Home » , , , » Ular Python Besar, Ditemukan Diatas Teras SD

Ular Python Besar, Ditemukan Diatas Teras SD

Written By fasrif anang maruf on Selasa, 05 Maret 2013 | 00.35

Ular python jenis kembang ini, rencananya akan dijual.(HARSEM/SUKMAWIJAYA)

DEMAK-  Warga Desa Jatisono Kecamatan Gajah kemarin, Minggu (2/3) digegerkan dengan penemuan ular python berukuran besar, dari atas plafon teras SDN Jatisono 01.

Ular jenis Python Kembang, kali pertama ditemukan murid-murid SD sekitar pukul 06.30, mereka berteriak-teriak ketika melihat keberadaan ular di atas plafon teras sekolah yang sebagian pecah. “Kami melihat ekor ular turun naik, terus kami teriak-teriak ada ular,” ucap Ari murid Kelas 1.

Seketika para guru berlarian menuju sumber suara, mereka menghalau para murid untuk menghindar dari temuan ular. Tak lama warga setempat berdatangan, empat orang segera naik genting teras sekolah berupaya menangkap ular.

“Proses pengambilan ular cukup sulit, kami harus naik atap gedung membuka genting satu persatu,” ucap Sutiyono (42) warga Desa Jatisono. Akhirnya, dia bersama warga lain berhasil mengambil ular tersebut. Beruntung ular besar itu tak memberikan perlawanan, sehingga memudahkan warga untuk menangkapnya.

Warga langsung mengevakuasi ular seberat 25 kilogram itu. Panjang ular sampai lima meter, dibantu empat warga menggotongnya  menuju rumah Sutiyono yang kebetulan mempunyai kandang dari kawat baja. Puluhan warga yang penasaran dengan keberadaan ular berdatangan di rumah miliknya. Sebagian warga sempat kawatir atas keberadaan ular yang bisa berada di atas plafon teras sekolah. Mereka sempat mengelus dada, membayangkan bila ular tersebut turun atau menimpa anak-anak SD yang sedang main di bawanya.

Menurut Kades Jatisono Purnomo, belum diketahui secara jelas asal ular tersebut.  Ada laporan warga yang tinggal dibelakang SDN Jatisono 01, kehilangan 4 ekor ayam miliknya. “Bisa saja ayam tersebut dimakan ular ini,” ucapnya. Selanjutnya Purnomo menghimbau warga untuk lebih waspada dengan lingkungnnya, mengantisipasi bila keberadaan ular lebih dari satu.  

Sutiyono bersama warga lain berniat menjual ular tersebut, diantara penonton ada yang berani menawar per meter dihargai Rp 100 ribu, ada pula penawaran Rp 250 ribu per-meter. (swi/hst)     
   

Share this article :

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Semarang Banget - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger