Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Aspirasi


Belum Semarang Banget

SeBeLUMNYA saya ucapkan selamat atas terbitnya Harian Semarang, yang tentu akan menambah kekayaan khasanah media, terutama di kota Semarang.

Pada kesempatan ini saya hanya ingin menyampaikan satu hal terkait dengan Harian Semarang. Pada dasarnya saya senang dengan model Harian Semarang ini. Namun saya kurang setuju dengan tulisan “Semarang Banget” yang berada di bawah tulisan Harian Semarang.

Saya rasa koran Harian Semarang masih belum Semarang Banget. Kalau untuk rubrik PSISnya, boleh lah. Namun untuk rubrik kota, menurut saya masih kurang banyak. Dua halaman rubrik kota masih belum cukup mewakili istilah Semarang Banget.

Kalau memungkinkan, tolong ditambah dua halaman lagi. Sehingga informasi di seputar Semarang, sampai ke pelosok, bisa dimunculkan.

Itu saja usul dari saya. Saya doakan semoga Harian Semarang bisa berjaya.

Imam
Pedurungan
__________________________________________________________________________________


Usulan Rubrik Seni

SeBeLUMNYA saya mengucapkan selamat atas terbitnya Harian Semarang, semoga dengan hadirnya koran ini bisa menjadi tempat interaksi bagi warga semarang dan sekitarnya.

Kalau boleh saya memberikan masukan yang membangun, saya sebagai salah satu seniman di kota Semarang mengusulkan adanya kolom rubrik tersendiri bagi para penggiat seni kota Semarang untuk bisa menunjukkan karyakaryanya, seperti hasil ilustrasi, sketsa, lukisan, mural, instalasi, fotografi ataupun karya sastra. Tidak perlu sampai memakan setengah halaman, cukup disediakan kolom seukuran postcard di halaman belakang saja sudahlah cukup.

Agung Rudy
Jatingaleh
__________________________________________________________________________________


Noordin M(emang) Top

TeRJAWAB sudah akhirnya siapa tersangka teroris yang tewas dalam penyergapan di Temanggung, tidak lain dan tidak bukan adalah Ibrohim (Boim). Hal ini menunjukkan bahwa sang tersangka utama Noordin M.Top masih berkeliaran di luar sana dan kemungkinan besar akan terus melancarkan aksi-aksi terornya di Indonesia.

Lolosnya Noordin M.Top sepertinya akan menjadi tantangan terbesar bagi Densus 88 untuk menangkapnya.

Sepertinya ini membuktikan bahwa jaringan sel teroris yang di Indonesia memang terbentuk sedemikian rapi, sehingga untuk melindungi seorang Noordin M.Top pun bukanlah perkara yang sulit.

Hal ini pun didukung dengan sikap loyalitas pengikut-pengikutnya, sebagai contoh ketika penyergapan di Temanggung kemarin, Ibrohim ketika ditanya oleh anggotal Densus 88 mengaku sebagai Noordin M.Top untuk mengaburkan keberadaan Noordin M.Top yang sesungguhnya.

Entah di daerah mana lagi sang otak teroris bermukim dan menyiapkan aksi-aksi terornya. Semoga semua ini segera berakhir.

Yitno Prabudi
Warga Temanggung tinggal di Semarang
__________________________________________________________________________________


Pencantuman Nomor HP Pejabat

Saya diterima di Sastra Inggris Unnes. Saat registrasi menerima buku panduan kuliah. Di antaranya memuat nama dan alamat para pejabat di kampus, dari tingkat jurusan hingga rektor. Yang membuat kagum, informasi detail pejabat turut dimuat. Bahkan hingga nomor telepon genggam (HP).

Karena dicetak di buku, berarti nomor itu diketahui puluhan ribu mahasiswa. Setiap saat mahasiswa bisa berkomunikasi dengan rektornya, mungkin melalui telepon atau sekadar SMS.

