Latest Post
02.14
Saat dihubungi Senin (18/3) siang, Prakoso mengatakan bahwa tidak benar jika ada kader PDIP membelot mendukung HP-Don. Dirinya menegaskan bahwa saat ini semua kader PDIP masih tetap utuh sesuai koridor partai.
“Kami belum dapat konfirmasi apakah itu benar kader kami atau hanya orang-orang yang memakai atribut mirip PDIP. Kami telah mengecek semua kader pada saat itu nampaknya masih utuh dan tetap di dalam koridor kebijakan partai,” kata Prakoso.
Dirinya mengatakan, bahwa massa yang diduga kader PDIP saat deklarasi HP-Don di Jatidiri kemarin adalah orang-orang yang memang sengaja diberi seragam merah-merah. Apalagi dalam suatu pemilihan, sudah biasa terjadi hal-hal seperti itu.
“Hal tersebut tidak merugikan kami dan tidak penting, jadi tidak terlalu banyak mempengaruhi. Yang penting adalah kembali ke calon masing-masing, karena calon kami sendiri bersih serta tidak mau melakukan intrik seperti itu,” tandasnya.
Sementara saat disinggung soal kabar adanya banyak PAC PDIP Jateng yang menggelar rapat koordinasi untuk mendukung pasangan calon bukan dari hasil rekomendasi PDIP, Prakoso mengaku sama sekali belum mengetahui soal itu dan minta dilaporkan kepadanya jika ada PAC yang melakukan hal tersebut.
“Saya malah belum tahu soal tersebut, belum ada laporan. Coba saya nanti dikabari PAC-PAC mana saja kalau memang ada yang seperti itu,” katanya.
Terpisah, Ketua Tim Sukses Pemenangan HP-Don Agus Priyadi mengatakan, terkait dugaan adanya massa PDIP yang kemarin datang saat deklarasi, pihaknya tidak berada pada posisi menolak ketika ada unsur ormas, parpol, LSM lain yang mau bergabung.
“Hanya saja etika kami adalah ingin menang secara bermartabat, kami tidak ingin ngerusuhi partai lain. Tapi jika ada unsur partai lain yang kemudian datang atas inisiatif sendiri, ya kami menghargai. Yang jelas kami tidak memprovokasi teman-teman kader partai lain untuk ikut gabung,” tuturnya.
Disinggung soal adanya DPC PDIP yang ikut bergabung mendukung HP-Don, Agus hanya bilang tidak etis jika dirinya menyebutkan, hanya saja dirinya membenarkan bahwa memang ada beberapa yang menyatakan dukungannya.
“Saya kira kurang etis jika disebutkan, nanti dikira saling klaim. Tapi adalah beberapa dan terutama yang mempunyai hubungan emosional dengan keluarga Cangkiran sudah menyatakan akan mendukung. Dan merekapun atas inisiatif sendiri, kami tidak mengundang,” pungkasnya.
Selain diusung enam partai koalisi seperti PKS, PKB, PPP, PKNU, Hanura, dan Gerindra, pasangan HP-Don juga mendapatkan dukungan dari 12 parpol nonparlemen, yaitu PKPB, PPRN, PDP, PPPI, PDS, PRN, Partai Pelopor, PDK, PNBK, PPD, PNI Marhaenisme, dan PKDI. (hep/sae)
Prakoso Bantah Kader Banteng Loncat Pagar
Written By fasrif anang maruf on Rabu, 20 Maret 2013 | 02.14
TERKAIT pemberitaan adanya sejumlah kader PDIP yang membelot memberikan dukungan ke pasangan HP-Don saat deklarasi kemarin, M.Prakoso selaku Ketua Tim Sukses pasangan Ganjar-Heru membantah keras hal tersebut.
Saat dihubungi Senin (18/3) siang, Prakoso mengatakan bahwa tidak benar jika ada kader PDIP membelot mendukung HP-Don. Dirinya menegaskan bahwa saat ini semua kader PDIP masih tetap utuh sesuai koridor partai.
“Kami belum dapat konfirmasi apakah itu benar kader kami atau hanya orang-orang yang memakai atribut mirip PDIP. Kami telah mengecek semua kader pada saat itu nampaknya masih utuh dan tetap di dalam koridor kebijakan partai,” kata Prakoso.
