Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Ketua KPU "Dituduh" Terima Gratifikasi

SM/Ranin Agung. Salah satu wartawan menunjukkan surat berisi tuduhan kepada Ketua KPU Kabupaten Semarang yang dikirimkan melalui jasa pos, Kamis (19/9).
UNGARAN- Ketua KPU Kabupaten Semarang Agoes Hasto Oetomo dituduh melanggar tiga hal, menerima gratifikasi, menyalahgunakan wewenang,dan tidak netral saat menjabat. Tuduhan tersebut dikirimkan kepada segenap wartawan di Ruang Wartawan di lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Semarang.

Pada amplop berkepala surat Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman GUPPI (Undaris) Ungaran tersebut ada sembilan lembar kertas yang berisi dua perihal. Diantaranya somasi Undaris kepada Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah terkait keberadaan anggota tim seleksi (timsel) calon anggota KPU Kabupaten Semarang dan rekam jejak calon anggota KPU atas nama Agoes Hasto.

Saat dikonfirmasi, Rektor Undaris Dr Hj Endang Kusuma Astuti SH MHum menyatakan, terkait somasi kepada KPU sudah selesai urusannya. Pihak KPU Provinsi Jawa Tengah menurut dia telah memberikan klarifikasi dan mengajukan permohonan maaf kepada Undaris menyusul anggota timsel anggota KPU Kabupaten Semarang atas nama Drs H Amir Mahmud MM tidak sebagai dosen Undaris melainkan tokoh masyarakat atau lebih tepatnya anggota MUI. Ini diperkuat dengan poin ketiga lembar pertama yang isinya, Undaris tidak memberi rekomendasi kepada yang bersangkutan untuk mencalonkan diri sebagai panitia Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Semarang.

"Lembar pertama sudah mendapat jawaban dari KPU Provinsi Jawa Tengah. Hanya saja pada lembar berikutnya itu bukan kami yang membuat dan mengirimkan. Saya pribadi tidak tahu siapa dan dengan cara apa pengirim surat mendapatkan amplop dengan kop surat Undaris," katanya, didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Abdullah ST MT, Kamis (19/9).

Lebih lanjut dipaparkan, lembar kedua hingga kelima yang dikirim menggunakan jasa pos berperangko Rp 3000 itu adalah salinan notulen rapat internal dengan senat maupun dengan pihak yayasan beberapa waktu lalu. Dengan demikian, menurut dia lembaran tersebut juga dimiliki siapa saja yang mengikuti rapat.

"Sebenarnya lembar tersebut sudah lama ada, yakni tertanggal 25 Juni 2012. Masalah yang ada di dalamnya adalah masalah internal yayasan, kemudian yang jadi masalah ada pihak yang memanfaatkan untuk kepentingan menjatuhkan Agoes Hasto," papar Abdullah.

Ketika ditanya wartawan tentang sikap universitas menyikapi 'pencatutan' nama yang dilakukan pihak tertentu, Abdullah menegaskan pihaknya akan membawa seluruh lembar salinan isi surat ke rapat senat dan yayasan.

"Kami tidak bisa memutuskan sendiri karena hasil keputusan tertinggi ada pada rapat senat dan yayasan," tegasnya.

Dalam surat tersebut diantaranya menyebutkan bahwa Agoes Hasto Utomo telah menerima gratifikasi berupa ponsel dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Semarang, motor trail dari calon wakil Bupati Jepara Subroto, dua ekor burung dari Bupati Semarang Mundjirin, dan sepeda gunung dari Ketua DPRD. Sementara pada kolom penyalahgunaan wewenang Agoes dituduh telah membawa kursi inventaris KPU, meminta undangan Dispendukcapil untuk berangkat ke Bali, penggunaan mobil dinas, meminta bantuan transpot dan biaya pengacara pada pihak yang berperkara di Mahkamah Konstitusi. Adapun di kolom ketidaknetralan, Ketua KPU Kabupaten Semarang dituduh telah menggunakan atribut partai tertentu dan mendatangi Bupati Semarang tanpa konfirmasi komisioner KPU lainnya.

Ketua Timsel Calon Anggota KPU Kabupaten Semarang, Teguh Yuwono MPol Admin saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, berdasarkan mekanisme kerja yang ada kewenangan tentang somasi Amir Mahmud bukan kewenangan pihaknya melainkan KPU Provinsi Jawa Tengah.

"Surat itu surat  budeg dan ditembuskan ke kita, saya dapat tembusannya. Jika surat itu diperuntukkan kepada anggota Timsel Kabupaten Semarang maupun kepada siapa saja (calon anggota KPU-red) nanti akan kami klarifikasi pada tahapan ujian wawancara," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Agoes Hasto mengaku, tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan. Menurut dia, tuduhan yang dipaparkan dalam surat tersebut tidak ada hubungannya dengan konspirasi tertentu berkaitan dengan pekerjaan.

"Itu hubungan pertemanan, tidak ada kaitannya dengan maksud tertentu apalagi menyangkut pekerjaan saya sebagai Ketua KPU Kabupaten Semarang," tandasnya.

Dengan adanya tuduhan seperti itu, Agoes mengatakan bila tidak merugikan pihaknya, dirinya secara pribadi lebih memilih membiarkan saja.

"Buat apa membalas atau mengadukan balik siapa yang berbuat, karena saya berpikir dengan mencelakakan orang lain itu tidak baik dan saya tidak mau itu," tukasnya. (SMNetwork/H86/hst)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]