Langkah Unnes ini perlu ditiru para pejabat di tempat lain. Selama ini ada kesan pejabat sukar dihubungi. Kalau rakyat ingin ketemu, mereka ngumpet. Bersedia ditemui hanya saat butuh saja, misalnya menjelang pemilu.

Memang keterbukaan itu bisa dimanfaatkan orang iseng atau jahil. Misalnya mengirim SMS yang tidak perlu. Namun jika kran informasi sudah dibuka, lambat laun masyarakat juga akan menyadari.

Seperti jaman dahulu, operator pemadam kebakaran sering diganggu orang tidak bertanggung jawab. Misalnya membuat laporan kebakaran palsu melalui telepon. Tetapi akhirnya masyarakat juga menyadari hal itu akan merugikan masyarakat secara keseluruhan. Lagi pula, nomor telepon iseng juga bisa dilacak oleh polisi. Pelakunya bisa dituntut hukuman.

Nah kita tunggu para pejabat. Beranikah mereka membuka diri? Kalau perlu para pejabat bikin email atau facebook sehingga kalau rakyat ingin berkomunikasi dengan pejabat bisa mudah. Setuju?

Intan Maulida
Mahasiswa Sastra Inggris Unnes
__________________________________________________________________________________


Usul Rubrik Semarangan


Saya telah membaca harian baru ini. Menurut saya, Harian Semarang perlu mengganti rubrik daerah dengan semarangan saja. Khusus untuk mengangkat hal-hal yang khas semarang. Tapi jangan yang berupa berita. Melainkan features, berisi pernak-pernik kota dan penduduknya.

Saya lihat, rubrik daerah yang berisi berita kutipan dari internet, kurang cocok. Toh, kita sudah bisa membacanya di koran lain. Oh, ya. Bagus juga jika HS membuka rubrik konsultasi hukum. Soalnya, rakyat butuh yang gratis. He he…

Tazkiya
Jl. Kaligawe Genuk
__________________________________________________________________________________


Jalan Rusak Karena Air


Saya tidak tahu, mengapa jika ada jalan rusak, selalu menuding kendaraan besar yang menyebabkannya. Padahal musuh utama aspal adalah air. Coba perhatikan, di jalan yang berlubang atau grupil pinggirnya, pasti karena tergerus air yang menggenang.

Saya lihat di Semarang ini banyak warga yang tidak memperhatikan aliran air. Sehingga air hujan menggenang di jalan. Tidak mengalir ke selokan. Akibatnya, jalan pasti rusak. Bahkan warga suka membuat rumah atau sempadan jalan yang tinggi, tanpa membuat lubang untuk aliran air.

Tentu saja air ngglender ke aspal jalan. Mestinya pemerintah mengajak warga peduli pada jalan mereka, dengan membuat aliran air ke selokan di pinggir jalan. Agar jangan ada genangan air di badan jalan.

Mufarohah
Tlogomulyo Pedurungan
__________________________________________________________________________________


Soal Manohara

BeBeRaPa waktu lalu nyaris semua media televisi kita selalu menampilkan sosok Manohara dengan sang ibu Desi Fajarina yang selalu ditonjolkan kisahnya yang mengharu biru, tentang penindasan anak bangsa di negeri jiran.

Dalam benak saya waktu itu juga sempat timbul rasa empati. Namun, lama kelamaan nampaknya penyiksaan yang dialami Manohara seakan akan dipolitisir oleh sang Ibu yang memanfaatkan momentum tersebut untuk merengkuh ketenaran. Namun ternyata yang kemudian terjadi sang ibu Manohara yang seakan-akan sebagai penyelamat malah ternyata seorang penyiksa pembantu dan juga buronan kepolisian Perancis dengan tuduhan penipuan.

Kasus Manohara adalah kasus keluarga kenapa harus melibatkan pemerintah? Saya acungkan jempol buat mantan Kapolri Dai Bahtiar yang sekarang menjadi Dubes di Malaysia, yang tidak gegabah dalam melangkah.

yandi
Pedurungan
__________________________________________________________________________________
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]