Dirinya mengatakan, bahwa massa yang diduga kader PDIP saat deklarasi HP-Don di Jatidiri kemarin adalah orang-orang yang memang sengaja diberi seragam merah-merah. Apalagi dalam suatu pemilihan, sudah biasa terjadi hal-hal seperti itu.
“Hal tersebut tidak merugikan kami dan tidak penting, jadi tidak terlalu banyak mempengaruhi. Yang penting adalah kembali ke calon masing-masing, karena calon kami sendiri bersih serta tidak mau melakukan intrik seperti itu,” tandasnya.
Sementara saat disinggung soal kabar adanya banyak PAC PDIP Jateng yang menggelar rapat koordinasi untuk mendukung pasangan calon bukan dari hasil rekomendasi PDIP, Prakoso mengaku sama sekali belum mengetahui soal itu dan minta dilaporkan kepadanya jika ada PAC yang melakukan hal tersebut.
“Saya malah belum tahu soal tersebut, belum ada laporan. Coba saya nanti dikabari PAC-PAC mana saja kalau memang ada yang seperti itu,” katanya.
Terpisah, Ketua Tim Sukses Pemenangan HP-Don Agus Priyadi mengatakan, terkait dugaan adanya massa PDIP yang kemarin datang saat deklarasi, pihaknya tidak berada pada posisi menolak ketika ada unsur ormas, parpol, LSM lain yang mau bergabung.
“Hanya saja etika kami adalah ingin menang secara bermartabat, kami tidak ingin ngerusuhi partai lain. Tapi jika ada unsur partai lain yang kemudian datang atas inisiatif sendiri, ya kami menghargai. Yang jelas kami tidak memprovokasi teman-teman kader partai lain untuk ikut gabung,” tuturnya.
Disinggung soal adanya DPC PDIP yang ikut bergabung mendukung HP-Don, Agus hanya bilang tidak etis jika dirinya menyebutkan, hanya saja dirinya membenarkan bahwa memang ada beberapa yang menyatakan dukungannya.
“Saya kira kurang etis jika disebutkan, nanti dikira saling klaim. Tapi adalah beberapa dan terutama yang mempunyai hubungan emosional dengan keluarga Cangkiran sudah menyatakan akan mendukung. Dan merekapun atas inisiatif sendiri, kami tidak mengundang,” pungkasnya.
Selain diusung enam partai koalisi seperti PKS, PKB, PPP, PKNU, Hanura, dan Gerindra, pasangan HP-Don juga mendapatkan dukungan dari 12 parpol nonparlemen, yaitu PKPB, PPRN, PDP, PPPI, PDS, PRN, Partai Pelopor, PDK, PNBK, PPD, PNI Marhaenisme, dan PKDI. (hep/sae)
Label:
Berita,
Jawa Tengah,
PDI P,
Pilgub,
Politik
02.06
Pasangan Hadi Prabowo–Don Murdono (HP-Don), Senin (18/3) siang, memasukkan kekurangan berkas-berkas administrasi yang diperlukan KPU sebagai syarat pencalonan maju pilgub Jateng 2013.
“Kalau Pak HP sudah lengkap berkas administrasinya, tinggal Pak Don yang kami lengkapi berkas administrasinya. Kekurangannya cuma dua dan kami lengkapi hari ini (kemarin, red),” kata perwakilan dari tim sukses, Rusmono Rudi Nuryawan.
Dari keterangan Nuryawan, dua berkas administrasi yang dibawa hari itu adalah Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dari KPK dan Surat Keterangan Tidak Mempunyai Hutang (SKTMH) dari pengadilan.
“Kami kemarin tanggal 15 Maret sudah ke KPK Jakarta menyerahkan satu bendel LHKPN dan sudah clear serta mendapat tanda terima dari KPK,” jelas Nuryawan.
Agus Priyadi selaku Ketua Tim Sukses HP-Don menambahkan, dengan pemberkasan akhir ini berarti kedua bakal calon pasangan tinggal menunggu penetapan dari KPU dan siap melakukan kampanye.
