Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Dana Besar,Proyek Molor

HM Kemat, Ketua Komisi III DPRD Kota Salatiga. HARSEM / HERU SANTOSO
SALATIGA – Molornya pelaksanaan proyek pembangunan secara fisik di Kota Salatiga di tahun 2013 ini, dinilai merupakan bentuk kelambatan dari pihak eksekutif yaitu Pemkot Salatiga. Jika proyek pembangunan tidak segera dilaksanakan, akan disusul dengan pembahasan APBD Perubahan. Padahal, KUA PPAS tahun 2014 dan persetujuan APBD salatiga tahun 2014 sudah akan diparipurnakan oleh DPRD Salatiga.

Ketua Komisi III DPRD Kota Salatiga, HM Kemat mengatakan, proyek besar yang hingga tahun 2013 ini belum dapat terlaksana adalah pembangunan gedung Setda Kota Salatiga senilai Rp 22 miliar, gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dengan nilai anggaran Rp 12,5 miliar dan pembangunan Pusat Kuliner Salatiga di eks lahan terminal Soka, Blotongan senilai Rp 10 miliar. Anggaran untuk ketiga unit proyek besar itu menggunakan dana cadangan.
 
“Dengan tidak terlaksananya pembangunan proyek-proyek besar itu, maka untuk tahun depan (2014) harus tetap diagendakan. Namun pihaknya dapat memaklumi kondisi akhir-akhir ini terkait dengan 'perproyekan' di Salatiga. Dari konfirmasi yang dilakukan Komisi III kepada Pemkot Salatiga, bahwa pihak teknis dari dinas-dinas di lingkungan Pemkot Salatiga terlalu hati-hati untuk menangani proyek itu. Dengan kehati-hatian ini ternyata membuat molor pelaksanaan di lapangan,” jelas HM Kemat kepada Harsem, di ruang kerjanya, Kamis (22/8).

Menurutnya, hal ini menjadi pengalaman berharga dan tahun mendatang harus dirancang dengan matang, sehingga jika sudah dijadwalkan maka tidak akan lagi molor pelaksanaannya. Khususnya, proyek pembangunan secara fisik yang menyangkut kemasyarakatan diakuinya dapat dijangkau. Hingga kini harusnya telah memasuki tahap proses akhir pembangunan.

Selain itu, untuk proyek dengan dana cadangan maka tidak mudah melakukan perubahan. Jika memang itu dilakukan perubahan maka harus dilakukan pula amandemen peraturan daerah (perda)  lagi. Sehingga, jika tidak terlaksana sekarang maka tahun berikutnya harus dilaksanakan dan dilakukan pembahasan kembali secara matang.

“Sikap hati-hati itu memang diperlukan, namun jika sikap tersebut tidak memperhatikan waktu maka jadinya pelaksanaannya akan molor. Dan kini terjadi pada sejumlah proyek pembangunan dengan dana besar di Salatiga ini.
 
Ini sangat kami sayangkan, dengan terlalu hati-hati justru proyek tidak terlaksana sesuai dengan waktunya,” tandas politisi PDI Perjuangan.(hes/njs)
Wawali Salatiga H Muh Haris secara simbolis serahkan bantuan sembako kepada Lazim Muhammadiyah.
HARSEM/HERU SANTOSO
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]