Kirab Budaya HUT ke-491 Kab Semarang Meriah, Warga Rebutan Gunungan
UNGARAN-Kirab budaya peringatan HUT ke-491 Kabupaten Semarang yang digelar kemarin mengundang antusias masyarakat Ungaran dan sekitarnya. Sepanjang rute perjalanan kirab dipadati warga, hingga menyebabkan arus lalu lintas jalur utama Ungaran - Bawen tersendat, utamanya dari depan Benteng William II hingga RSUD Ungaran.
Kirab kemarin diikuti oleh 85 kelompok seni budaya pelajar dan umum. Diawali dengan rombongan pembawa pusaka dan tumpeng lanang-wadon simbol keserasian. Disusul kemudian rombongan Bupati Semarang Mundjirin, Wakil Bupati Warnadi dan Sekda Anwar Hudaya yang menaiki delman diiring para kepala SKPD yang berjalan kaki.
Rombongan kirab pusaka ini diberangkatkan dari rumah dinas bupati di Jl Ahmad Yani Ungaran. Tepat di pertigaan Makam Gatot Subroto rombongan bupati menyatu dengan rombongan kirab budaya yang start dari alun-alun Kalirejo Ungaran Timur. Selanjutnya kirab menyusuri Jalan MT Haryono Ungaran menuju Benteng Willem II mengambil rute jalur utama hingga di pertigaan gedung DPRD Kabupaten Semarang dan kembali finish di depan rumah dinas. Kirab kemudian ditutup dengan acara rebutan gunungan oleh masyarakat.
Digunakannya jalur utama dalam rute kirab kemarin, mengakibatkan arus lalulintas tersendat. Mengantisipasi terjadinya kemacetan arus, pihak Satlantas Polres Semarang telah menerjunkan anggotanya untuk mengalihkan arus dari arah Bawen melewati Jl RA Kartini, HOS Cokroaminoto menuju Taman Serasi.
Sedangkan jalur utama hanya digunakan satu arah dari Semarang menuju Bawen.
Kabid Kebudayaan Disporabudpar Kabupaten Semarang Hernowo Sudjendro menjelaskan, antusias masyarakat untuk mengikuti kirab budaya lebih baik dibanding kirab budaya sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini sangat dimungkinkan karena tahun ini merupakan peringatan pertama HUT Kabupaten Semarang, meski usianya sudah 491 tahun. "Memuaskan, meski meriah tapi tidak menyebabkan kemacetan karena rute yang ditentukan panitia cukup representatif. Seluruh kelompok kesenian di 19 kecamatan mengikuti kirab, ditambah lagi dari peserta pelajar. Sebisa mungkin kirab budaya dan pusaka ini akan kami tradisikan sebagai bagian dari perayaan HUT Kabupaten Semarang, sekaligus dijadikan sebagai agenda tahunan," ujar dia.(nino adisumarto/15)
Labels
Desakundi
Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.