“Untuk pemberkasan persyaratan 6 partai koalisi juga sudah hampir rampung, dan kini tinggal melengkapi beberapa kekurangan saja, tidak terlalu banyak,” tukas Agus yang juga menjabat sebagai Sekretaris Gerindra Jateng. (hep/sae)
Pasangan HP-Don Lengkapi Berkas Administrasi
| Tim Sukses Pemenangan HP-Don diwakili oleh Rusmono Rudi Nuryawan dan Agus Priyadi yang juga Sekretaris Gerindra Jateng melakukan pemberkasan akhir persyaratan pencalonan. (HARSEM/HERI PRIYONO) |
PASANGAN bakal calon gubernur dan wakil gubernur pilgub Jateng 2013 melakukan pemberkasan administrasi akhir persyaratan pencalonan sesuai yang disyaratkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng.
Pasangan Hadi Prabowo–Don Murdono (HP-Don), Senin (18/3) siang, memasukkan kekurangan berkas-berkas administrasi yang diperlukan KPU sebagai syarat pencalonan maju pilgub Jateng 2013.
“Kalau Pak HP sudah lengkap berkas administrasinya, tinggal Pak Don yang kami lengkapi berkas administrasinya. Kekurangannya cuma dua dan kami lengkapi hari ini (kemarin, red),” kata perwakilan dari tim sukses, Rusmono Rudi Nuryawan.
Dari keterangan Nuryawan, dua berkas administrasi yang dibawa hari itu adalah Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dari KPK dan Surat Keterangan Tidak Mempunyai Hutang (SKTMH) dari pengadilan.
“Kami kemarin tanggal 15 Maret sudah ke KPK Jakarta menyerahkan satu bendel LHKPN dan sudah clear serta mendapat tanda terima dari KPK,” jelas Nuryawan.
Agus Priyadi selaku Ketua Tim Sukses HP-Don menambahkan, dengan pemberkasan akhir ini berarti kedua bakal calon pasangan tinggal menunggu penetapan dari KPU dan siap melakukan kampanye.
“Untuk pemberkasan persyaratan 6 partai koalisi juga sudah hampir rampung, dan kini tinggal melengkapi beberapa kekurangan saja, tidak terlalu banyak,” tukas Agus yang juga menjabat sebagai Sekretaris Gerindra Jateng. (hep/sae)
Label:
Berita,
Jawa Tengah,
Pilgub,
Politik
02.01
Lebih lanjut Armida mengatakan, Jawa Tengah akan menjadi sasaran alternatif relokasi untuk industri khususnya yang padat karya. Untuk itu, diharapkan Pemprov setempat tanggap dalam mengantisipasi rencana relokasi itu. Infrastruktur, sarana prasarana, dan sistem terpola secara menyeluruh dan terintegrasi serta menguntungkan bagi semua pihak harus disediakan.
Sementara itu, Deputy President Director PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto menyampaikan, saat ini basis industri tekstil global telah mengalami pergeseran. Banyak industri tekstil di Cina melakukan relokasi karena masalah tingginya upah tenaga kerja. Demikian juga dengan di India yang mengalami kecenderungan stagnan.
Sedang Vietnam, Kamboja, dan Bangladesh yang saat ini menjadi rising country di industri tekstil dan garmen masih mempunyai kelemahan. Industri tekstil keempat negara itu tidak sekuat Indonesia. Infrastruktur dan tenaga kerja murahlah yang selama ini menjadi dorongan negara-negara tersebut dalam mengembangkan industri tekstil.
Nah, kondisi seperti itu mestinya menjadi momentum bagi pemerintah Indonesia untuk mendorong industri nasional ager lebih maju. Sebab, industri tekstil adalah salah satu komoditi andalan manufaktur dan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional. Kontribusi industri tekstil cukup signifikan dalam perolehan devisa ekspor, penyerapan tenaga kerja dan peranannya sangat strategis dalam proses industrialisasi.
Hingga kini, “Sektor industri tekstil nasional mampu menyumbang 7 persen dari total ekspor nonmigas. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri tekstil cukup besar,” tandas Iwan. (G8-SMNetwork/yul)
Industri Tekstil Jadi Unggulan
SOLO- Tekstil menjadi salah satu industri unggulan nasional master plan perecepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3I) pada pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah dalam RPJMN 2015-2019.
Oleh karena, pemerintah sangat sangat mengapresiasi dan menghargai segala upaya yang dilakukan pelaku industri tekstil, termasuk yang dilakukan PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Menteri PPN/Kepala Bappenas Dr Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan hal itu ketika berkunjung di PT Sritex, Sukoharjo, belum lama ini.
