Home » , , , , » Pulang Nonton Dangdut, Siswa SMK Dibunuh

Pulang Nonton Dangdut, Siswa SMK Dibunuh

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 12 Juni 2012 | 13.09


TINGGAL KENANGAN: Foto korban M Agus Setiyawan bin Kaswiri (16) ketika masih hidup. (HARSEM/SUKMA WIJAYA)

DEMAK-Seorang siswa SMK Ganesa Kecamatan Gajah, Agus Setiawan bin Kaswiri (16) diduga menjadi korban pengeroyokan. Dia tewas di tepi Jalan Raya Gajah-Kudus akibat luka parah di bagian kepala dan wajah.

Belum diketahui motif pembunuhan. Korban bersama teman-temannya satu desa, dihadang kawanan pemuda tak dikenal usai menonton orkes dangdut di Desa Cangkring Rembang, Sabtu malam (9/6).

“Saat melintas di jalan raya wilayah Desa Cangkring Rembang, Agus yang satu motor dengan Ega dihadang sekawanan pemuda,” kata teman korban, Agung Maulana bin Sutomo (17) warga Desa Mojosimo Kecamatan Gajah, kemarin.

Karena takut, Agung yang berboncengan dengan Jumeno bin Biliadi (18) warga Desa Mojosimo, langsung putar balik menghindari  penghadangan. Apes, Ega dan korban yang berada di iringan depan, tak bisa menghindar. Karena takut, Agung dan Jumeno lari meninggalkan kedua temannya.

Menurut informasi, dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 23.30 tersebut, kawanan pemuda secara brutal memukuli korban menggunakan kayu, besi beton, dan pipa besi. Pukulan menghantam bagian kepala belakang serta wajah. Egah yang menyetir motor tancap gas berusaha menghindar, namun korban yang membonceng terjatuh.

Akibat sendirian tertinggal teman-temannya, Agus menjadi bulan-bulanan kawanan pemuda yang diduga warga Desa Cangkring Rembang Kecamatan Karanganyar, Demak. Akhirnya korban tewas di tempat dengan luka robek di kepala bagian belakang, rahang kanan-kiri patah, mata kanan lebam, dan hidung terus mengeluarkan darah.

Menurut teman korban, Wahyu bin Supono (18) warga Desa Mojosimo, korban pergi menonton orkes bersama lima temannya satu desa yakni dia sendiri, Ega, Agung, Jumeno dan, Aris Huda bin Rumijan.

“Saya pulang mendahului kemudian menunggu di jembatan Lohsari (Jalan Raya Gajah-Karanganyar). Tiba-tiba datang Ega mengabarkan dia dan Agus dikeroyok,” jelas Wahyu.
Dia langsung membonceng motor Ega menuju lokasi pengeroyokan namun mereka hanya mendapati mayat temannya tergeletak di tepi jalan raya.

Tanpa Firasat

Bagi ayah korban Kaswiri (46), kepergian Agus sangat memukul hatinya. Selama ini, dia berharap anak lelakinya kelak bisa menjadi tulang punggung keluarga.

“Saya hanya penjual mie ayam di Desa Banjarsari Gajah. Cita-cita saya hanya menyekolahkan anak,” aku Kaswiri sedih.

Dia tak menyangka anaknya yang pendiam begitu cepat pergi. Kaswiri yang didampingi istrinya Kasirah (40) menuturkan, kepergian anaknya tanpa firasat apapun. Malam itu dia pulang malam menanyakan anak sulungnya soal kepergian korban. Kaswiri yang dari sore merasa resah, semakin gelisah karena hingga malam hari korban belum juga pulang.

Sekitar pukul 00.00 dia didatangi Rumijan (ayah Aris Huda, red) bila ada SMS dari Aris saat itu korban ada masalah. Segera Kaswiri keluar, namun saat mengeluarkan kendaraan ketemu saudara iparnya agar pergi bersama Pak Kades.

Ternyata, Kades Mojosimo, Sukarmin Hasanudin sudah mendapat kabar bahwa Agus tewas di pinggir jalan raya. Bahkan Pak Kades sempat meminta tolong agar warga menjaga mayat supaya tidak terjadi apa-apa.

“Mendengar telepon itu saya terasa mau pingsan. Selanjutnya Pak Kades mengantar saya pulang sebelum ke lokasi,” aku Kaswiri

Menurut Kades Sukarmin, korban dikenal pendiam. Dia semaksimal mungkin akan membantu ikut mengungkap pelaku pembunuhan. “Saya dapat info, sebelum mengeroyok korban, kawanan pemuda asal Desa Cangkring Rembang itu sempat berkelahi dengan warga Desa Wonoketingal hingga didenda Rp 4 juta. Kemungkinan korban dikira warga Wonoketingal," ungkap Sukarmin.

Ditemui ketika melayat di rumah duka, Kepala SMK Ganesa Tri Harsono menyesalkan sadisme yang kerap terjadi di masyarakat. Dia sedih kehilangan siswanya yang terkenal baik, grapyak, rajin, dan pintar. “Saya berharap polisi segera menangkap dan menghukum pelaku,” tegasnya.

Terpisah, Kasubag Humas AKP Sutomo mewakili Kapolres Demak AKBP Sigit Widodo menegaskan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi. Dia berjanji segera mengungkap dan menangkap pelaku.

“Saya hanya meminta kepada pelaku menyerahkan diri ke polisi untuk mengurangi hukuman,” tandasnya. (swi/16)
 
Share this article :

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Semarang Banget - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger