Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Warga Pegulon Protes Penebangan Albasia

Warga sedang melihat bekas penebangan pohon
Kesadaran warga akan pentingnya penanaman pohon sebagaimana yang digalakkan Bupati Kendal melalui program Sak Uwong Sak Uwit (SUSU) nampaknya benar benar tertancap di batin warga Kendal.
KENDAL- Sejumlah warga Kelurahan Pegulon Kecamatan Kendal Kota memprotes  pemotongan pohon peneduh jenis Albasia di depan Bank Mandiri pinggir jalur utama Pantura Kendal yang dilakukan oleh Dinas Cipta Karya Kabupaten Kendal, kemarin.
Agus Musthofa (47) mewakili keresahan warga Pegulon mengungkapkan kegeramannya atas tindakan pemotongan pohon itu.   Tak ada sebab yang jelas kenapa pohon peneduh itu dipotong, seharusnya  cukup dilakukan pemangkasan daun atau ranting. “Lazimnya  memotong pohon yang terletak di jalan provisi  pinggir jalan seperti Jalur pantura Kendal, pihak terkait harus ijin dari pemprov, bukan ijin ke Cipta Karya Kabupaten, ” jelas Agus.
Pria pemilik percetakan Cemerlang ini menambahkan bahwa Cipta Karya juga berlaku kurang bijak dan berkesan tak mengindahkan Perda SUSU yang dibuat Bupati.  “ Saya lihat seharusnya sebelum dipotong, Pemda dalam hal ini Cipta Karya harus menanam pohon sebagai cadangan,  ini kebalik, setelah diprotes warga baru kemudian pohon cadangan ditanam, ” tambahnya.
Sebagai aktifis pecinta lingkungan Agus Musthofa memang dikenal vokal menyuarakan perlindungan terhadap lingkungan , dalam kasus pemotongan pohon di depan Bank Mandiri ini dia berpendapat alangkah kurang bagusnya jika pohon bisa  dipotong tanpa alasan yang penting untuk kebaikan lingkungan.  “ Saya lihat tak ada kabel listrik atau apapun yang membuat pohon ini membahayakan manusia, kalaupun ada kabel telepon yang menumpang di rantingnya, kan tak perlu dipangkas sampai rata tanah, cukup dipangkas ranting dan daunnya saja,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Ir Fauzi Noor, mengatakan, pemotongan pohon peneduh di depan Bank Mandiri itu berdasarkan atas permintaan warga dengan pertimbangan ada kabel melintasi pohon tersebut dan atas pertimbangan keselamatan juga, saat dikejar tentang regulasi dan perundangan bahwa yang berhak memberikan ijin pemotongan adalah pemprov , Fauzi belum bisa meenjawab dengan alasan dirinya sedang diluar kota. (Ar10/ts/hst)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]