Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Musim Paceklik Nelayan, Tangkapan Ikan Sepi

Ratusan kapal nelayan banyak yang diparkir menyusul sepi tangkapan ikan. HARSEM/SUKMAWIJAYA
DEMAK- Saat ini menjadi masa panceklik bagi nelayan. Akibat musim tidak stabil, dan hasil tangkapan ikan sedikit. Bila masih nekat melaut bisa tekor, sehingga nelayan lebih memilih memarkir kapal dan menunggu musim timuran lewat, dari pada semakin menimbun hutang.

    Sudah hampir 13 hari ini, ribuan kapal nelayan  diparkir di tepi sungai Tuntang, sebagian nelayan memarkir di tepi sungai Jajar yang dekat dengan muara perairan pantai utara. Belakangan nelayan enggan melaut akibat hasil tangkap ikan, sepi. Dan cenderung rugi bila nekat menangkap ikan.
    Seperti Ahmad Rosid (45). Nelayan asal Desa Margolinduk Kecamatan Bonang ini lebih memilih membenahi jaring dan membersihkan kondisi kapalnya. Hampir sepuluh hari dirinya tak melaut akibat musim tidak menentu.
    Kapalnya jenis mini purse seine, untuk berangkat melaut biasa bermodal bahan bakar minyak (BBM) dan perbekalan lain sampai  Rp 1,6 juta. “Itupun modal dari kami berhutang, biasanya kami hutang BBM sama bakul (pedagang, red) dulu, setelah pulang, hasil tangkap dihitung, sisanya masuk pendapatan kami,” akunya, kemarin.
    Terpisah, tokoh masyarakat nelayan, Iskandar (62) warga Desa Purworejo Kecamatan Bonang, mengakui saat ini bisa menjadi masa paceklik nelayan Bonang, sebab pada musim timuran (angin Timur) ini tidak stabil, kondisi ikan tangkap di laut sangat sepi, sehingga banyak nelayan yang menggunakan kapal mini purse seine dan kapal kolor, cenderung memarkirkan kapalnya di tepi.
     Bila berangkat melaut kapal kolor biasa membutuhkan modal sampai Rp 700 ribu, untuk kapal mini purse seine  Rp 1,5 juta. “Minimal berangat melaut biasa membutuhkan BBM 150-200 liter, apalagi harga BBM naik, nelayan harus memperhitungkan sebelum melaut, jangan sampai merugi,” ungkapnya.
    Kendati demikian, masih ada nelayan yang coba-coba. Sehari melaut bila hasil tangkapnya sepi, libur tiga hari, selanjutnya dicoba lagi melaut hingga dapat menemukan masa yang tepat untuk menangkap ikan yang berlimpah.
    Dari hasi pantauan Pos TNI Angkatan Laut Demak, kondisi angin sedikit kencang, dengan gelombang yang tenang ini seharusnya banyak ikan bagi nelayan. Saat malam haripun juga tidak ada terang bulan, tapi banyak nelayan cenderung memarkir kapalnya di tepi.
Komandan POS AL Demak, Serma Laut Sukismo mengatakan, dari data POS AL, nelayan Bonang terdiri dari nelayan kapal purse seine, kapal kolor, dan kapal Branjang (bagan), biasanya mereka dapat meraup hasil ikan ketika masa petengan atau tidak ada terang bulan.
“Belakangan ini kondisi perairan kurang bisa diprediksi, cuaca tidak menentu kadang ombak besar tetapi kadang tenang," jelasnya. Meski kondisi perairan PPP Morodemak relatif aman untuk melaut, tapi tidak sebanding dengan aktivitas para nelayan. Hampir beberapa minggu ini hanya beberapa nelayan saja yang melaut.
Di perairan wilayah Bonang hanya nelayan kapal Bagan yang melaut, mereka mencari ikan dengan membuat jebakan jaring di tepi pantai. Masih melaut juga dilakukan oleh nelayan asal Kecamatan Wedung yang hampir seluruhnya menggunakan kapal cantrang.
Nelayan cantrang memang tidak pernah terganggu dengan beradaan musim timuran atau musim lainnya, meraka hanya libur ketika gelombang laut meninggi. (swi/hst)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]