Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Rehab Jembatan Pasir Mulai Digarap

REHAB JEMBATAN: Penggarapan rehab jembatan Pasir mulai dilaksanakan 

DEMAK- Perbaikan jembatan di Desa Pasir Kecamatan Mijen mulai digarap, dengan memasang tiang pancang.

Kasi Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan Pemukiman dan Energi (DPUPPE) Demak Dul Muntolip mengatakan, sejak Jembatan Pasir patah, pihaknya sudah memperhitungkan upaya penanganannya. Karena sebagian jembatan patah, pemerinatah hanya mengeluarkan anggaran untuk merehab saja.

Sepanjang 36 meter yang patah, akan direhab secara bertahap dari anggaran APBD Perubahan 2012 dan APBD 2013. Pada tahun ini akan di bangun dua abudmen (pangkalan pondasi, red) dan dua pilar sebagai penyangga jembatan, dengan total biaya Rp 500 juta. “Selanjutnya tahun 2013, pelaksanaan pembangunan jembatan dilakukan sampai rampung,” katanya.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Demak HM Suradi yang meninjau langsung pelaksanaan pemasangan tiang pancang ini, berjanji akan mengawal penggelontoran dana perbaikan jembatan Pasir saat pembahasan anggaran APBD 2013.

“Jembatan Pasir merupakan jalur ekonomi, banyak petani hasil bumi yang mengakses jembatan ini. Pemerintah akan berupaya segera merampungkan perbaikan jembatan tersebut,” tuturnya. Sejak tahun 1976, Jembatan Pasir dibangun dengan bentang 120 meter dan lebar 6 meter. Namun akhir bulan Maret 2012 jembatan yang menyeberangi sungai Wulan ini patah.

Pilar Lepas

Akibatnya dua pilar penyangga jembatan di sebelah Selatan lepas. Namun badan jembatan yang patah masih tertahan oleh puing-puing pilar jembatan yang sudah roboh rata dengan tanah.

Menurut Kepala Desa Pasir, Bambang Priyono, Jembatan Pasir merupakan akses ekonomi warga. Bila jalur utama ini hilang, warga harus memutar dengan jarak yang sangat jauh. “Tentunya akan menghabiskan biaya operasional lebih," ungkapnya kemarin.

Untuk memutar, warga hanya bisa menggunakan jalur sebelah utara jembatan menuju Desa Bungo Kecamatan Wedung, menyeberangi Jembatan Bungo melintas diwilayah Desa Tempel Kecamatan Wedung yang berbatasan dengan Desa Pasir. Jalan alternatif tersebut sejauh 15 km.

Ditambahkan, ketika musim panen sedikitnya 20 rit truk bermuatan hasil bumi, seperti bawang merah atau cabe merah kriting melintasi jembatan setiap harinya.

Bila dihitung per truk bermuatan 8 ton, maka tiap hari sebanyak 160 ton hasil bumi mengakses jembatan itu. Sekitar tahun 2005 dan tahun 2007 jembatan tersebut pernah direhab dalam tiga tahap dengan biaya ratusan juta rupiah. Bila melihat kondisi jembatan yang parah, seharusnya pemerintah membangun total jembatan itu, karena anggaran APBD Demak tak mencukupi, pemerintah hanya bisa merehab badan jembatan yang patah. (swi/tab)


Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]
Create gif animations. Loogix.com. Animated avatars. Animated avatar. Motley Animated avatar. Gif animator. Animated avatar. Gif animator. Zoom Gif animator. Motley Create gif animations. Zoom Animated avatar. Movie Create gif animations. Gif animator. Zoom Animated avatar. Loogix.com. Animated avatars. Negative Animated avatar. Zoom Rumah Zakat Animated avatar. Negative Babyface, Harian Semarang liquid executive club, tonitok rendezvous