Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Residivis Bunuh Tetangga


 TEMPAT EKSEKUSI : Tepat di jalan desa Kalikayen inilah korban Ngaryono dieksekusi oleh tiga pelaku hingga tewas (HARSEM/NINO ADISUMARTO)



UNGARAN-Aksi pembunuhan yang diduga berlatar belakang dendam, Minggu (8/7) petang menggemparkan warga Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. 

Ngaryono (30) ditemukan tewas di jalan desa setelah ditusuk oleh rekan sekaligus tetangganya sendiri, Slamet alias Ulo dan dua rekannya.

Usai mengeksekusi korbannya, pelaku yang dikenal sebagai residivis langsung melarikan diri, dan kini menjadi buronan polisi. Petugas Satreskrim Polres Semarang yang menangani kasus tersebut berhasil mendapatkan barang bukti berupa HP, pakaian, sendal dan sepeda motor Mega Pro nopol H 4113 KL yang kini diamankan di Mapolres Semarang.

Ditemui di rumah duka, Kakak korban, Ngatirah (40) menuturkan, hingga saat ini pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti alasan Slamet menghabisi nyawa adiknya. Saat kejadian ia hanya mendapat laporan dari beberapa warga, bahwa Ngaryono tewas dibunuh oleh Slamet Cs. "Saya diberitahu warga kalau jasad Ngaryono sudah dibawa ke RS Bhayangkara Semarang," terang Ngatirah, kemarin.

Diceritakan, korban tewas dengan luka tiga tusukan di bagian dada, pinggang kiri dan lengan kanan. "Yang menyebabkan adik saya tewas kemungkinan akibat tusukan di bagian dada. Lukanya cukup dalam dan diperkirakan mengenai jantungnya," imbuh Ngatirah.

Menurutnya, kejadian tersebut berawal sekitar pukul 17.00, saat korban selesai memandikan anaknya, Firda Tondo Tresno (10). Yang kemudian dijemput oleh pelaku dan berpamitan pergi ke sekolah. "Saya tidak menyangka ternyata tetangga sendiri tega membunuh adik saya," ucapnya. 

Ngatirah menambahkan, aksi pembunuhan tersebut terencana. Pasalnya, ada warga yang sempat melihat saat pelaku menjemput korban di rumahnya sudah membawa senjata tajam. Dan kemungkinan besar dilatar belakangi dendam, karena setelah melakukan eksekusi tidak ada barang milik korban yang hilang. 

"Ada juga warga yang sempat melihat, korban dipegang oleh dua orang, dan dan satu orang lainnya menusukan pisau hingga korban tersungkur di jalanan. Hanya saja warga yang melihat kejadian itu tidak berani melerai," ujar salah satu pelayat saat ditemui Harsem usai pemakaman.

Petugas Satreskrim Polres Semarang yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP), kemarin langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. 

Kapolres Semarang AKBP IB Putra Narendra melalui Kasat Reskrim AKP Agus Puryadi mengatakan, pihaknya telah mengetahui identitas dan tempat persembunyian para pelaku pembunuhan sadis tersebut, yakni di Jakarta, Surabaya dan Kalimantan. 

"Kami sudah kerahkan anggota melakukan pengejaran terhadap para pelaku di Jakarta, Surabaya dan Kalimantan," ungkap Kasat Reskrim.

Dikatakan, hingga saat ini polisi telah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari enam orang saksi, guna mengungkap motif pembunuhan tersebut. Dan salah satu pelaku merupakan residivis. 

"Motif pembunuhan ini belum diketahui secara pasti. Hanya saja ada dugaan karena dendam masalah pekerjaan di proyek," jelasnya. (ino/15)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]
Create gif animations. Loogix.com. Animated avatars. Animated avatar. Motley Animated avatar. Gif animator. Animated avatar. Gif animator. Zoom Gif animator. Motley Create gif animations. Zoom Animated avatar. Movie Create gif animations. Gif animator. Zoom Animated avatar. Loogix.com. Animated avatars. Negative Animated avatar. Zoom Rumah Zakat Animated avatar. Negative Babyface, Harian Semarang liquid executive club, tonitok rendezvous