Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Kerugian Banjir Rp 920 Juta

Bupati Widya Kandi Susanti berbincang-bincang dengan warga saat meninjau lokasi banjir bandang di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari. Banjir bandang tersebut merendam 1.800 rumah dan menghanyutkan puluhan perahu milik nelayan setempat. SM/Rosyid Ridho
KENDAL - Banjir bandang yang menerjang perkampungan nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, menyebabkan kerugian materi mencapai Rp 920 juta. Banjir yang terjadi karena jebolnya tanggul Kali Kutho merendam sekitar 1.800 rumah warga dan mengakibatkan ratusan perahu nelayan hanyut terbawa derasnya aliran air.
Bupati Widya Kandi Susanti bersama Kapolres Kendal AKBP Asep Jenal Ahmadi meninjau lokasi banjir, Selasa (16/7). Bersama rombongan turut hadir Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Paul Robinson. Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Kendal ini mendapat perhatian warga.
Masyarakat nelayan memanfaatkan kedatangan Widya Kandi untuk berkeluh kesah. Para nelayan berharap bupati memperhatikan nasib mereka dan memperbaiki tanggul Kali Kutho yang jebol akibat dihantam perahu dan derasnya aliran sungai. ''Setelah dilakukan pendataan, kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam itu mencapai Rp 920 juta. Saya bersyukur peristiwa itu tidak sampai menelan korban jiwa,'' kata Widya Kandi di dampingi Kepala Pelaksana Harian BPBD Paul Robinson dan Camat Rowosari M Fatoni. 
Bupati sudah menginstrusikan semua instansi terkait seperti BPBD, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Bina Marga, SDA, ESDM dan Dinas Sosial untuk berkoordinasi memulihkan kondisi perkampungan nelayan tersebut dengan menyalurkan berbagai bantuan yang dibutuhkan seperti beras dan kebutuhan pokok lainnya.
Dia mengatakan, dari 72 perahu yang terseret arus air, 11 perahu masih dalam pencarian, sehingga nelayan banyak yang belum melaut untuk menangkap ikan. Pemkab berencana mendatangkan alat berat untuk membantu mengangkat kapal nelayan yang berukuran besar dan terbalik. Sejumlah titik tanggul yang berpotensi jebol atau ambrol akan disurvei kembali dan akan dibangun kembali. Widya Kandi meminta warga Desa Gempolsewu tetap tenang dan saling bekerja sama untuk ikut memulihkan desanya akibat banjir bandang yang terjadi Minggu (14/7). Kami juga bakal berupaya mendatangkan bantuan dari CSR Bank Jateng dan Pemprov Jateng.
Sementara itu, sejumlah nelayan masih mengevakuasi kapal yang masuk ke dalam pemukiman. Mereka bergotong royong untuk menarik kembali kapal yang masuk ke pemukiman ke tepi sungai. Mereka menarik kapal menggunakan peralatan seadanya seperti tambang. Meski sudah dua hari, tetapi, lumpur yang terbawa arus dan genangan air masih terlihat di perkampungan nelayan tersebut. Perahu nelayan yang sudah berada di sungai, juga telah kembali melakukan aktivitasnya. (SMNetwork/H36/hst)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]