Lagi, Karaoke Liar Dibongkar
| DIBONGKAR: Karaoke liar Popeye dibongkar petugas Satpol PP. Selama ini lokasi hiburan tersebut menempati trotoar jalan. (Foto: Harsem/Cun Cahya) |
SATPOL PP terus melakukan operasi penertiban PKL dan karaoke liar yang berhamburan di beberapa trotoar. Kemarin giliran karaoke liar di Jalan Imam Bonjol dibongkar, setelah beberapa waktu lalu kejadian yang sama juga dilakukan petugas di kawasan jalan arteri.
KARAOKE liar ‘Popeye’ di Jalan Imam Bonjol, kemarin ditertibkan oleh Saatpol PP. Begitu juga dengan belasan lapak PKL liar lainnya yang terjaring operasi. Operasi yang digelar Senin (9/7) pagi merupakan penegakan Perda No 11 tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di Pota Semarang.
KARAOKE liar ‘Popeye’ di Jalan Imam Bonjol, kemarin ditertibkan oleh Saatpol PP. Begitu juga dengan belasan lapak PKL liar lainnya yang terjaring operasi. Operasi yang digelar Senin (9/7) pagi merupakan penegakan Perda No 11 tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL di Pota Semarang.
Sedikitnya 20 personel Satpol PP Kota Semarang diturunkan untuk operasi yang dimulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Indraprasta, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, dan Jalan Thamrin. Operasi yang dimulai dari Jalan Sudirman sempat menimbulkan kemacetan mulai dari depan Pasar Karangayu hingga bundaran Bojong Salaman, Banjirkanal Barat.
Bahkan salah satu penjual bensin di pinggir Jalan Sudirman, sempat marah-marah kepada anggota Satpol PP yang sedang bertugas. Penjual bensin tersebut sempat mengejar dan menyiramkan sebotol bensin ke arah kendaraan Satpol PP.
Dikatakan Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol PP Kota Semarang, Daniel Sandanafu, operasi ini merupakan kegiatan rutin Satpol PP dalam rangka penegakan Perda nomor 11 tahun 2000. “Selain itu, operasi ini juga merupakan kegiatan menjelang bulan Ramadan,” ujarnya, kemarin.
Bahkan, lanjut Daniel, lapak PKL di trotoar Jalan Imam Bonjol setiap malam digunakan sebagai karaoke liar, bahkan dengan terang-terangan diberi nama Karaoke Popeye. “Ini kan jelas-jelas tidak sesuai dengan peruntukannya,” imbuhnya.
Masih banyak lapak-lapak PKL yang beralihfungsi menjadi karaoke liar, misalnya di kawasan Jembatan Berok, bawah jembatan layang Tanjungmas, dan sebagainya. “Untuk hari ini (kemarin, red), kami baru mengoperasi lapak karoke liar yang ada di Jalan Imam Bonjol. Ke depan kami akan melakukan operasi di daerah-daerah lainnya,” katanya.
Daniel mengimbau, memasuki bulan Ramadan ini para warga diminta ikut menjaga suasana agar tetap kondusif. Para warga diminta untuk tidak melakukan kegiatan yang melanggar dengan norma-norma yang berlaku
Tak hanya PKL di tempat-tempat larangan dan karaoke liar. Pperasi rutin ini juga akan dilakukan pada pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang berkeliaran di wilayah Kota Semarang.
“Sebelum mengamankan lapak PKL di jalan larangan ini, kami terlebih dahulu sudah memberikan sosialisasi dan imbauan, agar tidak menggelar lapak di jalan-jalan yang bukan untuk PKL. Karena tidak juga diindahkan akhirnya kami tertibkan. Operasi ini rutin dilakukan, dan di semua wilayah Kota Semarang akan disisir oleh petugas Satpol PP,” bebernya.
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Gurun Risyadmoko juga mengatakan, operasi ini rutin dilakukan agar tidak mengganggu umat muslim dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.
“Kita fokuskan pada operasi penyakit masyarakat (pekat), seperti miras, dan kaaroake liar. Kita berharap selama bulan Ramadan nanti umat muslim bisa melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan tenang,” ujar Gurun.(lif/12)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.