Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Kebakaran Pasar Babadan Penuh Kejanggalan

Pasar Babadan saat terbakar, kebakaran ini dinilai penuh kejanggalan. HARSEM / HERU SANTOSO
UNGARAN – Sejumlah kejanggalan ditemukan dalam tragedi terbakarnya Pasar Babadan. Temuan serupa juga terjadi pada saat kebakaran Pasar Projo Ambarawa.

KALANGAN anggota dewan Kabupaten Semarang menganggap penuh keanehan akan terbakarnya Pasar Babadan maupun Pasar Projo Ambarawa (setahun lalu). Keanehan itu, kedua pasar tersebut sama-sama terbakar pada bulan puasa dan menjelang Lebaran. Demikian diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Semarang, Mas'ud Ridwan, Senin (22/7) kemarin.
Menurutnya, kejanggalannya ada dua, yang pertama posisi petugas keamanan dan listrik tidak secara otomatis mati. Jika korsleting listrik, maka secara otomatis listrik akan langsung mati. Namun, dalam kejadian terbakarnya pasar itu, tidak terjadi hal demikian bahkan sempat menyala beberapa saat, padahal Pasar Babadan saat itu apinya terus membesar.
Kejanggalan kedua adalah kunci gembok pasar selalu dipegang petugas keamanan, namun yang terkadi petugas keamanan tidak tahu menahu jika ada kebakaran.
"Saat kejadian, justru banyak yang menanyakan dimana petugas keamanannya. Selain itu, petugas pemadam juga kesulitan akan memasuki daam pasar karena puntu masih digembok. Jika pintu dibuka maka petugas pemadam akan dapat masuk dan lebih cepat melakukan pemadaman. Hal ini juga terjadi di Pasar Projo Ambarawa yang lalu saat terbakar,” jelas politisi PKB.
Ditegaskan, apabila Pemkab Semarang ingin membangun pasar dimanapun harusnya sangat persuasif dan menjalin komunikasi dengan para pedagang. Jangan sampai, terbakarnya pasar akhirnya dijadikan alasan untuk membangun pasar lebih baik lagi. Jika ingin meniru langkah tersebut, dapat meniru langkah Pemkot Solo.
Pasar Babadan terbakar hebat, Rabu (17/7) sekitar pukul 21.30 WIB. Kebakaran terjadi beberapa saat setelah sebagian warga pasar mengakhiri aktivitas dan baru saja menutup kios mereka.
Menurut saksi mata, api kali pertama muncul di bagian belakang pasar, tepatnya bangunan induk sisi utara. Api yang cepat membesar segera menjalar ke bagian tengah pasar tempat lapak-lapak pedagang. (hes/twu)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]