Suspect Chikungunya Sampel Darah Dites di Jakarta
SAMPEL darah dari warga Jalan Kanguru Kecamatan Gayamsari yang dinyatakan suspect chikungunya dikirim ke Jakarta untuk keperluan diagnosis agar lebih akurat. Setidaknya terdapat 21 warga yang dinyatakan suspect chikungunya oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang
Kepala Sub Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit DKK Semarang Widoyono mengatakan hasil dari sampal darah tersebut kemungkinan keluar pekan depan. Ia mengatakan penyakit yang muncul akibat infeksi virus lebih rumit didiagnosis dibandingkan penyakit dari bakteri.
“Kalau akibat bakteri diagnosisnya lebih cepat, ukuran virus ini lebih kecil sehingga butuh mikroskop untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan tidak semua laboratorium memilikinya,” tuturnya kemarin.
Hingga kini belum ditemukan pasien baru pada kasus yang merebak pada akhir Februari lalu. Seluruh pasien dinyatakan sembuh namun masih dilakukan pemantauan dan sosialisasi penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti. “Masyarakat juga terus diminta untuk waspada,” tandasnya.
Camat Gayamsari Bambang Purnomo Adji mengatakan Puskesmas keliling juga digiatkan untuk memantau kondisi masyarakat sebagai pencegahan dini. Selain itu warga juga diminta aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di masing-masing wilayah.
“Keberadaan juru pemantau jentik (jumantik) juga dioptimalkan dengan melakukan pengecekan ke rumah- rumah warga. Peran jumantik semakin efektif dengan mengajak ibu- ibu PKK menjaga kebersihan lingkungan,” katanya. (pru-17)
Labels
Warta Kota
Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.