usahanya sejak tahun 1997.
     Leni menjelaskan, untuk valentine tahun ini pihaknya sudah menyiapkan beragam bentuk coklat sesuai tema valentine. “Biasanya pelajar yang antusias menyambut valentine, untuk anak-anak SD biasanya mereka memilih coklat dengan gambar karakter kartun, sedangkan anak-anak SMP-SMA berbentuk hati dan tulisan-tulisan berisi hari kasih sayang,” katanya.

     Leni mengaku, untuk menjaga pelanggannya, kualitas produk yang dihasilkan selalu menjadi prioritas. “Agar pelanggan tidak bosan, maka kami pun selalu berinovasi membuat  beragam model,” ungkapnya. (wam/njs)







Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]