Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Untuk Bersaing, UKM Butuh Suku Bunga Khusus

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyerahkan santunan kepada anak yatim bersama Gubernur Bibit Waluyo, dan Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono. SM/Fani Ayudea
SEMARANG - UKM Indonesia sangat membutuhkan bantuan pendanaan bagi pengembangan jangka pendek maupun panjang. Suku bunga khusus bagi UKM dengan nilai rendah diperlukan, agar dapat bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, ada sekitar 55 juta pengusaha yang menggerakkan 90% ekonomi dalam negeri. Mereka tak bisa bersaing dengan UKM China, dan Malaysia karena suku bunga yang terlalu tinggi dan kurangnya dukungan dari pemerintah. "Di Cina, irigasi dan pendidikan dibiayai pemerintah. Suku bunga untuk UKM Cina hanya 1,5%-2%. Jika suku bunga untuk UKM Indonesia masih tinggi 15%, bagaimana mau bersaing," katanya dalam Business Sharing ‘Strategi UKM Daerah Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015’ di Hotel Patra, kemarin.
Dalam menghadapai Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, daya saing tak hanya dari sisi SDM saja, namun juga soal suku bunga pinjaman di bank. Bila di titik awal dari segi bunga pinjaman saja Indonesia sudah ketinggalan 13%-14%, hal ini akan sangat mempengaruhi daya saing. "Harus diukur bagaimana kesiapan kita berkompetisi dari sisi kesiapan infrastruktur, pendanaan, teknologi, dan kesiapan bersaing. Saat ini baru di bawah 20% atau sekitar 45-50 juta penduduk dari total jumlah penduduk 250 juta Indonesia yang dapat mengakses pendanaan dari perbankan. Sangat rendah. Tahun depan kita harus berusaha bagaimana jumlah penduduk yang mengakses pendanaan perbankan bisa bertambah," paparnya.
Menurut dia, dalam persaingan ekonomi di ASEAN senilai 2,3 triliun dolar AS, Indonesia memiliki potensi kue sekitar 43%-45% atau senilai 1 triliun dolar AS. Sementara Malaysia memiliki potensi 500 miliar dolar AS, Thailand hanya 200 miliar dolar AS, dan Brunei jauh di bawah 150 miliar dolar AS. "Kalau Indonesia tidak ambil sikap dari sekarang, bisa jadi porsi kue Indonesia akan turun," ujarnya.
Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyatakan, jangan takut untuk bersaing dengan UKM Malaysia, Kamboja, Myanmar, Singapura, dan Vietnam dalam persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. "Kalo kita memahami bagaimana karakter ASEAN, kita pasti bisa," tuturnya.
UKM diminta menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Produk unggulan yang dimiliki harus dijaga keunggulannya seperti ukir Jepara, dan knalpot Purbalingga. "Sampai Maret 2013, UKM Jateng telah menyerap dana KUR sebesar Rp 16,57 triliun. Pada 2012, KUR terserap sebanyak Rp 14,805 triliun, 2011 terserap Rp 7 triliun," kata dia.
Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan, Kadin Jateng siap menjadi tuan rumah pilot project perkembangan UKM di Indonesia. Beragam produk unggulan yang dimiliki sudah selayaknya dikembangkan. "UKM Jateng jangan hanya jadi penonton, tapi jadi pemain," tandasnya.
Kadin fokus mempersiapkan infrastruktur maupun SDM UKM. Upaya pengembangan di antaranya dengan membentuk Trade Training Information Centre (TTIC) untuk memperkenalkan produk unggulan Jateng ke pasar internasional. Selain itu, secara rutin menggelar pelatihan gratis dan beberapa penyuluhan. (SMNetwork-J8/yul)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]