Nelayan Tuban Terdampar di Demak
DEMAK-Cuaca ekstrim kembali melanda di perairan Jawa Tengah. Ombak setinggi enam meter di wilayah 10 mill dari pantai membuat nelayan menyandarkan perahunya. Gelombang tinggi memaksa puluhan nelayan asal Tuban Jawa Timur menepikan perahunya di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak Bonang. Mereka takut perahunya hancur didera ombak.
Kapolres Demak AKBP Sigit Widodo melalui Kasatpolair Iptu Zaenul Arifin membenarkan kejadian itu. Kapal Motor (KM) penangkap ikan "Sampurna Jaya" asal Tuban terdampar di PPP Morodemak, kemarin. "Semua awak selamat, tidak ada yang cedera. Namun semua kelaparan, karena sudah enam hari kehabisan bekal," bebernya kepada wartawan.
Sebanyak 28 awak kapal sudah didata. Kebanyakan dehidrasi dan kurang makan. Untuk sementara diinapkan di PPP Morodemak.
Menurut seorang awak kapal, Sugiat bin Sujar (42) warga Tuban, mereka berangkat dari Tuban, Kamis malam (8/3) saat cuaca cerah. Memasuki perairan Demak (Sabtu, 14/3) dihadang ombak setinggi enam meter. Nahkoda Sutejo bin Karmijan (46) warga Kota Lamongan, langsung putar haluan menuju pantai. "Beberapa kali kapal akan terbalik, lalu kami mencoba mendekati pantai," ujarnya.
Di pelabuhan, kapal ikan berkapasitas 17 GT (gross ton) itu sempat kandas karena tidak menguasai medan. Beruntung nelayan setempat membantu. Karena ombak masih tinggi, Satpolair belum mengizinkan kapal berlayar kembali. Kini kapal sandar di seberang Masjid Jami Baitul Rohman Dusun Kongsi Desa Purworejo Bonang.
Terpisah, Komandan Pos TNI AL Morodemak Serma (Laut) Sukismo mengatakan pihaknya bersama Satpolair Polres Demak sudah meminta nelayan untuk tidak melaut. "Pagi tadi dua nelayan ditemukan selamat dengan baju sobek-sobek akibat perahunya pecah dihantam ombak," kata Serma Sukismo kepada Harsem. Mereka adalah Supri bin Maskardi (40) dan Anif bin Stono (30), keduanya berangkat Selasa pagi (13/3), dinyatakan hilang dan pulang kemarin subuh.
Untuk membantu awak "Sampurna Jaya", warga menyediakan makanan. "Kendati ala kadarnya, warga sudi membantu karena pernah merasakan apa yang dialami nelayan Tuban itu," ungkap H M Nasir tokoh agama Desa Purworejo. Satpolair juga menggalang bantuan dari komunitas pecinta mobil Jeep, yang dibina Kapolres Demak dan Kasatpolair. "Kami bantu sedikitnya 25 dus mie instan dan 20 dus minuman mineral ukuran kecil. Semoga bantuan kecil ini berarti," ucap Ketua Divisi Jepp Kalijaga Comunity Jepp, Bambang Untara. (swi/16)
Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.