Pedagang Bintoro Bongkar Lapak
| BONGKAR: Minggu (8/7) akhir masa pembongkaran lapak, warga rela membongkar sendiri warung yang berada di tepi jalan. (HARSEM/SUKMA WIJAYA) |
DEMAK-Minggu (8/7) merupakan hari terakhir pembongkaran lapak-lapak pedagang yang berdiri di tepi jalan raya. Sejumlah lapak mulai dibongkar sendiri oleh pedagang.
KENDATI sejumlah pedagang masih membongkar sendiri lapak tempatnya berjualan, namun masih ada pedagang yang menunggu hari sore untuk membongkarnya. Seperti di kios prestasi yang menjual buah-buahan, terlihat masih melayani pembeli, mereka belum membongkar lapaknya menunggu giliran datangnya tukang yang membongkar kiosnya.
“Sambil menunggu dibongkar, kami melayani pembeli,” aku Mutiyah pedagang buah. Selain dirinya ada beberapa pedagang buah lain yang menunda pembongkaran lapak.
Beda dengan pemilik warung makan, Rondia (52), sore kemarin kiosnya mulai dibongkar, dan rencananya hari Senin akan menempati kios warung di sebelah belakang Pasar Bintoro yang menjadi zoning untuk kios warung makan.
Sementara dari sejumlah lapak yang sudah dibongkar sepanjang Jalan Sultan Fatah dan Jalan Pemuda, menunjukan pemandangan yang terbuka, hingga bangunan Pasar Bintoro yang besar mulai terlihat.
Kepala Dinperindagkop dan UMKM Demak, Eko Pringgolaksito mengatakan, memang hari Minggu merupakan batas terakhir pembongkaran lapak-lapak pedagang di tepi jalan raya.
Sesuai sosialisasi kemarin, hari Minggu batas terakhir warga membongkar sendiri lapaknya di tepi jalan, selanjunya Pemkab akan melakukan pembongkaran paksa bagi lapak yang belum dibongkar sendiri.
Ketegasan Pemkab memerintahkan segera membongkar lapak, menyusul akan adanya proyek betonisasi jalan sepanjang 500 meter senilai Rp. 2 milyar didepan kawasan pasar Bintoro atau Jalan Pantura. Sekaligus akan dibangunkan saluran drainase di depan pasar.
Karena pembangunan Pasar Bintoro sudah rampung, pedagang diwajibkan segera menempati kios-los yang sudah menjadi jatahnya. Selain itu Pemkab akan memfungsikan kembali trotoar dan taman sekitar Jalan Sultan Fatah dan Jalan Pemuda.
Karena trotoar dan taman di kedua jalan tersebut sudah rusak akibat relokasi pedagang pasar Bintoro setelah terbakar dan menunggu rampungnya pembangunan pasar. Setelah diperbaikinya jalan, trotoar, dan taman diharapkan wajah Demak kembali berseri-seri.
Eko Pringgolaksito yang mewakili Pemkab, sekaligus meminta maaf kepada warga lingkungan yang di depan rumahnya ketempatan relokasi pedagang.
Dengan dibongkarnya lapak-lapak dan pedagang pindah ke dalam Pasar Bintoro, maka penderitaan warga lingkungan lapak sudah terlepas, sekarang sudah tidak ada lagi istilah masak opor ayam namun baunya ikan asin, karena lingkungan kumuh akibat sampah dari lapak-lapak tersebut.
“Alhamdulillah sekarang bersih, warga bisa berlega hati, selama ini, rumah atau tokonya tertutup lapak relokasi pedang Pasar Bintoro,” aku seorang warga sekitar, Rahmadi (62). Lanjutnya setelah lingkungan bersih dari lapak, keindahan dan keamanan lingkungan kembali pulih. (swi)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.