Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Lebaran, Tiket Bus AKAP Naik 150%

UNGARAN - Idul Fitri identik mudik dan arus balik. Identik pula dengan kenaikan tariff angkutan yang berlipat-lipat.

Harga tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) jurusan Jakarta dan sekitarnya pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, bakal naik hingga 150% dari harga sekarang atau harga normal. Hari biasa harga tiket bus ke Jakarta untuk yang AC ekonomi mencapai Rp 110.000, tetapi pada H-5 mendatang harga tiket akan mencapai Rp 260.000.

Untuk harga tiket kelas eksekutif dan big top bakal menembus angka Rp 400.000. Naiknya harga tiket ini untuk semua PO Bus jurusan Solo – Jakarta maupun Jogjakarta. Bus-bus ini yang masuk Terminal Bis Bawen, Kabupaten Semarang.

Darno (48) warga Kalipancur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang juga seorang kru bus AKAP jurusan Solo – Jakarta menyatakan bahwa kenaikan harga tiket yang mencapai lebih dari 100% dari harga normal itu, sudah biasa terjadi pada arus mudik dan balik lebaran. Harga itu akan jauh beda jika penumpang membeli tiket bus melalui calo.

“Harga tiket pada musim lebaran biasanya yang menentukan pemilik bus atau pengusaha bus tersebut. Dengan demikian, wajar jika kenaikan mencapai 100%. Kenaikan diperhitungkan dengan mahalnya harga suku cadang kendaraan dan tingginya biaya operasional sejak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Terkait naiknya harga tiket tersebut, bagi saya harus mengikuti perintah perusahaan,” jelas Darno.

Sementara itu, beberapa agen bis di Terminal Bawen, Kabupaten Semarang dan agen bus yang berada di luar terminal mengaku jika kenaikkan harga tiket ditentukan oleh masing-masing PO bus atau pimpinan perusahaan masing-masing. Kenaikan harga tiket itu sudah menjadi kewenangan pihak perusahaan bus. Pihak agen hanya menjual dan untung sedikit.

"Naik berapapun harganya, pihak agen ini hanya menjual saja. Keuntungan agen sangat sedikit, kami paling hanya menaikkan Rp 10.000 dari harga tiket yang ditentukan perusahaan,” terang Rini (33) dan Nuryanti (37) kepada Harsem, kemarin.

Pantauan Harsem, masing-masing agen bus berbeda dalam menaikkan tarif. Namun, perbedaannya antara Rp 10.000 hingga Rp 30.000. Harga itu telah ditentukan dari perusahaan PO Bus masing-masing. (hes/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]