Dikatakannya, “Belajar dari apa yang terjadi di Cina dan India tentunya kita terus mendorong agar tercipta kepastian bagi para pelaku usaha.”
Menurut dia, industri garmen yang padat karya sudah barang tentu sangat bergantung terhadap kepastian. Sebagai misal kenaikan UMR, apakah tahun depan akan ada kenaikan yang sama atau bagaimana, termasuk besaran kenaikan inilah yang menjadi harapan kepastian dari para investor/pengusaha untuk berhitung. Bila kenaikan UMR itu tidak masuk hitungan, tentu saja pabrik akan direlokasi, apakah relokasi itu ke daerah lain atau ke luar negeri.
Oleh karena, pemerintah sangat sangat mengapresiasi dan menghargai segala upaya yang dilakukan pelaku industri tekstil, termasuk yang dilakukan PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Menteri PPN/Kepala Bappenas Dr Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan hal itu ketika berkunjung di PT Sritex, Sukoharjo, belum lama ini.
Dikatakannya, “Belajar dari apa yang terjadi di Cina dan India tentunya kita terus mendorong agar tercipta kepastian bagi para pelaku usaha.”
Menurut dia, industri garmen yang padat karya sudah barang tentu sangat bergantung terhadap kepastian. Sebagai misal kenaikan UMR, apakah tahun depan akan ada kenaikan yang sama atau bagaimana, termasuk besaran kenaikan inilah yang menjadi harapan kepastian dari para investor/pengusaha untuk berhitung. Bila kenaikan UMR itu tidak masuk hitungan, tentu saja pabrik akan direlokasi, apakah relokasi itu ke daerah lain atau ke luar negeri.
Lebih lanjut Armida mengatakan, Jawa Tengah akan menjadi sasaran alternatif relokasi untuk industri khususnya yang padat karya. Untuk itu, diharapkan Pemprov setempat tanggap dalam mengantisipasi rencana relokasi itu. Infrastruktur, sarana prasarana, dan sistem terpola secara menyeluruh dan terintegrasi serta menguntungkan bagi semua pihak harus disediakan.
Sementara itu, Deputy President Director PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto menyampaikan, saat ini basis industri tekstil global telah mengalami pergeseran. Banyak industri tekstil di Cina melakukan relokasi karena masalah tingginya upah tenaga kerja. Demikian juga dengan di India yang mengalami kecenderungan stagnan.
Sedang Vietnam, Kamboja, dan Bangladesh yang saat ini menjadi rising country di industri tekstil dan garmen masih mempunyai kelemahan. Industri tekstil keempat negara itu tidak sekuat Indonesia. Infrastruktur dan tenaga kerja murahlah yang selama ini menjadi dorongan negara-negara tersebut dalam mengembangkan industri tekstil.
Nah, kondisi seperti itu mestinya menjadi momentum bagi pemerintah Indonesia untuk mendorong industri nasional ager lebih maju. Sebab, industri tekstil adalah salah satu komoditi andalan manufaktur dan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional. Kontribusi industri tekstil cukup signifikan dalam perolehan devisa ekspor, penyerapan tenaga kerja dan peranannya sangat strategis dalam proses industrialisasi.
Hingga kini, “Sektor industri tekstil nasional mampu menyumbang 7 persen dari total ekspor nonmigas. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri tekstil cukup besar,” tandas Iwan. (G8-SMNetwork/yul)
Label:
Berita,
Bisnis,
Ekonomi,
Jawa Tengah
01.56
Grosir Sido Muncul Kunjungi Semarang dan Yogya
YOGYAKARTA - Sebagai mitra kerja yang baik, selama tiga hari mulai Jumat -Minggu (15-17/3) sebanyak 50 grosir besar yang ada di Jakarta dan sekitarnya oleh PT Sido Muncul diajak plesir ke Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Para grosir besar ini diberi kesempatan mengunjungi pabrik PT Sido Muncul di Semarang. Apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari semangat mencintai produk-produk Indonesia yang ternyata dapat mengungguli produk-produk asing.
