Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Taman Bendosari Jadi Sarang Preman

Taman Bendosari saat siang hari terlihat sepi (HARSEM/HERU SANTOSO)
SALATIGA–Hati-hati jika berwisata di Taman Bendosari. Banyak pengunjung yang menjadi korban pemalakan preman.

SETELAH dibangun menjadi kawasan Taman Bendosari di daerah Bendosari, Salatiga sekitar JLS, banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan hijau ini untuk jalan-jalan pagi dan sore serta jika malam menjadi ajang tongkrongan anak muda. Di samping suasananya sejuk serta pemandangannya apik, namun tetap harus diwaspadai munculnya ‘preman kampung’ yang sengaja memalak para pengunjung. Ini lebih sering terjadi pada malam hari jika suasananya tidak hujan.

Khusus untuk ajang nongkrong anak-anak muda, lebih ramai jika malam Minggu ataupun Jumat malam. D isini, banyak pasangan muda-mudi nongkrong hanya sekedar menikmati udara segar di wilayah ini. Bukan hanya warga Salatiga namun dari Kabupaten Semarang yang wilayahnya berdekatan dengan Salatiga turut menikmati lahan hijau ini.

Pantauan Harsem, di lokasi tersebut jika malam Minggu lebih banyak didominasi pasangan muda-mudi. Mereka ada yang sengaja membawa tikar untuk menikmati udara segar. Namun ada juga yang menjadikan sepeda motornya menjadi sarana duduk-duduk.

Wahyuni (22), warga Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Salatiga mengaku lebih senang untuk santai bersama rekan-rekan kuliahnya. Mereka sengaja membawa tikar untuk alas duduk dan kadang disertai alat musik gitar.

Namun, saat bercengkrama, dikejutkan datangnya dua orang laki-laki dan dari mulutnya bau minuman keras. Lelaki itu sambil membentak meminta sejumlah uang bahkan disertai nada ancaman.

“Saya tiga kali santai bersama teman-teman di tempat ini, sebenarnya tempatnya enak dan sejuk, namun yang membuat kita tidak tenang dengan munculnya para lelaki yang berbau minuman keras dan memaksa meminta sejumlah uang. Jika tidak diberi, mereka membentak-bentak dan mengancam,” terang Yuni, kemarin malam.

Kas Pemuda
Hal senada dikatakan, Dwi Puspita (24), asal Boyolali yang menimba ilmu di salah satu PTS di Salatiga. Kedatangannya di tempat itu hanya untuk foto-foto bersama rekannya. Namun, ketenangannya itu diusik dengan datangnya beberapa lelaki yang langsung meminta sejumlah uang. Mereka mengaku dari pemuda setempat dan uangnya untuk mengisi kas pemuda, namun hal ini sangat tidak mungkin karena memintanya dengan memaksa.

“Saat saya santai di tempat ini, ada beberapa pasangan muda-mudi yang juga sedang santai. Rata-rata mereka mengaku dimintai uang oleh beberapa lelaki. Bahkan, saat meminta disertai dengan nada ancaman,” kata Dwi Puspita didampingi beberapa rekannya.

Dengan maraknya pemalakan di lokasi Taman Bnedosari jika malam ini, warga sekitar mengaku tidak tahu menahu. Bahkan, mereka menduga lelaki yang melakukan pemalakan bukan warga sekitar. Hal ini harusnya menjadi perhatian pihak terkait, jika perlu patroli baik dari kepolisian maupun Satpol PP rutin mengontrol taman ini. Tidak menutup kemungkinan kejadian lebih parah akan muncul jika dibiarkan.

“Kami yakin bukan warga setempat. Bisa saja mereka pengunjung yang sengaja memanfaatkan lokasi dan waktu sepi,” terang Haryadi (50), salah seorang warga Bendosari, Salatiga. (hes/nji)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]