Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Rebutan Penumpang, Sopir Bus Dianiaya

Petugas Polres Kendal berdiskusi dengan awak angkutan bus jurusan Sukorejo-Semarang yang melakukan aksi solidaritas karena
salah seorang rekannya diduga menjadi korban penganiayaan bus AKAP ( HARSEM/SMNETWORK/ROSYID RIDHO)
KENDAL- Puluhan sopir bus dan kernetnya Jurusan Sukorejo-Semarang menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Kendal, Rabu (6/2) pukul 08.30. Puluhan sopir memarkir bus mereka di sepanjang jalan di dekat Polres Kendal. Aksi mereka dipicu karena adanya salah satu sopir yang diduga dianiaya salah seorang awak bus PO Sahabat.

Penganiayaan itu terjadi karena rebutan penumpang. Awak angkutan bus Sahabat dinilai sering mengambil penumpang di sepanjang jalur pantura Kendal. Kejadian itu menyebabkan ketersendatan arus lalu lintas dari arah barat ke timur.

Terjadi ketegangan antara para sopir yang tergabung dalam Paguyuban Setia Kawan dengan petugas kepolisian. Polisi menilai, aksi mereka tidak tidak dilengkapi ijin maupun pemberitahuan sebelumnya. Koordinator Paguyuban Setia Kawan Muskon mengatakan, aksi mereka bukan demo. Mereka hanya meminta polisi bertindak tegas dalam menangani kasus penganiayaan yang menimpa salah seorang rekannya.
“Kami tidak sedang melakukan demo. Ini sebagai bentuk solidaritas awak angkutan Paguyuban Setia Kawan. Sebab salah satu anggota kami mengalami penganiayaan,'' katanya.

Korban penganiayaan awak bus Sahabat, Joko (40) mengaku peristiwa bermula sewaktu ia melihat bus Sahabat menaikkan penumpang di sepanjang pantura Kendal. Menurutnya, hal itu merupakan pelanggaran. Sebab, menurut pengakuan Joko, telah terjadi kesepakatan, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tidak boleh menaikkan penumpang di sepanjang jalur pantura Kendal.

''Sebelumnya telah ada kesepakatan jika bus AKAP dilarang menaikkan penumpang. Namun, mereka tetap nekat,'' kata Joko. Merasa penumpangnya direbut, Joko menghadang bus sahabat tersebut di lampu merah pertigaan Ketapang. Mereka terlibat adu mulut. Sewaktu korban hendak masuk ke dalam bus, ia justru ditarik paksa, hingga mengalami luka memar di tangan. “Saya berhentikan bus, tetapi awak angkutan itu malah menantang. Bus saya juga ditabrak dan saya ditarik saat hendak masuk ke dalam,'' katanya. Korban penganiayaan kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Kendal. Sementara polisi mengarahkan seluruh armada bus Setia Kawan ke Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal untuk melaporkan kasus ini.

Perwakilan PO Sahabat, Tri mengaku tidak tahu perihal penganiayaan yang diduga dilakukan awak angkutannya. Menurut dia, sopirnya tidak merebut penumpang. Pihaknya hanya menaikkan penumpang yang merupakan pelanggan tetap. Penumpang tersebut rata-rata karyawan dan sudah lama menjadi pelangannya. ''Saya tidak tahu persis berapa jumlah pelanggan tetap tersebut,'' katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kendal Subarso mengatakan, pihaknya akan menyampaikan keluhan tersebut ke Dinas Perhubungan Provinsi Jateng. Hingga kemarin siang, puluhan awak bus Sukorejo-Semarang masih beraudiensi di Kantor Dinas Perhubungan. (H36/SMNetwork/tab)



Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]