Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Konsumsi BBM Subsidi Terus Meningkat




SEMARANG: Konsumsi premium dan solar di Semarang meningkat tajam menjelang pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tersebut. Pertamina hanya akan memasok BBM sesuai dengan kuota.

Asisten Manager External Relations PT Pertamina Pemasaran Jateng dan DIY Heppy Wulansari mengatakan menjelang pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi pada 1 April mendatang, konsumsi premium terus naik hingga 8 persen dan solar mencapai 13 persen.

Dia menambahkan saat ini konsumsi premium naik menjadi 7.938 kiloliter (kl) per hari, dari konsumsi normal 7.343 kiloliter, sedangkan konsumsi solar 4.112 kiloliter per hari naik menjadi 4.653 kiloliter per hari.

Untuk mengantisipasi lonjakan kuota, lanjutnya, Pertamina hanya akan memasok BBM sesuai dengan kuota harian yang dimiliki setiap daerah dan tidak akan melayani permintaan penambahan kuota.

"Kami menilai, permintaan tambahan kuota bukan didasarkan pada kebutuhan riil melainkan sebagai dampak dari aksi spekulasi menjelang kebijakan penaikan harga BBM, kami tidak akan melayani penambahan kuota diluar yang sudah ditetapkan,” katanya, kemarin.

Pertamina mencatat, hampir semua wilayah mengalami peningkatan konsumsi. Namun untuk lonjakan premium di atas 10 persen terjadi di delapan wilayah yaitu Kabupaten Sragen sebesar 25persen, Grobogan 23 persen, Blora 22 persen, Salatiga 17 persen, Kudus 14 persen, Wonogiri 13 persen, Demak 12 persen, dan Klaten 10 persen.

Sementara itu untuk solar, lonjakan di atas 10 persen terjadi di Blora yang mencapai 62 persen, Sragen 61 persen, Grobogan 36 persen, Pati 21 persen, Boyolali 20 persen, Demak 18 persen,dan Kota Tegal 18 persen.

 "Lonjakan konsumsi biasanya terjadi di SPBU yang jauh dari keramaian seperti SPBU Meteseh Semarang. Sebab pengawasan SPBU dalam kota lebih ketat. Tapi sampai saat ini kami belum mengurangi alokasi dan masih menyalurkan BBM sesuai dengan kebutuhan SPBU," ujarnya.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan pembelian premium, Pertamina meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk memperketat izin rekomendasi pembelian dengan jerigen, ketentuan tersebut diatur dalam Perpres No.15/2012 tentang harga jual eceran dan konsumen pengguna jenis BBM tertentu.

Dalam ketentuan tersebut, usaha mikro berhak mendapat premium/solar bersubsidi yang penggunaannya untuk mesin-mesin perkakas motor terkait usahanya. "Meski begitu kami tetap meminta Disperindag untuk lebih memperketat izin," tuturnya.

Ketua Hiswana Migas Jateng dan DIY Pramudyas Hidayat Setyawan mengatakan, lonjakan konsumsi BBM bersubsidi akan jelas terasa pada H-3 sampai H-1 saat harga dinaikkan. Namun sampai saat ini lonjakan konsumsi masih cenderung stabil yakni berkisar 5-10 persen.

"Kami terus fokus pada antisipasi lonjakan konsumsi BBM dengan membatasi pembelian dengan jerigen. Bersama dengan Pertamina, kami telah membentuk tim satgas. Begitu pula dengan pihak kepolisian, untuk mengantisipasi terjaid antrean panjang," katanya. (J8/JBSM/14)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]
Create gif animations. Loogix.com. Animated avatars. Animated avatar. Motley Animated avatar. Gif animator. Animated avatar. Gif animator. Zoom Gif animator. Motley Create gif animations. Zoom Animated avatar. Movie Create gif animations. Gif animator. Zoom Animated avatar. Loogix.com. Animated avatars. Negative Animated avatar. Zoom Rumah Zakat Animated avatar. Negative Babyface, Harian Semarang liquid executive club, tonitok rendezvous