Yang menarik dari kesibukan para grosir ini, terntara omzet mereka cukup menjanjikan dan menggiurkan karena diantara mereka da yang beromzet Rp 1,5 miliar sehari. Sebagai pedagang tentunya omzet ini cukup besar.
Para grosir besar itu biasanya piknik ke luar negeri, seperti ke Thailand, Malaysia, Makau, Singapura, Hongkong dan sejumlah negara lain. Tapi kali ini oleh PT Sido Muncul mereka justru diajak ke Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Di luar dugaan, sebagian dari mereka rupanya belum pernah mengunjungi objek wisata yang ada di Jawa Tengah, seperti Kota Lama, Simpang Lima, Candi Borobudur, Gunung Merapi dan sebagainya.
Dari kunjungan ini, mereka baru sadar bahwa Indonesia memiliki objek wisata yang tidak kalah indahnya dengan objek wisata yang ada di luar negeri yang selama ini pernah mereka kunjungi.
"Saya terkesan dengan kunjungan ini. Saya jadi lebih bangga memiliki Indonesia, seperti pesan Pak Irwan Hidayat (Dirut PT Sido Muncul) agar selalu mencintai produk Indonesia,'' ujar Ny Herlianti Sutedjo dan Ny Juminah Setya Budi, grosir yang mengikuti program tersebut di Hotel Tentrem Yogyakarta, kemarin malam.
Semangat mencintai Indonesia itulah yang membuat wanita asli Solo dan Jakarta itu begitu bersemangat menjual produk-produk perusahaan jamu dan farmasi terbesar di Indonesia ini. Omzetnya satu bulan bisa mencapai lebih dari Rp 150 juta.
Setiap bulan ia mengorder lebih dari 150 karton produk Tolak Angin dan Kuku Bima Energi. Menurut dia dua produk ini yang paling laku keras di pasaran. ''Hampir semua produk Sido Muncul laku, tapi yang paling laku Tolak Angin dan Kuku Bima Energi,'' jelas Herlina.
Salah satu kelebih dari PT Sido Muncul, menurut dia, pihaknya selaku grosir merasa sudah menjadi keluarga dari perusahan tersebut. Hal itulah yang dilakukan Sido Muncul, sehingga para grosir seneng menjual produk Sido Muncul.
"Dukanya nggak ada karena barangnya memang mudah dijual dan laku serta dicari orang. Untungnya banyak. Kita juga dapat bonus dari penjualan. Pak Irwan itu luar biasa. Kami merasa sangat dihargai. Layanannya bagus. Toko merasa sangat didukung," ujar Herlina.
Seperti halnya Ny Herlina, grosir lainnya yaitu Juminah menyatakan serupa produk Tolak Angin dan Kuku Bima Energi sangat dicari. Tapi dia lebih ke spesifik produk jamu seperti Jamu Komplet dan lainnya. Dalam sebulan omzetnya mencapai kisaran Rp 300 juta. Sekali order bisa ratusan karton.
Demikian pula, hubungan dengan PT Sido Muncul sudah seperti keluarga sendiri. Grosir lainnya, Tugiman dan Suryadi, menyatakan produk PT Sido Muncul laku keras di pasaran. "Saya 100 karton tiap ambil order. Bisa tiga kali dalam sebulan,'' kata Suryadi.
''Omzet kami mencapai Rp 300 juta itu sudah bisa dipastikan. Pasarannya sangat bagus dan luas. Apalagi produk Kuku Bima Energi dengan iklan Mbah Maridjan langsung melejit 50 persen," tambah Suryadi.
Tugiman menambahkan saat ini produk PT Sido Muncul mampu menguasai pasaran. Karena itulah dia sangat antusias karena memang produknya dicari konsumen sehingga cepat laku.
Secara pribadi dia salut kepada Irwan Hidayat yang selalu menghargai jasa-jasa orang lain termasuk para grosir. ''Kami salut dengan Pak Irwan, karena bisa menghargai jasa-jasa orang lain termasuk kepada kami,'' katanya.
Sementara Dirut PT Sido Muncul, Irwan Hidayat menyatakan, 50 grosir besar dari Jakarta itu memang secara khusus diajak berwisata ke Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan misi utama adalah berwisata ke negeri sendiri.
