Lahir di Kapal, Bayi Meninggal
SEORANG penumpang kapal penumpang KM Sirimau, Carolina (32), warga Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami nasib tragis. Pasalnya, kandungan 7 bulan dalam rahimnya "ambrol" di dalam kapal saat menempuh perjalanan. Namun bayi prematur yang telah diberi nama Kristina itu akhirnya meninggal dan dievakuasi di Pelabuhan Tanjung Emas, kemarin pagi.
Informasi yang dihimpun, KM Sirimau berangkat dari pelabuhan Batu Licin Nusa Tenggara Timur, menuju Batam. "Saya tak mengira sebelumnya, karena sebelumnya memang belum ada tanda-tanda melahirkan. Terlebih usia kandungan baru 7 bulan," kata Carolina saat dimintai keterangan petugas Inavis Polrestabes, kemarin.
Di hadapan polisi Carolina menjelaskan, dia ditemani adiknya Lia (28) bermaksud menuju ke Malaysia menyusul suaminya, Krisna Mutitia,(45), yang bekerja di daerah Johor. "Jalur kapal transit ke Batam dulu, baru dilanjutkan ke Malaysia," kata Carolina.
Namun di perjalanan, kurang lebih di lautan Jawa, kandungan Carolina melahirkan pada Sabtu (10/3), pukul 03.00, dibantu tim medis yang berada di kapal tersebut. Tentu saja kelahiran itu membuat panik, pasalnya bayi mungil itu lahir dalam kondisi prematur. "Barangkali memang usianya belum matang," tambahnya.
Meski fisik sang bayi tidak standar normal bayi biasa (kecil), namun kondisinya sempat sehat. Bayi yang telah diberi nama Kristina itu dalam perawatan tim medis KM Sirimau. Namun entah kenapa pada Minggu (11/3) pagi, kesehatan sang bayi memburuk hingga akhirnya pukul 09.00, sang bayi menghembuskan nafas terakhir.
Kapal penumpang tersebut berlabuh di pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Senin (12/3), pukul 09.00. Atas hal tersebut, tim Inavis Polrestabes Semarang yang mendapatkan laporan langsung menuju ke Tanjungmas untuk melakukan evakuasi. "Hasil identifikasi, korban tidak membawa bekal ganti pakaian saat menempuh perjalanan itu. Kandungan lahir sekitar 7-8 bulan. Berat bayi 2000 gram dengan panjang 35 cm. Hingga meninggal, bayi tersebut berumur 1 hari," terang salah seorang petugas Inavis.
Jasad bayi kemudian dibawa ke RSUP Dr Kariadi guna penyelidikan lebih lanjut. Tak lama kemudian, bayi malang tersebut disemayamkan di makam sekitar RSUP Dr Kariadi. Sementara Carolina bersama adiknya kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal tersebut. "Saya telah mengikhlaskan kepergiannya. Mudah-mudahan di lain waktu kami bersama keluarga bisa menjenguk makam anak saya di sini (Semarang, Red)," ujarnya berkaca-kaca. (abm-17)
Labels
Warta Kota
Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.