Makanan Kadaluwarsa Disita
| CEK MAKANAN : Petugas kesehatan mengecek makanan kemasan yang diduga kadaluwarsa(HARSEM/SUKMAWIJAYA) |
DEMAK- Dinas Kesehatan Kabupaten Demak menemukan sejumlah toko masih menjual beberapa makanan dan minuman dalam kemasan, sudah melebihi tanggal kadaluwarsa.
Ditemukan juga makanan tidak bertera ED (Expiration Date) atau hilang karena kusam. “Ada sejumlah mi instan dengan kemasan yang rusak akibat dimakan tikus,” ungkap Kasi Farmasi Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan, Dian Arisanti, ketika mengumpulkan beberapa mi instan dengan kamsan plastik yang telah berlubang.
Dalam pengawasan tersebut, ditemukan juga makanan kadaluwarsa masih dipajang untuk dijual kepada konsumen. Kendati kaleng kemasan sudah berkarat namun pemilik toko di belakang pendopo kabupaten tersebut tetap akan menjualnya.
Penyidik PNS, Mohamad Ribath yang turut dalam Tim Pengawasan Makanan, langsung menyita sejumlah makanan, dan meminta pemilik toko agar memperhatikan tanggal kadaluwarsanya.
“Seluruh temuan tim langsung kita sita, sesuai dengan prosedur penyitaan,” ungkap Ribath. Dari sejumlah toko yang didatangi, tim berhasil menyita 17 kaleng biskuit dan 20 kaleng biskuit kecil dengan ED melebihi kadaluwarsa.
Menyusul menyita 59 bungkus mi instan yang kedapatan bekas termakan tikus karena pemilik toko kurang memperhatikan kebersihan. Tim juga menyita 17 kaleng minuman buah, 3 kaleng sarden, 5 botol saos tomat kadaluarsa, 12 minuman saset, 7 buah minuman licee sirup, minuman ringan lain 5 dos dan 6 kaleng kacang polong dengan kondisi berkarat.
Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Sukardjo menjelaskan sengaja pihaknya menggelar pengawasan kadaluwarsa dan kesehatan makanan serta minuman bersama PPNS Dinperindagkop, di awal puasa Ramadan selanjutnya menjelang Hari Raya.
Beberapa makanan kadaluwarsa banyak muncul dari produk Industri Rumah Tangga (IRT) yang terdapat pada makanan semacam kerupuk, bakso, saos, atau kecap. Namun tak menutup kemungkinan makanan pabrikan rusak atau melebihi kadaluwarsa masih dijual di Demak.
Terpisah Kepala Dinperindakop dan UMKM Kabupaten Demak Eko Pringgolaksito prihatin dengan ancaman makanan dan minuman kadaluwarsa yang masih dijual.
Dia menyarankan masyarakat agar selektif memilih makanan atau minuman kemasan yang akan dibeli dari sebuah toko. “Jangan melihat murahnya harga namun akan lebih bijak melihat tanggal kadaluwarsanya demi kesehatan diri dan keluarga,” jelasnya. (swi/15)
Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.