Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

*Ledakan di Pos Polisis Kaligawe Pelaku Memakai Sumbu

Insiden meledaknya bom rakitan di pos polisi Kaligawe (ujung tol) terus diselidiki oleh tim Polda Jateng. Kapolda Inspektur Jenderal Pol Dwi Priyatno mengatakan, ledakan yang terjadi di dekat Pos Polisi Kaligawe Semarang dinyalakan dengan sumbu. Artinya bukan menggunakan timer atau pengatur waktu.

"Ada orang yang diduga memasang sumbu. Benda yang diduga bom itu tidak memakai timer. Kemudian ada gerakan kira-kira 47 detik sebelum ledakan," ungkap Kapolda Jateng usai menghadiri pelantikan Rektor Unika, kemarin.

Dwi mengaku, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku. "Hari ini (kemarin), tim Densus 88 dan Puslabfor Mabes Polri juga datang untuk olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk melakukan cek ulang," tambahnya.

Dikatakan Dwi, hasil penyelidikan dari tim Densus dan Labfor Mabes Polri itu nantinya akan dicocokkan dengan apa yang sudah didapatkan oleh tim Polda Jateng. Sehingga hal itu membantu mengungkap kasus tersebut.

Pihaknya hingga saat ini masih belum bisa menyimpulkan apa motif dalam insiden ledakan tersebut. Apakah ada keterkaitannya dengan serangkaian teror terhadap polisi belakangan ini atau tidak. Penyelidikan juga dilakukan terhadap keterkaitan sepeda motor yang dicurigai, dari pelat nomornya.   

Kapolda berharap ledakan bom di pos Polantas itu tidak membuat masyarakat panik dan tetap tenang. “Kita terus memaksimalkan dan mengintensifkan operasi atau razia secara rutin, untuk memblokade ruang gerak pelaku teror,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, sebuah ledakan terjadia di dekat Pos Polisi Kaligawe Semarang, tepatnya terletak di jalur pertemuan antara Jalan Kaligawe dan pintu masuk jalan tol dalam Kota Semarang, pada Senin (16/9) malam sekitar pukul 19.44.

Saat diperiksa rekaman CCTV di pos polisi tersebut, terlihat pria muda berkemeja putih, berjalan menuju pagar tembok. Setengah jam kemudian, terjadi ledakan disertai percikan api.

Tidak ada korban jiwa, namun akibat ledakan tersebut mengakibatkan kaca pos polisi tersebut retak. Selain itu mengakibatkan pagar tembok pembatas jalan di dekat pos polisi hancur.

Di sisi lain, polisi juga telah memeriksa sedikitnya 20 saksi untuk mengungkap kasus tersebut. “Saksi-saksi yang diperiksa itu terdiri dari sejumlah tukang ojek dan petugas Kepolisian lalu lintas yang berjaga. Ada sekitar 20 orang kami periksa,” ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono, Rabu (17/9).

Untuk melakukan mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya akan menambah peralatan CCTV di sejumlah titik. Penambahan CCTV tidak hanya di pos polisi, tetapi juga di markas Kepolisian.

“Untuk langkah riilnya, pos-pos polisi di pinggir jalan dan di tempat yang tidak terlalu ramai akan dipasang CCTV, tidak hanya di kantor atau markas,” urainya. (abm/rif)


Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]