Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Perawat-Dokter Sering Kurang Sepaham Penanganan Pasien Gawat Darurat

Peserta pelatihan penanganan penderita gawat darurat mendengarkan materi yang disampaikan instruktur
 dari Pusbankes 118 Persi DIY. (HARSEM/SMNETWORK/ROSYID RIDHO)
KENDAL-Pasien yang terluka parah memerlukan tindakan perawatan yang cepat, tepat, dan mudah guna menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian atau kecacatan. Namun, sering kali perawat belum sepaham dengan keinginan dokter dalam memberikan pertolongan pertama kepada pasien yang mengalami gawat darurat.

Hal itu disampaikan Ketua Instruktur Pelatihan, I Nyoman Subawa dari Pusat Bantuan Kesehatan (Pusbankes) 118 Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Cabang DIY dalam pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) atau penaggulangan penderita gawat darurat (PPGD) yang diselenggarakan Rumah Sakit Islam (RSI) Kendal, baru-baru ini.

I Nyoman mengatakan, koordinasi yang baik antara perawat dan dokter di rumah sakit, serta akan menguntungkan pasien yang mengalami kondisi gawat darurat. Menurutnya, rumah sakit perlu diinformasikan sebelumnya, sebelum pasien tiba di rumah sakit untuk mendapat pertolongan. ''Dengan begitu, pihak rumah sakit maupun dokter yang hendak memberikan pertolongan bisa bersiap-siap, sehingga ketika pasien sampai di rumah sakit, mereka langsung mendapatkan penanganan yang baik,'' katanya.

Dia menjelaskan, terdapat dua tahap dalam memberikan pertolongan kepada pasien yang terluka parah. Tahap pertama, pra rumah sakit. Pada tahap itu, perlu koordinasi antara petugas di lapangan dan pihak rumah sakit. Pasien harus mendapatkan penjagaan jalan pernapasan selama perjalanan menuju rumah sakit dan berkoordinasi dengan petugas lapangan lainnya.

''Sementara tahap kedua, yakni intra rumah sakit, yang meliputi mempersiapkan alat perlindungan diri, menyiapkan perlengkapan dan ruangan untuk perawatan, persiapan melakukan tindakan resusitasi serta untuk terapi definitif,'' tutur dia.

Direktur RSI Kendal drg H Edi Sumarwanto MM MH Kes melalui ketua panitia pelatihan dr Chika Aradila mengatakan, komunikasi antara perawat dengan dokter untuk penanganan pasien yang mengalami kondisi gawat darurat sering belum sepaham. Maka dari itu, pihaknya menggelar pelatihan bagi para perawat untuk menyeragamkan komunikasi saat terdapat pasien yang menderita luka parah dan tergolong gawat darurat. ''Pelatihan diikuti sekitar 40 perawat dari Kendal dan Batang. ''Saya berharap, setelah pelatihan ini, para perawat bisa memahami dan mengambil tindakan tepat dalam memberikan pertolongan pertama kepada pasien yang mengalami kondisi gawat darurat,'' katanya. (H36/SMNetwork/tab)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]