Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Pilih Penjara daripada Nikahi Pacarnya

JIKA ditanya pilih mana antara menikah dan masuk bui, bagi kebanyakan orang pasti pilih yang pertama. Namun bagi Alam (23), bukan nama sebenarnya, penduduk Semarang Timur yang baru-baru ini ditangkap polisi, dia justru memilih masuk penjara.

Padahal Alam adalah manusia normal. Dia tidak gila atau terkena gangguan jiwa. Tapi di hadapan polisi yang menginterograsinya, dia minta dipenjara saja daripada disuruh menikahi pacarnya yang telah hamil.

Mengapa dia nekad memilih penjara? Usut punya usut, ternyata Alam sedang diancam dibunuh oleh keluarga seorang gadis lain yang dia pacari. Celakanya, Alam tidak cuma memacari gadis tadi, tetapi juga merenggut mahkota keperawanannya. Setidaknya ada tiga gadis yang sudah pernah dinodainya. Dasar buaya. Alam adalah tipe laki-laki petualang seks. Dia yang bekerja selaku mekanik bengkel itu, pintar merayu perempuan dan mengajaknya berhubungan badan. Mungkin, jika tidak ditahan polisi, kelakuan bejatnya akan memakan korban lebih banyak lagi.

Diakuinya di depan penyidik Polsek Semarang Timur, sudah tiga gadis dia renggut keperawanannya. Semuanya masih pelajar SLTA. Entah bagaimana cara Alam memperdayai gadis-gadis itu. Yang jelas, dia kini tengah menjalani pemeriksaan atas tuntutan menikahi pacarnya yang tengah hamil lima bulan dan penodaan anak di bawah umur.

Keluarga si gadis hamil melaporkan Alam ke polisi karena tidak mau bertanggungjawab alias mengelak dari tuntutan menikahi. Sementara Alam juga sedang menghadapi ancaman pembunuhan dari keluarga gadis lainnya yang juga mengaku diperdaya dan dicabulinya. Sedangkan pacar ketiganya, tidak melibatkan keluarganya untuk mengejar Alam, tetapi memilih
menyalahkan diri sendiri mengapa gampang digoda laki-laki.

Alam pasrah kepada polisi. Dia minta ditahan terus dan segera divonis penjara agar tidak berada di luar pengawasan aparat. Dia takut sewaktu-waktu diculik lalu dibunuh keluarga pacar keduanya itu.

Kini orang tua Alam yang susah. Mereka menginginkan dia menikahi pacarnya yang hamil itu sekaligus agar bertobat setelah punya status ayah dan kepala keluarga.

Namun orang tua si gadis hamil lebih susah lagi. Sebab Alam memilih dipenjara. Berarti nasib anak perempuannya akan tergantung. Mereka juga menganggap percuma punya menantu Alam, karena sewaktu-waktu bisa mati dibunuh keluarga lainnya. Atau jika tidak dibunuh pun, mereka muak dengan kelakuan Alam yang suka mengumbar rayuan binal di mana-mana. (ichwan_harian semarang)

___________
Dipersilahkan jika ingin mengcopy dan menyebarluaskan artikel pada blog ini dengan tujuan untuk kemaslahatan bersama dan bukan untuk disalahgunakan. Namun perlu diingat, wajib menyertakan sumber blog ini http://hariansemarangbanget.blogspot.com. (terima kasih).

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]