Minta Polisi Tangkap Pelaku
DEMAK- Baru sepekan suaminya tewas tertabrak truk. Bagi Siti Sumiatun (32), warga RT 01/ RW 01 Dukuh Merbung, Desa Kemloko, Kecamatan Godong, Grobogan, derita yang dialaminya semakin berat, apalagi anak di dalam kandungannya tinggal menunggu hari, untuk dilahirkan.
“Semakin berat, kadang lupa, tiba-tiba sudah membuatkan minuman kopi untuk mendiang suami saya,” aku Sumiatun kemarin. Perempuan ini sebagian cermin derita keluarga korban kecelakaan maut, kini kehidupannya harus ditanggung sendiri. Suami yang menjadi tulang punggung keluarga, telah pergi untuk selamanya.
Suaminya Sutrisno (35), tewas akibat kecelakaan tabrak lari, Jumat (8/11) dini hari. Sutrisno yang berprofesi memburu belut biasa mencarinya di wilayah pedesaan lain. Namun naas baginya ketika melintas di jalan raya Demak-Gubug wilayah Desa Mijen, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Sutrisno ditabrak sebuah truk tangki air, dari arah yang berlawanan.
“Kemungkinan sopir truk mengantuk hingga truk oleng,” ungkap saksi kejadian, Marno (30) warga Desa Kemloko. Marno yang juga teman seprofesi korban, secara langsung melihat kejadian itu, dan bagaimana truk itu langsung kabur.
Ketika melihat korban masih bernafas, dirinya sempat meminta warga sekitar membantunya mengirim korban ke RSUP Dr Kariadi Semarang, kendati sampai di rumah sakit nyawa korban sudah tak tertolong lagi.
Kembali kata Sumiatun, duka akibat kecelakaan maut itu dianggapnya sebagai ujian hidup, namun dirinya meminta petugas yang berwajib bisa menangkap pelaku penabrak suaminya, agar menerima hukuman yang setimpal dengan dosanya. (swi/tab)


Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.