Biasanya perusahaan lain mengajak pelesir ke luar negeri. Padahal sebenarnya mereka sudah sering ke luar negeri, termasuk ke Hongkong maupun ke Singapura. Bagi mereka bukan hal yang baru, sebaliknya ketika diajak berwisata ke daerah tentu akan terasa lain.
''Ternyata setelah kami ajak keliling ke berbagai objek wisata yang ada di Semarang dan Yogyakarta, ternyata mereka mengaku senang karena rata-rata mereka belum pernah berkunjung ke Semarang maupun Yogyakarta,'' ujar Irwan Hidayat.
''Kegiatan ini bukan sekadar berwisata saja. Kali ini kami mengajak untuk mengenali diri sendiri dengan berkunjung ke berbagai objek wisata yang ada di daerah,'' tambah Irwan Hidayat.
Pelesir dengan 50 grosir besar dari Jakarta itu merupakan program yang pertama. Dijadwalkan nantinya menyusul grosir-grosir lain dari wilayah lain misalnya DIY dan Jawa Tengah.
"Ini yang pertama, kita kan punya ribuan grosir. Kita ajak ke Yogya dan Jawa Tengah untuk mengenalkan negeri sendiri. Mereka sudah sering ke luar negeri dan saya ingin mengenalkan potensi wisata di Indonesia sekaligus dalam rangka promosi Visit Jawa Tengah 2013," kata Irwan. (sgt/SMNetwork/yul)
Para grosir besar ini diberi kesempatan mengunjungi pabrik PT Sido Muncul di Semarang. Apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari semangat mencintai produk-produk Indonesia yang ternyata dapat mengungguli produk-produk asing.
Yang menarik dari kesibukan para grosir ini, terntara omzet mereka cukup menjanjikan dan menggiurkan karena diantara mereka da yang beromzet Rp 1,5 miliar sehari. Sebagai pedagang tentunya omzet ini cukup besar.
Para grosir besar itu biasanya piknik ke luar negeri, seperti ke Thailand, Malaysia, Makau, Singapura, Hongkong dan sejumlah negara lain. Tapi kali ini oleh PT Sido Muncul mereka justru diajak ke Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Di luar dugaan, sebagian dari mereka rupanya belum pernah mengunjungi objek wisata yang ada di Jawa Tengah, seperti Kota Lama, Simpang Lima, Candi Borobudur, Gunung Merapi dan sebagainya.
Dari kunjungan ini, mereka baru sadar bahwa Indonesia memiliki objek wisata yang tidak kalah indahnya dengan objek wisata yang ada di luar negeri yang selama ini pernah mereka kunjungi.
"Saya terkesan dengan kunjungan ini. Saya jadi lebih bangga memiliki Indonesia, seperti pesan Pak Irwan Hidayat (Dirut PT Sido Muncul) agar selalu mencintai produk Indonesia,'' ujar Ny Herlianti Sutedjo dan Ny Juminah Setya Budi, grosir yang mengikuti program tersebut di Hotel Tentrem Yogyakarta, kemarin malam.
Semangat mencintai Indonesia itulah yang membuat wanita asli Solo dan Jakarta itu begitu bersemangat menjual produk-produk perusahaan jamu dan farmasi terbesar di Indonesia ini. Omzetnya satu bulan bisa mencapai lebih dari Rp 150 juta.
Setiap bulan ia mengorder lebih dari 150 karton produk Tolak Angin dan Kuku Bima Energi. Menurut dia dua produk ini yang paling laku keras di pasaran. ''Hampir semua produk Sido Muncul laku, tapi yang paling laku Tolak Angin dan Kuku Bima Energi,'' jelas Herlina.
Salah satu kelebih dari PT Sido Muncul, menurut dia, pihaknya selaku grosir merasa sudah menjadi keluarga dari perusahan tersebut. Hal itulah yang dilakukan Sido Muncul, sehingga para grosir seneng menjual produk Sido Muncul.
"Dukanya nggak ada karena barangnya memang mudah dijual dan laku serta dicari orang. Untungnya banyak. Kita juga dapat bonus dari penjualan. Pak Irwan itu luar biasa. Kami merasa sangat dihargai. Layanannya bagus. Toko merasa sangat didukung," ujar Herlina.
