Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Korupsi Bisa Dilawan dengan Tiga Sifat

<B>TAUSIYAH:<P> KH Agus Sholeh memberikan ceramah tentang peran pendidikan dalam upaya pemberantasan korupsi dalam tarling anjangsih Forkompinda yang digelar di Pendapa Kabupaten. ()SM/Rosyid Ridho
<B>KENDAL -<P> Korupsi telah sekian lama merajalela dan memasuki hampir semua sendi kehidupan. Korupsi bisa dilawan dengan tiga sifat, yakni <I>amanah<P> (jujur), <I>qanaah<P> (berkecukupan) dan <I>adala<P> (berkeadilan). Tanpa tiga sifat tersebut, kasus korupsi yang semakin hari semakin merajalela akan sulit dihentikan. KH Agus Sholeh menyampaikan hal itu dalam tausiyah pada acara tarawih keliling anjangsih Forkompinda Kabupaten Kendal putaran kedua yang digelar di pendapa Kabupaten, Senin (15/7). Bertindak selaku <I>sohibul bait<P> adalah Kejaksaan Negeri Kendal.
Dia mengatakan, korupsi bisa terjadi karena terdapat tiga perkara, yakni kekuasaan, adanya anggaran, dan hukum atau undang-undang yang tidak tegas terhadap para koruptor. Menurutnya, mereka yang mempunyai kekuasaan atau pengaruh besar, akan memudahkan untuk mempermainkan anggaran negara, sehingga terjadi kasus korupsi yang merugikan masyarakat. ''Guna memerangi korupsi, terdapat tiga sifat, yakni jujur, berkecupukan, dan berkeadilan,'' katanya.
Menurutnya, jika manusia mampu memegang teguh amanah dalam segala hal, khususnya kekuasaan, maka tinadakan korupsi dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Apa pun hasilnya yang telah dikerjakan dengan sekuat tenaga dan disyukuri, akan mendorong manusia merasa cukup dan tidak akan berusaha memperoleh segala sesuatu di luar kemampuannya. Hal itu sama dengan mereka tidak memiliki kecenderungan serakah. Dalam penerapannya, kata dia, perlu dukungan penegakan keadilan dengan kekuatan hukum yang tegas untuk memberantas korupsi. ''Untuk menanamkan kesadaran anti korupsi dalam masyarakat, perlu adanya pendidikan budi pekerti sebagai transfer nilai-nilai moral, agar masyarakat sejak dini mengenal akibat buruk yang ditimbulkan kalau melakukan tindakan korupsi,'' terang dia yang membawakan tausiyah dengan tema Peran Pendidikan dalam Upaya Pemberantasan Korupsi.
Kajari Kendal, Raimel Jesaya menyambut baik digelarnya tarawih keliling anjangsih tersebut. Dia mengatakan, tarling bisa mempererat tali persaudaraan antar Forkompinda, sehingga bisa saling kerja sama membangun Kabupaten Kendal. ''Toleransi antar umat beragama di Kabupaten Kendal sangat baik, sehingga Kendal senantiasa kondusif, rukun, dan peduli antar warga masyarakatnya,'' katanya. (H36--)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]