Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Dijemur dan Ditendang, Siswa Masuk RS


Rojikan (14) ditunggui Suwarni (40) ibunya di RSUD R Soedjati Purwodadi, kemarin. Dia diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan gurunya


GROBOGAN-Akibat telat masuk kelas, lima siswa dijemur dan ditendang oleh guru. Salah satu sampai dirawat ke rumah sakit. Pihak sekolah beralasan, dia diopname karena demam.

AKIBAT iseng membeli topi, Rojikan siswa MTs Negeri Penawangan di Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan harus dirawat di rumah sakit. Pasalnya, keisengannya berakibat terlambat masuk kelas. Kemudian dihukum dijemur di halaman sekolah dan ditendang gurunya sendiri, Suwondo.

Insiden terjadi Jumat (9/3) pekan lalu sekitar pukul 10.00. Pada pada jam istirahat, lima siswa membeli topi di pasar Sedadi. Ketika kembali ke sekolah, ternyata terlambat dan pelajaran sudah dimulai. Melihat muridnya terlambat, Suwondo marah dan menghukum mereka dengan cara dijemur di halaman. Mereka adalah Anam, Abdur Rohman, Yakin, Thohir dan Abdur Rohman.

''Sebelum ditendang, saya dijemur selama 15 menit di halaman sekolah. Setelah ditendang, pikiran saya langsung kosong dan tidak ingat apa-apa,'' kata korban saat ditemui di Ruang Nusa Indah kamar 4 RSUD R Soedjati Purwodadi, kemarin.

''Saya dan Thohir ditendang mengenai kepala, sedangkan yang lain ditampar dengan tangan,'' ujar Rojikan didampingi Suwarni (40) ibunya, dan Suradi (34) pamannya.

Hukuman fisik itu dilakukan Suwondo, guru bahasa Arab, di kantor guru.  ''Mungkin tendangannya terlalu keras. Sesampai di rumah dia pingsan. Kalau memang anak saya melanggar, cukup ditegur atau diberi sanksi sesuai aturan. Jangan diperlakukan seperti itu,'' sesal Suwarni.

Setelah ditendang gurunya, Rojikan kerap pusing dan muntah-muntah selama dua hari terakhir. Menurut Suwarni, dia yang melahirkan saja belum pernah mengerasi anaknya. Apalagi anaknya sudah yatim. “Coba saja kalau anak Pak Guru diperlakukan seperti itu, apa tak marah,” ujarnya. Menanggapi kejadian itu, guru BP MTs Negeri Penawangan Anik mengatakan kasus yang menimpa Rojikan sudah dirapatkan kepala dan wakil Kepala Sekolah. ''Hasilnya saya belum tahu karena saya tidak ikut rapat. Kami sudah berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan,'' kata Anik.

Sementara, salah satu guru Ruslin menyangkal adanya tindak kekerasan di sekolahnya. Dia mengatakan Rojikan dirawat RSUD R Soedjati karena sakit demam.

''Kami keluarga besar MTsN Penawangan membantah dikatakan ada tindakan kekerasan yang dilakukan guru terhadap muridnya. Menurut kami kalau sebatas menjewer tidak termasuk kekerasan. Tapi tidak benar ditendang atau dipukuli. Bahkan kami memberi semangat kepada Rojikan agar segera sembuh dan kembali bersekolah,'' katanya. (K11-JBSM/16)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]
Create gif animations. Loogix.com. Animated avatars. Animated avatar. Motley Animated avatar. Gif animator. Animated avatar. Gif animator. Zoom Gif animator. Motley Create gif animations. Zoom Animated avatar. Movie Create gif animations. Gif animator. Zoom Animated avatar. Loogix.com. Animated avatars. Negative Animated avatar. Zoom Rumah Zakat Animated avatar. Negative Babyface, Harian Semarang liquid executive club, tonitok rendezvous