Korban Pembiusan Dibuang di Karangawen
DEMAK-Dua warga Pati yang pulang merantau dari Pontianak menjadi korban pembiuasan, kemarin. Mereka dibuang dalam kondisi pingsan di Karangawen, kemarin.
WARGA Desa Karangawen digegerkan dua korban pembiusan yang dibuang di pinggir Jalan Raya Semarang-Karangawen-Purwodadi KM 15 kemarin. Ketika ditemukan, tidak satu pun korban membawa identitas diri seperti KTP atau SIM. Oleh petugas Polsek Karangawen mereka dilarikan ke Puskesmas Karangawen.
"Kami sempat kaget, saya kira mereka gelandangan, kok tidur di pinggir jalan.Saat diamati sepertinya pingsan, lalu kami melapor ke polsek," ungkap seorang warga Ahmad Tarkim (32) warga Desa Karangawen, kemarin.
Mulut korban terlihat mengeluarkan busa. Sejumlah personel Unit Reskrim Polsek Karangawen langsung melakukan olah TKP dan menelisik identitas korban.
Ketika di ruang UGD Puskesmas, seorang korban sempat siuman. Kesempatan itu digunakan polisi untuk mendapat keterangan seputar kejadian. Tapi korban yang belakangan diketahui bernama Muharto (52) warga Desa Tanjungsekar Kecamatan Puncakwanngi Kabupaten Pati, hanya bisa memberikan nomor telepon kerabat. Setelah itu, korban kembali pingsan.
Menurut Kepala Puskesmas Karangawen Slamet Widodo kondisi korban cukup baik kendati tekanan darah mereka naik turun. Mereka diberi bantuan pernafasan menggunakan tabung oksigen. Sekitar pukul 12.00 para korban siuman bersamaan kedatangan kerabatnya dari Pati.
“Nomor ponsel yang berikan sangat berarti bagi polisi,” kata Kapolsek Karangawen AKP IN Yasa didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sukisto.
"Kami segera menghubungi nomor itu, ternyata milik keluarga korban. Mereka segera bergegas ke Karangawen," jelasnya. Diperoleh keterangan, korban bernama Muharto dan Tohari (42) warga Desa Tanjungsekar Kecamatan Puncakwangi Kabupaten Pati.
Meski terbata-bata, Muharto menceritakan pengalamannya.Dia mengaku menjadi korban kejahatan dalam perjalanan pulang dari Pontianak Kalbar menuju Pati. Kedua korban yang bekerja di perusahaan swasta, berangkat naik pesawat melalui Bandara Supadio Pontianak turun di Bandara Sukarno Hatta Banten. Kemudian meneruskan perjalanan ke Bandara Ahmad Yani Semarang.
Apes setiba di Semarang Kamis dini hari mereka bertemu kawanan pembius yang mengaku bersedia mengantar pulang hingga kampung halaman. Mereka, mengaku dari perusahaan persewaan mobil di Kota Semarang. Tertarik diantar pulang menggunakan mobil Toyota Avanza, korban setuju.
Sesampai di perbatasan Kota Semarang-Demak, mereka ditawari minuman sejenis jamu. Alasannya, untuk menambah stamina setelah menempuh perjalanan udara dari Kalimantan ke Jawa. Tapi kemudian korban pusing dan tergeletak pingsan di dalam mobil. Ketika sadar tahu-tahu sudah di Puskesma.
Kerabat korban Suratman (34) mengakui pihak keluarga sudah menunggu kedatangan mereka semenjak mengabarkan akan pulang Rabu pagi lalu. “Namun ternyata menjadi korban pembiusan. Kabarnya mereka pulang membawa uang Rp 4 juta namun hilang dibawa pelaku,” ‘jelasnya.
Kapolres Demak AKBP Sigit Widodo melalui Kasubag Humas AKP Sutomo mengemukakan pihaknya masih mendalami kasus itu. Diakui, kejadian serupa pernah terjadi di Demak dengan modus serupa yakni pembiusan pekerja yang pulang merantau dengan membawa banyak uang. (swi/16)
Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.