Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

BPBD Siapkan Alat Penjernih Air

HARSEM/LISSA FEBRINA
Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto didampingi Kepala BPBD Kota Semarang Iwan Budi Setyawan saat melihat cara kerja alat penjernih air usai apel terpusat di Kantor BPBD Kota


UNTUK membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Semarang menyediakan alat penjernih air (Water Treatment) yang baru pertama kali dimiliki. Alat ini juga dapat digunakan dalam kondisi bencana seperti banjir dan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini disampaikan Kepala BPBD Kota Semarang Iwan Budi Setyawan.

“Alat tersebut bantuan dari BNPB tahun lalu. Kalau soal anggarannya kita kurang tahu. Fungsi alat ini adalah untuk penjernih air sepanjang warga tidak bisa mendapatkan air bersih, termasuk saat banjir,” ujar Iwan usia apel pagi di Kantor BPBD Kota yang dipimpin langsung Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto, kemarin.

Alat tersebut, lanjut Iwan, memiliki dua tabung, sisi kiri tabung untuk menjernihkan air dari berbagai sumber. Sedangkan sisi lainnya difungsikan untuk penjernihan lagi hingga air layak untuk diminum.
“Alat penjernih air ini bisa mengolah air kotor menjadi air bersih sehingga layak untuk dikonsumsi. Dalam satu jam setidaknya bisa dihasilkan satu galon air siap minum,” ujar Iwan.

Sementara itu Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto mengatakan, PNS  BPBD dalam menjalankan tugas memiliki karakteristik tersendiri, karena apa yang dilaksanakan  merupakan tugas yang mulia. “Yaitu memberi pertolongan kepada masyarakat yang sedang  terkena bencana di manapun dan kapanpun di kota Semarang,” ujar Adi usai memimpin apel Senin pagi. 

Adi berpesan kepada seluruh pegawai BPBD untuk cepat menyesuaikan diri  dengan keadaan dan responsif. Dengan demikian maka dalam dirinya akan tertanam nila-nilai pengabdian yang didasari ketulusan. “Hal ini sangat penting mengingat kehadiran petugas BPBD sangat diharapkan masyarakat yang sedang terkena bencana alam, seperti banjir dan longsor,“ kata Adi.

Untuk bisa melaksanakan tugas-tugas dalam kedaruratan maka soliditas antarpetugas merupakan kunci keberhasilan untuk tercapai hasil yang optimal, yaitu keselamatan masyarakat yang sedang terkena bencana, oleh karena itu ketika melaksanakan tugas  dihindari konflik sekecil apapun.

“Tingkatkan kekompakan antarpetugas dan perkuatlah koordinasi dengan aparatur lain, maupun unsur masyarakat lainnya, yang ikut terlibat dalam penugasan penanggulangan bencana alam Seperti LSM, maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Sehingga kekurangan yang muncul di lapangan  bisa diminimalisir,” katanya.

BPBD juga memiliki website www.bpbd-semarang.com. Melalui website ini masyarakat dapat melihat peta rawan bencana di 16 Kecamatan Kota Semarang, baik rawan banjir, longsor ataupun data lain yang berkaitan dengan kerawanan bencana alam. “Posko Penanggulangan Bencana Alam BPBD siap 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan bisa menghubungi (024) 6730212,” tandas Adi. (lif/sae)


Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]