Seperti halnya Ny Herlina, grosir lainnya yaitu Juminah menyatakan serupa produk Tolak Angin dan Kuku Bima Energi sangat dicari. Tapi dia lebih ke spesifik produk jamu seperti Jamu Komplet dan lainnya. Dalam sebulan omzetnya mencapai kisaran Rp 300 juta. Sekali order bisa ratusan karton.
Demikian pula, hubungan dengan PT Sido Muncul sudah seperti keluarga sendiri. Grosir lainnya, Tugiman dan Suryadi, menyatakan produk PT Sido Muncul laku keras di pasaran. "Saya 100 karton tiap ambil order. Bisa tiga kali dalam sebulan,'' kata Suryadi.
''Omzet kami mencapai Rp 300 juta itu sudah bisa dipastikan. Pasarannya sangat bagus dan luas. Apalagi produk Kuku Bima Energi dengan iklan Mbah Maridjan langsung melejit 50 persen," tambah Suryadi.
Tugiman menambahkan saat ini produk PT Sido Muncul mampu menguasai pasaran. Karena itulah dia sangat antusias karena memang produknya dicari konsumen sehingga cepat laku.
Secara pribadi dia salut kepada Irwan Hidayat yang selalu menghargai jasa-jasa orang lain termasuk para grosir. ''Kami salut dengan Pak Irwan, karena bisa menghargai jasa-jasa orang lain termasuk kepada kami,'' katanya.
Sementara Dirut PT Sido Muncul, Irwan Hidayat menyatakan, 50 grosir besar dari Jakarta itu memang secara khusus diajak berwisata ke Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan misi utama adalah berwisata ke negeri sendiri.
Biasanya perusahaan lain mengajak pelesir ke luar negeri. Padahal sebenarnya mereka sudah sering ke luar negeri, termasuk ke Hongkong maupun ke Singapura. Bagi mereka bukan hal yang baru, sebaliknya ketika diajak berwisata ke daerah tentu akan terasa lain.
''Ternyata setelah kami ajak keliling ke berbagai objek wisata yang ada di Semarang dan Yogyakarta, ternyata mereka mengaku senang karena rata-rata mereka belum pernah berkunjung ke Semarang maupun Yogyakarta,'' ujar Irwan Hidayat.
''Kegiatan ini bukan sekadar berwisata saja. Kali ini kami mengajak untuk mengenali diri sendiri dengan berkunjung ke berbagai objek wisata yang ada di daerah,'' tambah Irwan Hidayat.
Pelesir dengan 50 grosir besar dari Jakarta itu merupakan program yang pertama. Dijadwalkan nantinya menyusul grosir-grosir lain dari wilayah lain misalnya DIY dan Jawa Tengah.
"Ini yang pertama, kita kan punya ribuan grosir. Kita ajak ke Yogya dan Jawa Tengah untuk mengenalkan negeri sendiri. Mereka sudah sering ke luar negeri dan saya ingin mengenalkan potensi wisata di Indonesia sekaligus dalam rangka promosi Visit Jawa Tengah 2013," kata Irwan. (sgt/SMNetwork/yul)
01.45
“Bila banyak aparat kepolisian berseragam lengkap dengan senjata, dikwatirkan justru mengganggu psikologi siswa. Kita percaya melalui pakta integritas para guru tak berani melakukan kecurangan,” ungkap Bupati Dachirin setelah penandatanganan pakta integritas UN di Pendopo Kabupaten, Senin (18/3).
Pada dasarnya siswa sudah menyiapkan diri untuk menghadapi UN, dikawatirkan adanya aparat polisi berseragam justru menurunkan semangat untuk mengerjakan soal. Seakan-akan ada sesuatu yang genting sedang terjadi, sehingga psikologi siswa terganggu.
Pada prinsipnya Bupati berharap, tak ada kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan UN, apalagi dalam UN tahun 2013 dilakukan dengan sistem pengawasan secara silang antar empat sekolah, dan munculnya kebijakan diberikan 20 paket soal UN yang berbeda.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Demak, H Afhan Noor menambahkan, untuk mengantisipasi pelaksanaan UN secara jujur, pemerintah memberikan 20 paket dalam soal UN. Hal ini sangat mustahil bagi para oknum guru, yang akan melakukan kecurangan dengan memberikan bocoran kunci jawaban.
