Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

17 Tahun Hotel Citra Dewi

Andi Sukamto, pemilik hotel, secara simbolis memberikan bantuan sembako kepada warga, setelah sebelumnya meniup lilin menandai ultah ke-17 Hotel Citra Dewi HARSEM/HERU SANTOSO
Kembangkan Sayap Usaha, Miliki 1.000 Karyawan

UNGARAN – Di bulan ramadhan 2013 ini, seluruh usaha karaoke di Hotel Citra Dewi, Bandungan, Kabupaten Semarang tutup selama satu bulan penuh. Hal ini dengan satu tujuan, yaitu untuk menambah kekhusyukan ibadah dalam bulan puasa ini. Demikian ditegaskan Presiden Direktur CV Citra Dewi Sarana Manunggal Bandungan, Andi Sukamto dalam acara peringatan 17 tahun Hotel Citra Dewi, Selasa (16/7) kemarin.

“Di bulan puasa ini, selain kami dengan tegas menutup seluruh usaha karaoke group Hotel Citra Dewi agar menambah khusyuknya orang beribadah, kami juga memberikan bantuan sembako kepada 250 orang warga di Kecamatan Bandungan. Bantuan ini terkait dengan peringatan 17 tahun Hotel Citra Dewi, kiranya bantuan ini dapat bermanfaat bagti yang menerima maupun yang memberi,” kata Andi Sukamto (57) didampingi istrinya, Sumiyati (47) kepada Harsem, kemarin.

Ditambahkan, diusianya yang ke 17 tahun ini, Citra Dewi Group berhasil mengembangkan sayap usahanya menjadi 7 hotel, puluhan rumah karaoke, usaha bus pariwisata, serta proyek-proyek dengan jumlah seluruh karyawannya mencapai 1.000 orang. Bahkan, para karyawan dari semua uasahanya itu sebagian besar diambilkan dari warga Bandungan dan sekitarnya.

Dalam acara HUT Hotel Citra Dewi ke 17 ini mengangkat tema “Kita Tingkatkan Kebersamaan, Kedisiplinan, Keimanan dan Keamanan Dalam Bekerja”. Tidak kurang 500 orang tamu undangan dihadirkan dalam acara yang dikemas dalam ‘buka bersama’ di Ruang Pertemuan Hotel Citra Dewi 4 Bandungan. Selain itu, para pengusaha hotel di Bandungan, tokoh masyarakat dan tokoh agama, Camat, Kapolsek dan Danramil Bandungan serta puluhan aktifis Front Pembela Islam (FPI) Jateng.

Bahkan, dalam tausyah jelang buka bersama disampaikan oleh KH Tamsis (aktifis FPI Jateng) dan KH Sholiminudin dari Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang. Pada intinya, siapapun yang memiliki banyak harta namun tidak ada memiliki rasa syukur kepada Allah, maka tidak mungkin akan dapat mencapai kesuksesan. Begitu juga, tidak ada amal dalam kehidupannya maka tidak aka nada gunanya memiliki usaha dan kekayaan berapapun.

“Manusia dengan banyak harta dan kekayaan yang berlimpah, tanpa memiliki rasa syukur maka akan membuat sia-sia usaha yang dibuat dan dimilikinya,” tandas KH Tamsis. (hes/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]