Kebakaran 12 Kios Masih Misterius 13 Saksi Diperiksa
![]() |
| Unit Labfor Polrestabes memeriksa tempat kejadian kebakaran yang menghanguskan belasan kios pkl di Jalan Abdurrahman Saleh, Senin (12/3). |
TIM Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng melakukan identifikasi di lokasi kebakaran yang meludeskan 12 kios di depan Islamic Center Jalan Abdul Rahman Saleh, kemarin. Hingga saat ini, kepolisian telah memeriksa 13 saksi guna menyelidiki penyebab kebakaran yang masih misterius itu.
Didampingi tim dari Polrestabes Semarang dan Polsek Ngaliyan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti untuk diteliti. Di antaranya sejumlah kabel, meteran PLN, kipas angin dan dua tabung gas. “Terkait sejumlah barang bukti ini, kami akan melakukan penelitian di laboratorium dulu ," kata AKBP Rini Pujiastuti, Ketua Tim Labfor Polda Jateng, kemarin.
Selain itu, ada dugaan ditemukan jejak-jejak pembobolan sebelum terjadi kebakaran. Informasi yang dihimpun, beberapa warga ada yang menemukan gembok kios dalam posisi rusak, seperti bekas dijebol. "Iya, kami memang menemukan gembok yang dimaksud, namun apakah benar atau tidak itu bekas pembobolan masih kami selidiki. Gembok yang terbuka memang seperti bekas dijebol," ujar seorang anggota polisi yang turun melakukan identifikasi.
Kanit Tipiter Polrestabes Semarang AKP Joko Santoso mengatakan, pihaknya belum menemukan adanya indikasi bila ada kasus pembobolan sebelum terjadi kebakaran. “Namun yang pasti, hingga saat ini, ada 4 saksi baru diperiksa. Sebelumnya kami sudah memeriksa 9 saksi. Jadi total saksi yang sudah diperiksa ada 13. Terkait penyebab kebakaran ya tunggu hasil Labfor," katanya.
Kabar yang berkembang di lokasi kejadin menyebutkan, kebakaran disebabkan korsleting listrik dari salah satu kios. Namun di antara warga ada yang berpendapat kebakaran tersebut sengaja dibakar. Hal itu merupakan salah satu cara jitu untuk mengusir para PKL yang telah mengakar di tempat terlarang itu. Selain itu dikabarkan, daerah yang ditempati para PKL tersebut telah kena pelebaran jalan. Namun hingga saat ini belum berhasil dilaksanakan.
Penjaga keamanan kios, Ilham (29), mengaku tidak mengetahui kejadian yang menyebabkan kerugian sekitar Rp 1,25 miliar itu. Pasalnya, ia malam itu pulang lebih awal. “Saya pulang sekitar pukul 03.45 karena ditelepon isteri lantaran anak sedang tidak enak badan. Namun belum lama di rumah kemudian mendapat kabar bila terjadi kebakaran di ruko,” kata warga Kampung gang Panjang RT 06/RW 03, Bambankerep Ngaliyan,
Dia mengaku telah 1,5 tahun menjadi penjaga keamanan di tempat tersebut. Pria yang digaji sebesar Rp 550 ribu per bulan itu biasanya meninggalkan kios pukul 05.00. Sementara salah satu korban Adi Wusito membatah jika kebakaran disengaja. Dia yakin, Pemkot bakal membantu membangunkan kios kembali. "Dulu memang pernah ada sosialisasi pelebaran jalan, namun untuk alokasi waktu belum. Apalagi tahap ganti rugi. Itu hanya bersifat informasi. Bahkan informasi yang saya dapat, Pemkot akan membangun kios dengan konsep terbuka," kata ketua Paguyuban PKL Islamic Center ini. (abm-12)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.