Selanjutnya pihak dinas juga akan menindak tegas para oknum guru atau pegawai sekolah yang berani melakukan kecurangan. “Kita akan lihat kesalahan dan kecurangan yang dilakukan,” katanya.
Sebagaimana diberitakan Harsem, pelaksanaan UN akan dilakukan secara bertahap, untuk jadwal UN SMP/MTs/SMPLB dimulai 22-25 April dan ujian susulan pada 29 April-2 Mei. Untuk SMA/MA UN dimulai 15-18 April dan susulan 22-25 April, sedangkan SMK akan menggelar UN 15-17 April dan susulan 22-24 April.
Sementara peserta didik di Kabupaten Demak yang akan mengikuti UN, sebanyak 17.721 siswa SMP/MTs, SMA/MA 7.895 siswa , dan SMK 3.122 siswa. Untuk SD yang akan mengikuti ujian akhir semeter mencapai 21.048 siswa dan MI 17.548 siswa, ujarnya. (swi/hst)
Saat UN, Polisi Jangan Berpakaian Seragam
![]() |
| Para kepala sekolah menandatangani pakta integritas disaksikan Bupati Demak HM Dachirin Said. HARSEM/SUKMAWIJAYA |
UNTUK mengantisipasi dampak psikologi siswa pada saat mengikuti ujian nasional (UN), polisi dalam pengamanan soal UN agar memakai baju biasa, dan tidak melengkapi diri dengan senjata api.
Demak Menurut Bupati Demak HM Dachirin Said, pelaksanaan UN merupakan kegiatan rutin pembelajaran bagi siswa, bila semua polisi mamakai seragam uniform saat mengamankan soal-soal UN, dikawatirkan justru mengganggu psikologi siswa ketika mengerjakan soal ujian.
Demak Menurut Bupati Demak HM Dachirin Said, pelaksanaan UN merupakan kegiatan rutin pembelajaran bagi siswa, bila semua polisi mamakai seragam uniform saat mengamankan soal-soal UN, dikawatirkan justru mengganggu psikologi siswa ketika mengerjakan soal ujian.
“Bila banyak aparat kepolisian berseragam lengkap dengan senjata, dikwatirkan justru mengganggu psikologi siswa. Kita percaya melalui pakta integritas para guru tak berani melakukan kecurangan,” ungkap Bupati Dachirin setelah penandatanganan pakta integritas UN di Pendopo Kabupaten, Senin (18/3).
Pada dasarnya siswa sudah menyiapkan diri untuk menghadapi UN, dikawatirkan adanya aparat polisi berseragam justru menurunkan semangat untuk mengerjakan soal. Seakan-akan ada sesuatu yang genting sedang terjadi, sehingga psikologi siswa terganggu.
Pada prinsipnya Bupati berharap, tak ada kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan UN, apalagi dalam UN tahun 2013 dilakukan dengan sistem pengawasan secara silang antar empat sekolah, dan munculnya kebijakan diberikan 20 paket soal UN yang berbeda.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Demak, H Afhan Noor menambahkan, untuk mengantisipasi pelaksanaan UN secara jujur, pemerintah memberikan 20 paket dalam soal UN. Hal ini sangat mustahil bagi para oknum guru, yang akan melakukan kecurangan dengan memberikan bocoran kunci jawaban.
Selanjutnya pihak dinas juga akan menindak tegas para oknum guru atau pegawai sekolah yang berani melakukan kecurangan. “Kita akan lihat kesalahan dan kecurangan yang dilakukan,” katanya.
Sebagaimana diberitakan Harsem, pelaksanaan UN akan dilakukan secara bertahap, untuk jadwal UN SMP/MTs/SMPLB dimulai 22-25 April dan ujian susulan pada 29 April-2 Mei. Untuk SMA/MA UN dimulai 15-18 April dan susulan 22-25 April, sedangkan SMK akan menggelar UN 15-17 April dan susulan 22-24 April.
Sementara peserta didik di Kabupaten Demak yang akan mengikuti UN, sebanyak 17.721 siswa SMP/MTs, SMA/MA 7.895 siswa , dan SMK 3.122 siswa. Untuk SD yang akan mengikuti ujian akhir semeter mencapai 21.048 siswa dan MI 17.548 siswa, ujarnya. (swi/hst)
Label:
Berita,
Demak,
Desakundi,
Pendidikan










