Asyik Duduk-duduk, Pelajar Kerobohan Pohon
| Suripan menunjukan lokasi korban duduk-duduk sebelum kerobohan pohon |
DEMAK-Nasib apes dialami Samsul Fuad, siswa SMAN 1 Karangtengah. Sedang asyik duduk-duduk di pinggir jalan, dia kerobohan pohon palem. Akibatnya fatal, tulang belakangnya patah.
Musibah itu terjadi Sabtu (10/3) sore sekitar pukul 15.30. Kala itu, korban bersama 9 temannya tengah duduk santai di kawasan Stadion Pancasila. Sebelum tertimpa, korban Samsul dan temannya duduk di pembatas jalan. Sebagian berdiri jalan jalur lambat atau sebelah Selatan Stadion Pancasila.
"Saat itu angin tidak terlalu kencang. Tiba-tiba pohon palem di belakang kami roboh. Kami sempat menghindar, namun Samsul malah tertimpa," cerita teman sekolah korban, Nur Rohman bin Abdul Jalil (16), kemarin.
Menurut saksi mata lain, Suripan (39), pohon palem yang berada di jalan masuk Stadion Pancasila sudah lapuk karena mati. Sedikitnya 10 pelajar berada di lokasi sebelum pohon itu roboh.
"Saat pohon roboh, terdengar seperti suara batang patah. Korban yang duduk di pembatas sempat menghindar, tapi masih kerobohan," ungkap Suripan.
Dirinya yang biasa berjualan buah di depan kawasan stadion melihat langsung, saat pohon itu roboh dan para pelajar berhamburan. Dia melihat korban yang kerobohan langsung pingsan dengan posisi badan melingkar.
Pohan palem setinggi 8 meter itu roboh dan batangnya melintang memenuhi jalan jalur lambat. Sebagian saksi mata lain heran, saat kejadian ada banyak pelajar dan empat sepeda motor diparkir di sebelahnya. Namun Samsul menjadi satu-satunya korban.
Lumpuh Total
Setelah kejadian, warga langsung mengevakuasi korban ke RSUD Sunan Kalijaga, namun kemudian dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. "Korban menderita kompresi (patah) tulang belakang, sementara RSUD belum memiliki fasilitas untuk operasi tulang dan bedah saraf. Kami langsung merujuk ke RSI Sultan Agung," ungkap dokter jaga UGD RSUD Sunan Kalijaga, dr Yulis Muftafiah kepada Harsem.
Sementara dokter jaga RSI Sultan Agung, dr Teguh Pambudi mengatakan korban masuk RSI sekitar pukul 18.15. Dia memprediksi korban akan mengalami kelumpuhan total, karena mengalami kompresi pada vetebral lumbal 1 dan torakal 12 atau tulang belakang daerah dada sampai pinggang.
"Dari kemungkinan itu pasien akan diberi tindakan pemasangan plat dan bedah saraf, namun kemungkinan lumpuh total sangat tinggi, mencapai 70 persen," jelasnya.
Beberapa warga sekitar lokasi kejadian mengaku heran kenapa pohon palem yang sudah mati belum dipotong oleh dinas terkait. "Kami mohon dinas terkait sudi memberi santunan kepada anak kami," ungkap Sugianto (57) orangtua korban, warga RT 03 RW 02 Desa Karangsari, Karangtengah. Sugianto yang pensiunan PNS hanya bisa pasrah dengan kondisi putranya Samsul, yang merupakan pemain inti tim sepakbola SMAN 1 Karangtengah.
Terpisah, Kabid Pertamanan DPUPPE, Listyo Marsono membantah pohon palem menjadi kewenangannya. "Bidang saya hanya mengawasi pohon-pohon di pinggir jalan. Sedangkan pohon palem yang roboh berada di lingkungan stadion, bukan kewenangan saya," aku Listyo.
Sementara Sekretaris DPUPPE, Walimin mengatakan justru pengawasan pohon menjadi ranah Bidang Pertanahan. Dia berjanji akan mengkonsultasikan kepada Kepala DPUPPE, Budi Haryanto agar dinas bisa memberikan santunan. (swi/16)
Labels
Desakundi
Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.