Home » , » Limbah Minyak Sumur Tua Disorot

Limbah Minyak Sumur Tua Disorot

Written By enggar ervanto on Rabu, 16 Januari 2013 | 09.19


Sejumlah pekerja tengah menambang minyak mentah dari salah satu sumur tua di Desa Banyubang, Kecamatan Jiken, Blora.
HARSEM/SMNetwork/Urip Daryanto)



BLORA-Sumur minyak tua di Blora merupakan harapan baru untuk meningkatkan pendapatan khas daerah. Hal ini juga untuk terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar sumur.Namun, tentang standarisasi penanganan limbahnya disorot dan perlu penanganan. 

Sebab, saat ini , sudah ada keluhan dari masyarakat petani di sekitar sumur yang dieksplorasi.Ini bisa dimaklumi karena limbah yang dihasilkan mengandung minyak, sehingga masyarakat petani takut jika limbah dari sumur minyak tua akan mempengaruhi hasil pertanian mereka.

Saat ini ongkos angkat angkut minyak mentah naik, yakni mencapai Rp 2.950/liter. Hal ini berdampak pada penambangan minyak di sejumlah sumur tua di Blora semakin bergairah.Dari pantauan, rata-rata penambangan minyak mentah baik di sumur tua Blok Ledok, Semanggi dan Banyuasin dikelola sendiri oleh masyarakat penambang yang tinggal di sekitar sumur. 

Tidak menutup kemungkinan jika ada pihak ketiga atau penyandang dana  ikut mendanai penambangan. Direktur Blora Patra Energi (BPE), Christian Prasetya menyambut positif jika ditentukan standarisasinya.

Perlu diketahui, BPE saat ini juga mengantongi ijin pengelolaan 36 sumur tua tersebar di 5 kecamatan di Blora.Beberapa di antaranya sudah operasional,  sisanya masih menunggu ijin dari Perhutani, karena keberadaan sumur ada di wilayah Perhutani.

''Pengelolaan limbah memang perlu dipikirkan secara dini, supaya dikemudian hari tidak menimbulkan persoalan,'' ungkap Christian.Pengelolaa sumur minyak tua di Blora cukup menjanjikan. Salah satu pemegang ijin, KUD Jiken misalnya, bekerjasama dengan  investor PT Witsun Indonesia Perkasa,  berhasil memproduksi minyak mentah antara  15.000 liter  hingga 20.000 liter setiap hari. Pihak BPE sendiri, selain sudah mengantongi ijin pengelolaan 36 sumur minyak tua, saat ini tengah melirik 282 sumur minyak tua yang tersebar di beberapa kecamatan di Blora. Menurut data, jumlah sumur tua yang ada di Kabupaten Blora tercatat kurang lebih ada 900 titik tersebar di sejumlah kecamatan. 

Sumur-sumur tersebut terbagi di beberapa blok, di antaranya  di blok Ledokseperti, Semanggi, Banyubang, Metes, Petak, Dinding, Kedung Lusi, Trembes, Loji ijo dan blok Tungkul. (Urip Daryanto/SMNetwork/njs)
Share this article :

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Semarang Banget - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger