Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Hidup adalah Berpikir

Oleh Fitka Apniyustia
Mahasiswa IAIN Walisongo Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi

DALAM kehidupan sehari-hari kita melihat banyak kejadian yang ada di sekitar kita, baik kehidupan yang bersifat baik dan ada juga yang buruk. Banyak hal-hal yang kita tidak ketahui, apakah kita pernah berpikir mengenai hal-hal tersebut seperti apa manfaatnya?

Mengapa ini ada dan bagaimana bisa terjadi? Apa akibatnya bila tidak ada? Kami masih mempunyai banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang belum kita temukan jawabannya. Maka dalam hidup ini kita perlu untuk berpikir mengenai apa yang ada di diri kita maupun lingkungan kita, baik itu mengenai perilaku manusia maupun keadaan alam sekitar khususnya alam semesta pada umumnya.

Coba kita lihat dalam Alquran surat al Alaq ayat pertama yang diterangkan tentang “bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan”. Ayat tersebut menurut beberapa ulama merupakan wahyu yang pertama kali turun. Dalam ayat tersebut pada awal ayat berbunyi iqra yang dalam terjemahan bahasa Indonesia berarti “bacalah”.

Kata tersebut mempunyai makna yang sangat luas sekali, tidak hanya sekadar membaca seperti membaca sebuah teks bacaan saja, melainkan kita harus bisa membaca apapun segala yang ada yang kita lihat, kita dengar, kita rasa.

Membaca merupakan proses berpikir untuk mengetahui, memahami maksud atau hikmah yang terkandung didalamnya terhadap segala sesuatu yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar dan berpikir untuk apa yang harus kita lakukan mengenai hal itu.

Dalam hal ini saya akan mengajak diri saya sendiri dan saudara yang budiman untuk berfikir untuk membaca segala sesuatu yang ada, baik yang tampak atau yang tidak tampak, baik yang sudah ada maupun yang belum ada maupun yang telah tiada.

Di negara kita tercinta kali ini sedang dilanda banyak bencana yang menimpa saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air seperti, banjir bandang, tsunami, gunung meletus, angin topan. Semua bencana tersebut telah memakan korban yang tidak sedikit.

Sedih sekali melihat saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, har ta benda, jiwa banyak yang hilang. Kita cobalah membaca hal itu apa sih penyebabnya dan siapa yang dapat merubahnya, yaitu kita sendirilah yang berbuat.

Allah tidak akan merubah suatu kaum manakala kaum tersebut tidak mau merubahnya. Bencana yang kita alami merupakan ujian dari Tuhan dan kita harus ridha serta mencoba berpikir positif untuk mengetahui hikmah dari haltersebut. Dalam sebuah hadits diterangkan, “sesungguhnya Allah bila menyukai suatu kaum, maka dia akan menurunkan cobaan kepada mereka. Maka barang siapa yang ridha dengan ujian itu maka keridhaan Allah baginya, dan barang siapa yang membenci maka kebencian pula yang akan diterima”.

Kita akan mencoba memahami hadits tersebut dan berpikir positif. Bahwa semua yang kita alami merupakan ujian dari Allah, maka kita terima dengan ikhlas karena yang dapat kita lakukan adalah ridha dengan keputusannya, berpikir positif dan berbuat agar lebih baik.

Berpikir positif bahwa Allah sedang menguji kita untuk menjadi umat yang lebih baik lagi. Kita bisa mecontoh hal-hal yang positif dari kisah-kisah para rasul, para nabi, dan para wali Allah, bahwa sebelum Allah mengangkat derajatnya maka Allah menurunkan berbagai macam cobaan yang ditimpakan kepadanya. Seper ti kisah pada Nabi Adam sampai Nabi Muhammad dan para wali Allah yang lainnya.

Ibarat seperti jika kita akan naik tingkat maka kita harus lulus terhadap ujian tersebut. Semakin tinggi tingkatannya maka semakin berat pula ujiannya. Maka kita harus bersabar, ridho, serta berpikir positif bagaimana caranya agar kita lolos dan menjadi umat yang unggul.

Kita berpikir positif dengan mawas diri, mengubah, membenahi kesalahan-kesalahan apa yang telah kita perbuat supaya tidak mengulangi lagi dan bagaimana caranya agar kita bisa memperbaikinya agar menjadi lebih baik.

Maka berbuatlah sesuai sunatullah atau hukum-hukum Allah. Memahami hikmah dari setiap kejadian karena Allah menciptakan segala sesuatu penuh dengan makna, tidak ada yang sia-sia. Semoga kita menjadi umat yang di Ridhoi Allah swt.

Maka mulai dari sekarang kita selalu intropeksi diri apakah kita sudah berperilaku yang benar. Karena dari awal kita tidak bisa berbuat baik, bisa saja perilaku kita akan ditiru banyak suatu kelompok.

Dari awal kelompok yang buruk itulah lama-lama berkembang menjadi sebuah kesatuan. Lain halnya bila kita berperilaku yang baik, kebaikan kita akan ditiru banyak orang sehingga bangsa ini akan semuanya baik.

Semua adalah berasal dari manusia itu sendiri yang bermula dari kelompok-kelompok kecil yang lama-lama akan semakin besar. Jadi boleh dikatakan memang hidup ini penuh pikiran-pikiran bila kita akan melangkah. (*)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]
Create gif animations. Loogix.com. Animated avatars. Animated avatar. Motley Animated avatar. Gif animator. Animated avatar. Gif animator. Zoom Gif animator. Motley Create gif animations. Zoom Animated avatar. Movie Create gif animations. Gif animator. Zoom Animated avatar. Loogix.com. Animated avatars. Negative Animated avatar. Zoom Rumah Zakat Animated avatar. Negative Babyface, Harian Semarang liquid executive club, tonitok rendezvous