Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Stok Bawang Merah Brebes di Pasar Langka

Kepala Disperindag Jateng Edison Ambarura didambingi Kabid PDN Lisyati, sidak harga-harga kebutuhan bahan pokok dan cabai di Pasar Johar, Selasa (16/7).  SM/Irawan Aryanto
SEMARANG - Stok bawang merah Brebes di pasar kosong sejak dua bulan ini. Diperkirakan petani bawang merah Brebes lebih suka menjual ke Jakarta, karena harga di sana lebih tinggi.
Penjual bawang merah di Pasar Johar, Khomsah mengatakan, stok bawang merah dari Brebes sudah dua bulan kosong. Bawang merah yang ada di pasar Kota Semarang berasal dari Pegandon, Kendal, dan Nganjuk, Jawa Timur. Sebagian besar pasokan berasal dari Nganjuk, sedang dari Pegandon hanya satu atau dua petani saja yang memasok.
"Harga bawang merah di tingkat grosir saat ini Rp 37.500 per kilogram, naiknya hingga Rp 5.000 per kilogram sejak awal puasa. Harga eceran berkisar Rp 38.000-39.000," katanya.
Biasanya kenaikan di awal puasa hanya Rp 1.000-Rp 2.000 per kilogram. Kenaikan cukup tinggi karena bawang merah dari Brebes sudah sekitar dua bulan tidak ada. Mungkin bawang merah Brebes masuk Jakarta. "Kenaikan harga ini membuat jumlah pembelian berkurang. Dari yang biasanya tiap konsumen membeli lima kilogram, sekarang hanya tiga kilogram," imbuhnya.
Kepala Disperindag Jateng, Edison Ambarura mengatakan, salah satu penyebab kenaikan harga bawang merah adalah tidak adanya pasokan dari Brebes. Kosongnya stok di Jateng dinilai wajar, karena kondisi pasar di Jakarta dengan harga lebih tinggi lebih menguntungkan petani.
"Meski begitu, soal ketersediaan stok masyarakat tak perlu khawatir. Stok dari petani cukup, belum lagi ditambah impor bahan pangan seperti cabai, daging sapi, dan bawang merah yang direncanakan masuk pekan ini," ujarnya saat melakukan sidak di Pasar Johar, kemarin.
Menurut dia, kenaikan harga di pasaran saat ini masih dalam batas wajar sekitar 2,5%. Operasi pasar belum perlu dilakukan karena kenaikan belum mencapai 10%. "Tidak ditemukan kenaikan harga yang lebih dari 10%. Harga daging sapi has dalam saat ini sekitar Rp 72.000-Rp 75.000 per kilogram, turun dari Rp 80.000 per kilogram. Untuk daging has kelas dua harganya Rp 65.000 per kilogram," tuturnya.
Sementara harga cabai rawit merah menjadi sekitar Rp 60.000-Rp 62.500 per kilogram, naik dari minggu lalu Rp 55.000 per kilogram. Rawit hijau Rp 17.000-Rp 23.000 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp 27.000 per kilogram. "Untuk cabai, kami sudah mendatangi sentra petani cabai di Ungaran, stok dan pasokan bagus. Ada kenaikan harga sedikit karena anomali cuaca. Sebab komoditas ini tergolong sensitif terhadap perubahan cuaca yang drastis," kata dia.
Agar tidak terjadi gejolak harga yang tinggi, Disperindag Jateng terus memonitor stok dan harga, melancarkan distribusi barang untuk sembako, serta menggelar pasar murah dengan diskon 30%-50%. (SMNetwork-J8/yul)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]