Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Sosialisasi Anti Narkoba Polres Bagi Takjil di Jalan

Para anggota Sat Resnarkoba Polres Demak bagikan takjil dan selebaran anti nakoba. HARSEM/SUKMAWIJAYA
Menjelang berbuka puasa, anggota Sat Resnarkoba bagi-bagikan takjil di pertigaan lingkar Demak,  aksi simpati ini sekaligus sosialisasi anti narkoba kepada pengguna jalan raya.

DEMAK- Jelang buka puasa, traffic light Katonsari Kecamatan Demak Kota ramai dipadati puluhan polisi berseragam lengkap. Mereka berdiri di depan lampu merah pertigaan lingkar Demak, untuk membagikan bungkusan takjil dan brosur kepada semua pengendara, Sabtu (20/7).
Kudori Ahmad (34) warga Desa Karangsari Kacematan Karangtengah terkejut ketika dihampiri beberapa polisi. Sesaat dirinya menerima bingkisan takjil malah menjadi bingung, sebab pemandangan ini belum pernah dilihatnya. Meski begitu dia mengaku senang.
“Saya kira ada operasi, sampai  deg-degan, ternyata pak Polisi membagi takjil dan brosur tentang bahaya narkoba,” ucapnya.
Senada dialami Moh Tohar (41) warga Semarang,  dia merasa bersalah karena motornya dimuati istri dan kedua anaknya, namun setelah menerima bingkisan takjil, dirinya malah tertawa sambil mengangguk-angguk mengisyaratkan rasa terima kasihnya.
Sementara, Kasat Resnarkoba Polres Demak AKP Arifin yang ikut membagikan takjil, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk bakti sosial dari kepolisian kepada masyarakat. Pihaknya ingin berbagi kepada masyarakat yang tidak sempat melaksanakan buka puasa, karena sedang menempuh perjalanan.
Dalam kegiatan sosial ini, dibagikan takjil sebanyak 500 bungkus yang melibatkan seluruh anggota Sat Resnarkoba dan lima anggota Sat Sabhara. “Kami ingin berbagi pada masyarakat yang tak sempat berbuka di rumah,” kata Arifin didampingi Kasubag Humas Polres Demak AKP Sutomo. 
Selain pembagian takjil itu, dibagikan brosur mengenai anti narkoba, agar masyarakat mengetahui bahayanya obat narkotika bagi kesehatan, dan mengimbau masyarakat untuk menjauhi barang terlarang ini.
Saat ini peredaran narkoba di Demak cenderung menurun apalagi saat Ramadan. Tapi pihaknya terus gencar memerangi dan membatasi ruang gerak peredaran narkoba di wilayah kota wali. Seperti melalui sosialisasi kepada masyarakat dengan penyebaran brosur.
Dalam semester pertama ini, Polres Demak telah menangani delapan kasus narkoba dengan 9 tersangka yang sudah masuk pemberkasan, termasuk diantaranya tiga anggota Polres yang ditangkap saat pesta narkoba beberapa waktu lalu. “Kasus terakhir baru pemberkasan tahap pertama, termasuk anggota yang tertangkap kemarin,” jelasnya. (swi/hst)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]