Saluran Sawah Menghilang, Produktivitas Padi Menurun
![]() |
| SALURAN HILANG : Saluran sawah di Desa Pamongan, Kecamatan Guntur yang hilang perlu dinormalisasi |
Letak geografis Desa Pamongan yang jauh dari sumber air, mendukung sistem tanam sawah seluas 150 hektar lebih ini dengan tadah hujan. Kendati persawahan Pamongan mengandalkan sumber air dari aliran sungai Jragung, namun kondisi saluran yang bersedimen menyulitkan air mengalir ke sawah.
Apalagi debet dari sungai Jragung rendah, warga Desa Pamongan hanya bisa berdoa hasil tanamnya tak rusak atau terkena hama belok. Kendati hanya memanen sedikit, namun petani tak terlalu besar menanggung kerugian biaya tanam.
Menurut Kades Pamongan Bambang Riyanto, kondisi saluran sawah di persawahan Desa Pamongan mengalami sedimentasi yang tinggi hingga saluran sawah itu menghilang. Kendati warga setempat mengeruk sendiri tapi upaya tersebut tak bisa maksimal, kondisi sedimen di saluran sawah masih tinggi.
“Setiap awal tanam, warga selalu mengeruk saluran agar air bisa masuk ke sawahnya, kendati dikeruk, sedimen tetap bertambah semakin banyak,” ungkap Riyanto, kemarin. Untuk mendatangkan pompa air juga kesulitan, karena jarak sungai dengan perswahan 2-3 kilometer.
Berdasarkan perhitungan pihaknya, pada MT II mengalami penurunan produktivitas. Biasanya dalam satu ubin (seluas 2,5 meter persegi) hasil gabah kering panen (GKP) mencapai 7 kilogram, namun saat MT II hanya memanen 5,5 kilogram per ubin.
Kesulitan tanam ini terjadi sejak lima tahun terakhir, warga hanya bisa menikmati hasil tanam pada MT I, karena saat itu curah hujan tinggi. Sehingga suplai air untuk tanam padi tercukupi, namun saat MT II, kondisi air sedikit mengakibatkan pengisian bulir-bulir padi tak maksimal, dan warga tak bisa banyak berbuat apa-apa.
Lanjut Riyanto, persoalan saluran di Desa Pamongan melatarbelakangi kesulitan tanam pada MT II, dia meminta pemerintah bisa menormalisasi saluran persawahan melalui program jaringan irigasi tingkat usaha tani atau jaringan irigasi desa lainnya, sehingga MT II warga Desa Pamongan tak merugi.
Kendati desa menerima anggaran alokasi dana desa (ADD) atau dana dari PNPM, nanun anggaran tersebut tak mencukupi untuk proyek normalisasi saluran di persawahan. (swi/15)
.jpg)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.