Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Balita Tanpa Lubang Telinga Butuh Bantuan


Agung Pratama dibopong ibunya. Terlihat telinga balita 1,5 tahun ini tertutup


AGUNG Pranata (1,5 tahun), warga RT 01 RW 02 Kalitaman, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Salatiga sejak lahir sudah tidak memiliki lubang telinga. Akibatnya anak pertama pasangan Imam (30)-Sugiharti (25) ini tidak bisa mendengarkan secara normal. Untuk dapat mendengarkan secara normal, maka harus dilakukan operasi membuka lubang telinga. Karena kesulitan biaya operasi yang  diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, Sugiharti  terpaksa mengumpulkan koin (uang pecahan) dari tetangga, masyarakat serta dermawan yang peduli.

Ketika ditemui para wartawan di rumahnya, Sugiharti mengaku bahwa anak satu-satunya itu semenjak lahir dalam kondisi cacat, tidak memiliki lubang telinga. Daun telinganya juga sempurna. Meski tidak memiliki lubang telinga, dia dapat merespon jika ada panggilan kepadanya. Mungkin ada lubang walaupun sangat kecil dan tidak kelihatan.

“Untuk melakukan pengobatan atau berobat di rumah sakit, terus terang saya tidak punya kartu jamkesmas. Jika tanpa jamkesmas teruis terang tidak mempunyai biaya untuk pengobatan anak saya ini. Pasalnya, suaminya sehari-hai hanya sebagai tukang parkir dan penghasilannya hanya Rp 20 ribu/hari. Uang ini hanya cukup untuk kebutuhan makan,” terang Sugiharti.

Mengetahui kondisi yang dialami keluarga Imam-Sugiharti ini, akhirnya Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) Salatiga Saeful Fanani tergerak memberikan pertolongan dengan cara membuatkan surat permohonan dana untuk biaya operasi. Hingga, dua bulan lamanya ternyata tidak ada jawaban.  “Akhirnya dengan tekad dan niat yang tulus, saya bersama pengurus LPMK Salatiga melakukan aksi sosial pengumpulan koin untuk Agung Pratama. Ternyata, aksinya mendapatkan tanggapan positif dari berbagai kalangan. Dana yang terkumpul, semuanya untuk membantu pengobatan Agung,” kata Saeful.

Ditambahkan Saeful, salah satu pejabat yang langsung peduli adalah Ketua DPRD Salatiga Milhous Teddy Sulistio. Usai melihat langsung kondisi Agung, Ketua DPC PDI Perjuangan Salatiga ini langsung menghubungi Wakil Direktur RSUD Salatiga dr Agus Sunaryo. Bahkan, pihaknya menyatakan agar Agung dapat segera ditangani dan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Selain itu, Teddy juga menyerahkan bantuannya sebesar Rp 1 juta kepada keluarga Imam-Sugiharti.

“Terus terang, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit untuk dapat membantu perawatan dan pengobatan Agung. Hal ini agar pendengarannya bisa normal seperti balita yang lain. Pak dokter Agus ketika saya hubungi menyatakan berjanji akan siap membantu Agung,“ tandas Teddy. (heru santoso/nji)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]
Create gif animations. Loogix.com. Animated avatars. Animated avatar. Motley Animated avatar. Gif animator. Animated avatar. Gif animator. Zoom Gif animator. Motley Create gif animations. Zoom Animated avatar. Movie Create gif animations. Gif animator. Zoom Animated avatar. Loogix.com. Animated avatars. Negative Animated avatar. Zoom Rumah Zakat Animated avatar. Negative Babyface, Harian Semarang liquid executive club, tonitok rendezvous