Gara-gara Jalan Kampung Rusak, Warga Belon Tolak Pasang Bendera Merah Putih
| KUNJUNGI WARGA : Walikota Salatiga saat mengunjungi warga Belon yang menolak memasang bendera Merah Putih dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-67. (HARSEM / HERU SANTOSO) |
SALATIGA - Jengkel jalan kampung rusak, warga wilayah RW 10 Dusun Belon, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, kompak menolak memasang bendera Merah Putih menyambut HUT Kemerdekaan RI tahun ini.
Penolakan itu dilakukan karena merasa jengkel dan kesal dengan kerusakan jalan kampung yang hingga selama setahun didiamkan saja atau tidak diperbaiki oleh Pemkot Salatiga.
Keterangan yang dihimpun Harsem menyebutkan, aksi penolakan itu dipicu kejengkelan warga terhadap pemerintah yang tidak peduli dengan masyarakat Belon ini. Selain itu, kerusakan jalan kampung ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Pemkot Salatiga dan telah mengajukan proposal bantuan dana pembangunan. Hingga kini, belum ada keterangan yang jelas bantuan tersebut serta kejelasan pembangunan jalan.
“Rusaknya jalan itu, mengakibatkan ketika memasuki musim kemarau atau panas, dari jalan tersebut mengeluarkan debu dan aktivitas warga sangat terganggu. Selain itu, sarana transportasi menjadi terganggu juga dan tidak lancar. Hingga kini, hampir setahun kerusakan jalan itu. Dari rasa kecewa ini, akhirnya masyarakat secara kompak tidak akan memasang bendera Merah Putih pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 67 tahun ini, “ jelas Warsim Iswanto (42), warga Belon kepada wartawan, Rabu (15/8) pagi.
Ditambahkan, harusnya mulai kemarin warga harus mulai memasang bendera Merah Putih. Tetapi, penolakan yang dilakukan itu bukan semata-mata tidak menghormati HUT Kemerdekaan RI atau bahkan tidak cinta tanah air. Semua ini sebagai bentuk protes kepada pemerintah.
“Jika Pemkot Salatiga benar-benar membuktikan janjinya membangun jalan ini maka penolakan tidak akan berlanjut,” tandasnya. Kejengkelan warga ini mereda setelah Walikota Salatiga Yuliyanto dan Wakil Walikota H Muh Haris beserta para kepala SKPD di lingkungan Pemkot Salatiga mendatangi lokasi.
Mendapati masyarakat masih berkumpul, akhirnya Walikota dan Wawali melakukan dialog yang intinya melakukan pembicaraan kompromi dengan warga. Setelah didapat titik temu dari masalah ini, warga segera memasang bendera Merah Putih.
Walikota Salatiga Yuliyanto mengatakan, setelah lebaran usai jalan yang rusak itu akan langsung dibangun. Ditegaskan, jika pemasangan bendera Merah Putih bentuk rasa nasionalisme warga. (hes/15)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.