Rob Genangi Sriwulan
![]() |
| AIR ROB: Sejumlah bocah bermain di tepi laut usai air rob surut di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kemarin |
DEMAK- Rob mulai menggenangi wilayah Desa Sriwulan, Sayung dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu lokasi terparah genangan adalah pemukiman padat penduduk di Perumahan Pondok Raden Patah.
Warga RW 8 Sriwulan, Parti, mengemukakan rob datang dini hari ketika warga masih ingin beristirahat. “Saya sebenarnya tidak terlalu kaget dengan bencana tahunan ini. Tapi yang menjadi pertanyaan apakah seumur hidup saya harus berkawan dengan rob,” tutur ibu tiga anak itu kemarin.
Disebutkan rumahnya mepet dengan laut. Jaraknya juga hanya sekitar 20 meter. Ketika muncul air pasang rumahnya seketika tergenang. Harun, warga lainnya mengatakan, warga direpotkan ketika muncul rob. Tak cukup terganggu jam istirahatnya, melainkan ketika surut mereka juga masih harus bersih-bersih.
“Kondisi ini terjadi setiap tahun. Bisa dibayangkan betapa menderitanya warga yang rumahnya rawan terkena rob,” keluhnya. Disebutkan saat air muncul ketinggiannya bisa mencapai lutut orang dewasa. Air yang menggelontor masuk rumah seakan tak terbendung.
Muji, warga lain menambahkan hal yang menyedihkan, rumah warga rata-rata sudah ditinggikan hingga satu meter. Namun rob tetap masuk ke pemukiman. Camat Sayung Arif Sudaryanto mengemukakan telah menerima laporan, rob mulai masuk ke pemukiman warga di Desa Sriwulan. Diakui penanganan masalah itu, tidak begitu gampang. Rob di Demak bahkan butuh perhatian serius. Tidak hanya keterlibatan pemkab setempat melainkan pemprov dan pemerintah pusat.
“Biayanya mencapai miliaran rupiah. Ini yang harus terus dipikirkan terutama masalah pembiayaan,” jelas Arif kemarin. Kendati demikian pemerintah tidak tinggal diam. Sejumlah hal diupayakan mulai dari pembuatan alat pemecah gelombang (APO) hingga benteng penahanan arus yang nantinya akan melindungi sejumlah desa di pesisir Laut Jawa.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Joko Sari juga mengemukakan pihaknya telah mengajukan permintaan bantuan untuk melanjutkan pembangunan benteng penahan arus. Namun hingga kini belum ada jawaban dari pemerintah pusat soal proposal yang diajukan. “Kami masih harus menunggu jawaban pemerintah pusat. Seandainya dana nanti cair akan langsung dikerjakan,” terangnya. (H41/JBSM/tab)


Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.