Anggaran Ditolak, Bupati Batal Plesir
Oleh Nino Adisumarto
Menyusul ditolaknya usulan anggaran training ke Universitas Harvard Amerika Serikat oleh rapat paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Bupati Semarang Mundjirin batal plesir ke negeri Paman Sam.
Rencananya Bupati Semarang akan melakukan kunjungan untuk waktu satu bulan yang dijadwalkan pada 12 September hingga 11 Oktober 2011, dan sedikitnya menelan biaya sebesar Rp 118 juta, untuk mengikuti program orientasi kepemimpinan dan penyelenggaraan daerah (OKPD) lanjutan.
Menyusul ditolaknya usulan anggaran training ke Universitas Harvard Amerika Serikat oleh rapat paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Bupati Semarang Mundjirin batal plesir ke negeri Paman Sam.
Rencananya Bupati Semarang akan melakukan kunjungan untuk waktu satu bulan yang dijadwalkan pada 12 September hingga 11 Oktober 2011, dan sedikitnya menelan biaya sebesar Rp 118 juta, untuk mengikuti program orientasi kepemimpinan dan penyelenggaraan daerah (OKPD) lanjutan.
Dalam rapat paripurna DPRD dan dipimpin Sulistyowati kemarin, usulan tersebut langsung ditolak oleh hampir mayoritas anggota legislatif yang hadir.
"Karena alasan dan pertimbangan yang sudah disepakati semua anggota paripurna, dengan ini usulan anggaran yang diajukan bupati tidak disetujui," kata Sulistyowati.
Sesungguhnya, lanjut Sulistyowati, sebelum paripurna digelar badan anggaran (Banggar) sudah menyetujui anggaran tersebut. Namun demikian paripurna mempertimbangkan bahwa Banggar hanya diikuti 18 anggota DPRD, yang terdiri dari 8 perwakilan fraksi ditambah empat ketua komisi dan empat unsur pimpinan dewan.
Usai paripurna, Bupati Semarang Munjdirin mengaku tidak menyesal dengan keputusan penolakan tersebut. Sebab kepergian ke AS bukan keinginannya sendiri, melainkan untuk kepetingan dinas mengikuti pelatihan lanjutan OKPD.
"Tidak disetujui tidak jadi masalah. Yang perlu diketahui adalah kepergian saya ke Amerika bukan untuk main-main tapi untuk kepentingan dinas," kilahnya.
Bupati mengaku bahwa sesungguhnya rencana tersebut tidak direstui gubernur, sebagaimana saat pihaknya menghadap beberapa waktu lalu. "Apa alasan gubernur menolak keberangkatan saya mengikuti program lanjutan OKPD juga tidak jelas," tandasnya.
Pilihan
Sementara Ketua Komisi C DPRD Kabuapaten Semarang, Mas’ud Ridwan menuturkan, sebenaranya dalam surat yang diberikan oleh OKPD ada dua pilihan. Pilihan pertama bersedia mengikuti program lanjutan ke AS dan yang kedua tidak ikut. Jadi dari surat tersebut memang tidak wajib untuk mengikuti program lanjutan tersebut.
Bupati mengaku bahwa sesungguhnya rencana tersebut tidak direstui gubernur, sebagaimana saat pihaknya menghadap beberapa waktu lalu. "Apa alasan gubernur menolak keberangkatan saya mengikuti program lanjutan OKPD juga tidak jelas," tandasnya.
Pilihan
Sementara Ketua Komisi C DPRD Kabuapaten Semarang, Mas’ud Ridwan menuturkan, sebenaranya dalam surat yang diberikan oleh OKPD ada dua pilihan. Pilihan pertama bersedia mengikuti program lanjutan ke AS dan yang kedua tidak ikut. Jadi dari surat tersebut memang tidak wajib untuk mengikuti program lanjutan tersebut.
"Melihat kondisi Kabupaten Semarang saat ini, tidak masalah jika bupati batal berangkat ke AS. Karena undangan tersebut sifatnya tidak wajib, " katanya
Diungkapkan pula, sesungguhnya bupati mengajukan anggaran ke AS sebesar Rp 235 juta, namun akhirnya hanya disepakati Rp 118 juta. (jos)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.