Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Mendag : Perbanyak Gudang di Jateng

Gita Wirjawan didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Bappebti, Sutriono Edi saat preskon.
SEMARANG-Di era perdagangan bebas seperti sekarang ini, sistem resi gudang (SRG) sangat diperlukan petani maupun pelaku usaha. Saat ini di Indonesia sistem resi gudang menjadi instrumen penting karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah maupun nasional. Hal ini diungkapkan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. 

SRG ini, kata dia, untuk membentuk petani menjadi petani pengusaha dan petani mandiri, manfaatnya bagi pengusaha, memberikan peluang untuk mendapatkan jaminan kepastian mutu dan jumlah komoditas yang diperdagangkan, serta mendapatkan pinjaman berulang dari bank untuk modal kerja serta mendapatkan suplai komoditas yang lebih pasti, karena dapat mengetahui jumlah komoditas yang tersimpan di gudang.

“SGR salah satu bentuk tanda jual yang jadi alternatif dalam meningkatkan nilai tukar petani. Sistem resi gudang juga bisa memangkas pola perdagangan komoditi, sehingga petani bisa mendapatkan harga yang layak. Ini sebagai instrumen yang memberikan payung hukum pemberian kredit oleh lembaga keuangan baik bank maupun non-bank dengan jaminan hanya resi gudang tanpa dipersyaratkan agunan lainnya,” ujar Gita, usai membuka seminar nasional Sistem Resi Gudang sebagai Sarana Distribusi yang Efisien, Peningkatan Pendapatan Petani dan Ketahanan Pangan, di Hotel Gumaya, Kamis (19/9).

Menurut Mendag, para pelaku usaha terutama petani dan usaha kecil menengah (UKM) dapat menjadikan sistem resi gudang sebagai instrumen pemasaran untuk memperoleh harga terbaik dengan cara menunda penjualan komoditas pada saat musim panen raya di mana harganya cenderung rendah dengan menyimpan komoditasnya di gudang. “Selain dapat meningkatkan pendapatan petani, sistem resi gudang bisa berperan penting sebagai sarana penyimpanan logistik dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi,” ujarnya.

Menurut Gita, di Indonesia terdapat 81 gudang, tapi kenyataannya masih sangat kurang. Ini hanya bisa memenuhi tak lebih dari 5% total pangan yang ada di Indonesia. “Ini menyambung kepentingan kita untuk memberdayakan petani. Kalau cuma 5%, petani tak bisa mendapatkan kredit lebih banyak dari pada sekarang, tapi kalau ini nanti terus digulirkan lebih banyak lagi bisa sampai 30%, akan dasyat dampaknya. Jadi ini perlu disuarakan terus agar anggarannya ditingkatkan terus ke depan, bukan hanya di pusat saja tapi juga di daerah,” katanya. 

Jateng, lanjut Gita, terbukti suskses dalam bidang pertanian, jadi tinggal menidaklanjuti dan perlu gudang yang lebih banyak lagi. “Di Jateng gudang ada 11, ke depan ini bisa ditingkatkan lagi jumlahnya, dan ini perlu dikerjasamakan baik dengan PT Pos, PT Pegadaian, Perpadi. Kerja sama kita dengan BRI, bank daerah, sejauh ini cukup bagus, tapi gudang di Jateng masih kurang. Kalau bisa bangun lebih banyak saya yakin perbankan akan mendukung,” ujarnya. 

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementrian Perdagangan, Sutriono Edi mengatakan, tujuan diselenggarakan seminar nasional ini adalah untuk mendapatkan masukan dan dukungan dalam rangka percepatan implementasi sistem resi gudang. 
Seminar dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, anggota Komisi IV DPR RI Yusyus Kuswandana, Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko, Asisten Deputi I Bidang Koordinasi Fiskal dan Moneter, Sartono.

Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya akan menggalakkan pertumbuhan gudang di 35 kabupaten/kota yang ada di Jateng. “Sekarang baru ada 11, kalau nanti kabupaten/kota bisa memulai 2 gudang, itu sudah bagus, jadi di Jateng ada 70 gudang. Petani yang mengelolahnya juga betul-betul mengerti mamfaat sistem resi gudang,” katanya. (lif/yul)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]