PLTU Tanjung Jati B Ekspansi Unit 4 Diresmikan Jateng Surplus Listrik
Oleh Mohammad Ichwan
PLTU Tanjung Jati B diresmikan, Jateng surplus listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik kemarin meresmikan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Ekspansi Unit 4 di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.
Acara dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori, Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamuji, Bupati Jepara Hendro Martoyo beserta anggota Muspida Kabupaten Jepara, alim ulama dan tokoh masyarakat Tubanan.
Hadir pula rekanan PLN dalam proyek PLTU tersebut, dari Sumitomo Corporation dan Toshiba Corporation, serta kontraktor Wasa Mitra Engineering. PLTU Tanjung Jati B Ekspansi Unit 3 dan 4 dengan kapasitas masing-masing 660 MW dibangun melalui skema Build, Lease and Transfer (BLT) antara PT PLN (Persero) dengan PT Central Java Power (Sumitomo Corporation).
Sebelumnya, PLTU Tanjung Jati B unit 1 dan 2 telah beroperasi komersial sejak 2006. Saat ini total kapastitas terpasang dengan 4 unit pembangkit berbahan batu bara itu mencapai 2.640 Mega Watt.
Sesuai jadwal kontrak, PLTU Tanjung Jati B Ekspansi Unit 3 direncanakan beroperasi secara komersial pada bulan Januari 2012, namun realisasi beroperasinya dapat dilakukan pada bulan Oktober 2011 alias maju 3 bulan dan telah diresmikan oleh Presiden RI pada 28 Desember 2011 saat meremikan proyek di Cilacap.
Selain itu, Unit 4, yang semula direncanakan beroperasi komersial pada April 2012, realisasinya menjadi Januari 2012 alias maju 3 bulan. Dalam sambutannya, Menteri ESDM memberikan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat Jepara yang telah turut menyukseskan pembangunan PLTU Tanjung Jati B Ekspansi Unit 3 dan 4 sehingga dapat diselesaikan tiga bulan lebih awal dari rencana semula. Tak lupa dia juga berterima kasih pada kontraktor yang bekerja lebih cepat dari jadwal.
“Penyelesaian pembangunan PLTU yang lebih cepat tersebut telah menghemat biaya bahan bakar senilai Rp 3,6 triliun,” tuturnya. Mantan menteri Kebudayaan dan Pariwisata selama 7 tahun ini saat transit di Pendopo Kabupaten Jepara sempat menikmati alunan gending dan mengajak bincang murid-murid SD yang menabuh gamelan untuk menyambutnya.
Surplus Listrik
Dirut PT PLN Nur Pamuji dalam sambutannya menyampaikan, PLTU Tanjung Jati B yang memasok jaringan listrik untuk Jawa-Madura-Bali, menjadikan Jateng surplus listrik. Sehingga bisa mengalirkan listrik untuk Jawa Barat.
Namun dia menegaskan ingin meningkatkan rasio kelistrikan penyaluran untuk rumah tangga rakyat melebihi 71% nasional saat ini, dan 76% Jateng. “PLTU ini membuat Jateng surplus listrik. Namun rasio elektrifikasi yang dinikmati rakyat masih harus ditingkatkan, sekarang nasional baru 71% dan Jateng 76 persen,” tuturnya.
Gubernur Jateng Bibit Waluyo dalam sambutannya menanggapi hal itu. Dikatakannya, program Bali Ndeso Mbangun Deso yang visinya mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera, harus didukung oleh terpenuhinya kebutuhan listrik seluruh rakyat.
Karena itu dia sangat mendukung langkah PT PLN untuk memperbanyak membuat stasiun pembangkit dan pihaknya juga terus mengupayakan pasokan listrik dengan berbagai cara.
“Pak Menteri, Pak Dirut PLN, masih 20 persen lebih rakyat Jateng tidak teraliri listrik itu tinggalnya di pucuk gunung, di lembah, di hutan, yang jauh dari gardu, jauh dari tiang listrik. Ini yang harus kita upayakan terlayani, agar anak-anak mereka bisa belajar di malam hari, dan semua mendapat peningkatan kesejahteraan melalui aliran listrik,” ujarnya dengan gaya khasnya yang suka guyon.
Sementara itu, Bupati Jepara Hendro Martoyo menyatakan sangat bangga Jepara sekarang terkenal sebagai kota listrik. Karena PLTU Tanjung Jati B memasok ¼ kebutuhan listrik di Jawa dan Bali.
Ia meminta pemerintah dan PLN membangun lagi PLTU di tempat tersebut, unutk unit 5, 6 dan seterusnya. Apabila diperlukan, pihaknya telah membuat rancangan tata ruang wilayah untuk PLTU baru di Kecamatan Mlonggo, tak jauh dari lokasi PTLU di Kecamatan Kembang tersebut.
“Kami sekarang bangga, Jepara selain terkenal Kota Ukir, pahlawan pergerakan wanita dan wisata Karimunjawa, kini jadi Kota Listrik. Kami sediakan lokasi lain untuk PLTU baru jika pemerintah sudah memprogram pengembangan listrik. Karena kebutuhan listrik pasti terus bertambah,” tuturnya.
Usai peresmian di dalam ruangan, para pejabat bersama duta besar dan perwakilan perusahaan Jepang menanam aneka jenis pohon di lahan dekat pembangkit. (tab)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.