Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Agresif Tambah Outlet

Direktur Utama PT Bank Syariah Bukopin Riyanto didampingi Kepala Sekretaris Perusahaan Evi Yulia Kurniawati dan Pimpinan Cabang PT Bank Syariah Bukopin Semarang Bobby Aswar memberikan cinderamata kepada Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Amir Machmud, Wapemred Gunawan Permadi, Redaktur Pelaksana Ananto Pradono, Sekretaris Redaksi Eko Hari Mudjiharto, Redaktur Pelaksana Triyanto Triwikromo saat berkunjung di kantor redaksi Suara Merdeka Jalan Kaligawe KM 5, kemarin. SM/Fista Novianti
SEMARANG- Makin bertumbuhnya perbankan syariah mendorong PT Bank Syariah Bukopin gencar ekspansi dengan membuka kantor baru di Jalan Gajah Mada Semarang.

Direktur Utama PT Bank Syariah Bukopin Riyanto menuturkan, pembukaan kantor baru di Semarang merupakan cabang ke-22 dari PT Bank Syariah Bukopin. Bank Syariah Bukopin dimulai dari sebuah bank umum, PT Bank Persyarikatan Indonesia yang diakuisisi oleh PT Bank Bukopin Tbk untuk dikembangkan menjadi Bank Syariah. Bank Syariah Bukopin mulai beroperasi dengan melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah setelah memperoleh izin operasi syariah dari Bank Indonesia pada 2008 lalu.

''Saat ini kami mulai gencar ekspansi dengan membuka beberapa cabang di Indonesia serta agresif menambah outlet untuk mempermudah layanan bagi nasabah. Jumlahnya kini mencapai 53 outlet,'' ujarnya saat berkunjung ke kantor redaksi Suara Merdeka Jalan Kaligawe KM 5, kemarin.

Dalam kunjungannya bersama Kepala Sekretaris Perusahaan Evi Yulia Kurniawati dan Pimpinan Cabang PT Bank Syariah Bukopin Semarang Bobby Aswar itu, Riyanto diterima Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Amir Machmud, Wakil Pemimpin Redaksi Gunawan Permadi, Redaktur Pelaksana Ananto Pradono, Sekretaris Redaksi Eko Hari Mudjiharto serta Redaktur Pelaksana Triyanto Triwikromo.

Menurut Riyanto, perbankan syariah berbeda dengan perbankan konvensional. Perbedaannya terletak pada layanan transaksi yang berdasarkan prinsip hukum Islam. Antara lain, sistem pendapatan usaha dinamakan bagi hasil, terdapat struktur pengawasan syariah yaitu Badan Pengawas Syariah serta melarang transaksi spekulasi.
''Perbankan syariah dituntut bisa berkembang. Sebab, sebagian besar masyarakat di Indonesia adalah muslim. Sehingga berpotensi besar mendorong pertumbuhan bank syariah,'' katanya.

Tercatat, pangsa pasar (market share) industri perbankan syariah pada kuartal I-2013 hampir menembus 5%, yaitu di angka 4,9%. Meski tumbuh pesat, namun pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia masih kalah dengan pangsa pasar perbankan syariah di negara lain, seperti Malaysia. Diakuinya, masih perlu edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk memperkenalkan Bank Syariah Bukopin.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Amir Machmud mengatakan, Bank Syariah Bukopin diharapkan menjadi pemacu pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia. ''Potensi perbankan syariah di Indonesia cukup besar. Bahkan perbankan berbasis syariah diyakini mampu mengatasi krisis finansial,'' terangnya. (SMNetwork-K14/yul)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]